Update: Jumat, 22 Mei 2026

TBMS

PT. Tembaga Mulia Semanan Tbk.

Rp 1.280
+1.99%
Volume
63 lot
MA 5
1.287
MA 20
1.331
RSI
32.14
High
1.285
Low
1.255

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
1.80%
Support (10d)
1.235
Resistance (10d)
1.440
Volume Trend (10d)
-22.1%
Score
10
Win Rate (30d)
43.33 %
P/L (30d)
-0.78 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (32.1)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -17 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham TBMS saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 32.1, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.80%. Area support terdekat berada di sekitar Rp1.235, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp1.440.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 10 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 1.173 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Auto Rejection: Batasan ARA dan ARB yang Wajib Dipahami Trader

Pernahkah Anda melihat sebuah saham tiba-tiba berhenti naik meskipun permintaan beli sangat besar? Atau Anda mencoba menjual saham yang harganya jatuh, tetapi order Anda ditolak sistem? Itulah yang disebut dengan Auto Rejection – mekanisme perlindungan otomatis dari Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk mencegah pergerakan harga yang terlalu ekstrem. Dalam sistem perdagangan saham di Indonesia, dikenal dua batasan utama: ARA (Auto Rejection Atas) untuk batas kenaikan, dan ARB (Auto Rejection Bawah) untuk batas penurunan. Memahami kedua mekanisme ini sangat penting, terutama bagi pemula yang baru belajar trading. Tanpa pemahaman ini, Anda bisa salah membaca situasi, panik, atau bahkan kehilangan peluang. Artikel ini akan membahas secara lengkap apa itu auto rejection, bagaimana cara kerja ARA dan ARB, berapa persen batasannya, saham apa saja yang terkena, serta strategi...

Artikel menarik lainnya:

  1. Pengertian Waktu T+2 Settlement Saham: Kapan Dana dan Saham Benar-benar Berpindah?
  2. Churn Rate: Mengukur Kebocoran Pelanggan Sebelum Saham Anjlok
  3. Rekening Dana Efek vs Rekening Saham: Jangan Sampai Tertukar!
  4. Tail Risk Hedging dengan Options: Melindungi Portofolio dari Kehancuran Ekstrem
  5. Time Series Forecast: Memprediksi Harga Masa Depan dari Pola Masa Lalu
  6. Detak Jantung Likuiditas Perusahaan: Memahami Rasio Perubahan Modal Kerja dalam Analisis Saham
  7. Jam Trading Terbaik untuk Psikologi: Menemukan Waktu di Mana Anda Berada di Puncak Kendali
  8. Naked Point of Control (POC): Ketika Area Tersibuk Menjadi Magnet Pasar
  9. On Balance Volume (OBV) – Pola Divergence dan Trendline Break
  10. Rasio Inventory Turnover: Mengukur Efisiensi Persediaan Perusahaan

TradingView Chart - TBMS