Update: Jumat, 22 Mei 2026

TMAS

PT. Temas Tbk.

Rp 118
0.00%
Volume
41.153 lot
MA 5
119
MA 20
124
RSI
20.00
High
119
Low
115

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
1.51%
Support (10d)
115
Resistance (10d)
126
Volume Trend (10d)
-25.4%
Score
30
Win Rate (30d)
30 %
P/L (30d)
-6.35 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (20.0) - Potential reversal
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -2.959 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham TMAS saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 20.0, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.51%. Area support terdekat berada di sekitar Rp115, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp126.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 30 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 109 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Ketika Aset Fisik Hampir Tidak Ada: Memahami Rasio P/TBV untuk Perusahaan Teknologi

Seorang investor yang baru belajar analisis fundamental mencoba menerapkan ilmunya pada saham perusahaan teknologi. Ia menghitung Price to Tangible Book Value (P/TBV). Hasilnya: 8x, 12x, bahkan 25x. Ia terkejut. "Bukankah seharusnya saya membeli saham dengan P/TBV di bawah 1x? Semua saham teknologi ini tampak sangat mahal!" Apakah investor tersebut benar? Apakah semua saham teknologi overvalued karena P/TBV-nya tinggi? Jawabannya: Tidak. Perusahaan teknologi, terutama yang bergerak di software, SaaS (Software as a Service), platform digital, dan semikonduktor, memiliki karakteristik yang membuat rasio P/TBV tradisional hampir tidak relevan. Artikel ini akan membahas secara khusus tentang penggunaan rasio P/TBV untuk perusahaan teknologi, mengapa rasio ini cenderung tinggi, metrik alternatif yang lebih cocok, serta bagaimana menilai valuasi saham teknologi secara benar. Mengapa P/TBV Perusahaan Teknologi Sangat Tinggi? Untuk memahami...

Artikel menarik lainnya:

  1. Dragonfly Doji: Pola Satu Candlestick yang Menandakan Potensi Pembalikan Bullish
  2. Negative Volume Index (NVI) dan Positive Volume Index (PVI) – Membaca Cerdas di Hari Sepi
  3. Rasio Distress Price to Book Value: Mendeteksi Saham yang Terluka Parah atau Peluang Emas?
  4. The 1-2-3 Pattern: Pola Reversal Sederhana dari Joe Ross
  5. Recency Bias: Bahaya Terpaku pada Kejadian Terakhir di Pasar Saham
  6. Mengenal Aroon: Menangkap Momentum dengan Crossover Aroon Up dan Aroon Down
  7. Head and Shoulders (H&S): Raja dari Semua Pola Pembalikan
  8. Dunning-Kruger Effect: Ketika Investor Pemula Merasa Paling Pintar di Pasar Saham
  9. Lifecycle Fund: Solusi Otomatis untuk Investasi Pensiun Tanpa Ribet
  10. NPL (Non Performing Loan): Mengukur Risiko Kredit Macet Sebelum Membeli Saham Bank

TradingView Chart - TMAS