Update: Kamis, 20 Agustus 2026

DVLA

PT. Darya-Varia Laboratoria Tbk.

Rp 1.585
+0.32%
Volume
235 lot
MA 5
1.582
MA 20
1.583
RSI
43.75
High
1.585
Low
1.575
Nilai
45/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
0.36%
Support (10d)
1.570
Resistance (10d)
1.600
Volume Trend (10d)
-50.9%
Score
45
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
2.92 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (43.8)
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -39 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham DVLA saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 43.8, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 0.36%. Area support terdekat berada di sekitar Rp1.570, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp1.600.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 45 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 1.570, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Golden Butterfly Portfolio: Strategi Investasi Saham yang Seimbang untuk Semua Musim

Dalam dunia saham dan investasi, mencari portofolio yang sempurna sering kali terasa seperti memburu hantu. Ada yang terlalu agresif, ambruk saat krisis datang. Ada yang terlalu konservatif, membuat hasil investasi terasa lamban. Di sinilah Golden Butterfly Portfolio hadir sebagai salah satu strategi alokasi aset paling menarik dan seimbang. Artikel ini akan membahas secara mendalam apa itu Golden Butterfly, komposisinya, keunggulannya dibanding strategi klasik seperti All-Weather Portfolio, serta bagaimana Anda bisa menerapkannya di pasar saham Indonesia maupun global. Apa Itu Golden Butterfly Portfolio? Golden Butterfly adalah varian modifikasi dan penyempurnaan dari All-Weather Portfolio yang dipopulerkan oleh Ray Dalio, serta Permanent Portfolio yang dikenalkan oleh Harry Browne. Strategi ini dikembangkan oleh para investor di forum Bogleheads, dan dinamakan "Golden Butterfly" karena diagram alokasi asetnya yang simetris, mirip...

Artikel menarik lainnya:

  1. Price to Cash Flow (P/CF): Pelengkap yang Jujur dari PER
  2. Recency vs Primacy Effect: Mana yang Lebih Mengendalikan Keputusan Saham Anda?
  3. Schiff Pitchfork – Garpu yang Lebih Landai untuk Tren yang Lembut
  4. Breakaway, Sinyal Pembalikan dengan Gap yang Kuat
  5. Satellite Portfolio: Menambah Power dengan Small Cap dan Komoditas
  6. Receivable Turnover: Mengungkap Bahaya Piutang Macet di Balik Laporan Keuangan
  7. Bahaya Overtrading Akibat Boredom: Ketika Pasar Sepi, Trader Membuat Kesalahan Sendiri
  8. The Wedge Pullback Pattern: Strategi Memasuki Pergerakan Besar Setelah Breakout
  9. Valuasi Saham Perkebunan dengan Harga CPO: Mengikuti Irama Komoditas
  10. Gross Development Value (GDV): Metrik Wajib Sebelum Beli Saham Developer Properti

TradingView Chart - DVLA