Update: Jumat, 10 Juli 2026

DVLA

PT. Darya-Varia Laboratoria Tbk.

Rp 1.545
+0.32%
Volume
45 lot
MA 5
1.529
MA 20
1.553
RSI
42.86
High
1.570
Low
1.530
Nilai
55/100
Rekomendasi
HOLD *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
1.04%
Support (10d)
1.505
Resistance (10d)
1.605
Volume Trend (10d)
+14.1%
Score
55
Win Rate (30d)
26.67 %
P/L (30d)
-3.13 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (42.9)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 22 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham DVLA saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 42.9, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.04%. Area support terdekat berada di sekitar Rp1.505, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp1.605.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 1.605 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 1.766, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 1.505 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Falling Wedge: Wedge Turun yang Menjebak Trader Pesimis

Dalam analisis teknikal saham, setelah mempelajari Rising Wedge sebagai pola bearish continuation, kini saatnya mengenal kebalikannya: Falling Wedge atau Wedge Turun. Falling Wedge adalah saudara kembar dari Rising Wedge, tetapi dengan arah yang terbalik. Secara visual, pola ini terlihat bearish karena garis-garisnya miring ke bawah. Namun, dalam konteks tertentu, Falling Wedge justru merupakan pola bullish continuation – artinya ia menandakan bahwa setelah periode konsolidasi, tren naik akan berlanjut. Sama seperti Rising Wedge, Falling Wedge sering disalahartikan oleh trader pemula. Mereka melihat garis menurun dan langsung menganggapnya sebagai sinyal jual, padahal justru sebaliknya. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang Falling Wedge sebagai pola bullish continuation, mulai dari karakteristik, psikologi di baliknya, cara identifikasi, hingga strategi trading yang efektif. Apa Itu Falling Wedge? Falling Wedge...

Artikel menarik lainnya:

  1. Analisis Shareholder Yield: Mengukur Pengembalian Total yang Sesungguhnya
  2. Home Bias: Bahaya Terlalu Dominan dengan Saham Dalam Negeri
  3. Saham vs Judi: Perbedaan Fatal yang Wajib Anda Pahami
  4. Rasio OPM (Operating Profit Margin): Membandingkan Profitabilitas Antar Industri
  5. Efek Overconfidence: Bahaya Tersembunyi di Balik Profit Berturut-turut
  6. Analisis Piutang Pihak Berelasi: Bom Waktu Tersembunyi dalam Laporan Keuangan
  7. Gator Oscillator: Membaca Siklus "Tidur dan Makan" Alligator Bill Williams
  8. Gross Development Value (GDV): Metrik Wajib Sebelum Beli Saham Developer Properti
  9. Island Reversal: Pulau Kecil yang Menandai Pembalikan Drastis
  10. Mengukur Maximum Drawdown Historis: Seberapa Dalam Portofolio Anda Bisa Jatuh?

TradingView Chart - DVLA