Update: Jumat, 10 Juli 2026

TBMS

PT. Tembaga Mulia Semanan Tbk.

Rp 1.205
+0.42%
Volume
13 lot
MA 5
1.202
MA 20
1.230
RSI
39.34
High
1.210
Low
1.200
Nilai
55/100
Rekomendasi
HOLD *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
2.50%
Support (10d)
1.145
Resistance (10d)
1.250
Volume Trend (10d)
-61.8%
Score
55
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
-7.31 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (39.3)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 3 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham TBMS saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 39.3, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.50%. Area support terdekat berada di sekitar Rp1.145, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp1.250.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 1.250 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 1.375, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 1.145 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Dividend Yield vs Dividend Payout Ratio: Mana yang Lebih Penting?

Saat mulai tertarik dengan saham-saham yang membagikan dividen, Anda akan segera menemukan dua istilah yang sekilas mirip tetapi sebenarnya sangat berbeda: Dividend Yield dan Dividend Payout Ratio. Banyak investor pemula yang hanya terpaku pada dividend yield yang tinggi, tanpa memahami dividend payout ratio. Akibatnya, mereka sering kali terjebak membeli saham dengan dividen menggiurkan yang ternyata tidak berkelanjutan. Artikel ini akan membahas secara mendalam perbedaan antara dividend yield dan dividend payout ratio, bagaimana cara menghitung keduanya, kelebihan dan kekurangan masing-masing, serta bagaimana menggunakan kedua rasio ini secara bersamaan untuk memilih saham dividen yang benar-benar berkualitas. Bagian 1: Apa Itu Dividend Yield? Definisi Sederhana Dividend Yield adalah rasio yang menunjukkan seberapa besar persentase pendapatan dividen dibandingkan dengan harga saham saat ini. Dengan kata lain, jika Anda membeli...

Artikel menarik lainnya:

  1. Dollar Cost Averaging (DCA): Strategi Disiplin Mengakumulasi Saham Tanpa Perlu Tebak Waktu
  2. EV/EBITDA: Alternatif PER untuk Perusahaan dengan Utang Besar
  3. Net Interest Margin (NIM): Barometer Utama Kinerja Saham Bank
  4. ATR (Average True Range) – Tidak Ada Pola, Tapi untuk Stop Loss
  5. Aktiva Lancar vs Aktiva Tetap: Memahami Struktur Aset Perusahaan
  6. Value at Risk (VaR) Sederhana: Mengukur Risiko dalam Satu Angka
  7. Analisis Piutang Pihak Berelasi: Bom Waktu Tersembunyi dalam Laporan Keuangan
  8. NPL (Non Performing Loan): Mengukur Risiko Kredit Macet Sebelum Membeli Saham Bank
  9. Rickshaw Man: Doji Berekor Panjang yang Sarat Sinyal
  10. Hindsight Bias: Bahaya Mentalitas "Sudah Saya Tahu Sejak Awal"

TradingView Chart - TBMS