Update: Jumat, 22 Mei 2026

DVLA

PT. Darya-Varia Laboratoria Tbk.

Rp 1.590
+0.63%
Volume
239 lot
MA 5
1.589
MA 20
1.599
RSI
40.00
High
1.590
Low
1.565

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
0.22%
Support (10d)
1.550
Resistance (10d)
1.610
Volume Trend (10d)
+34.2%
Score
60
Win Rate (30d)
26.67 %
P/L (30d)
-0.31 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (40.0)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 4 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham DVLA saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 40.0, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 0.22%. Area support terdekat berada di sekitar Rp1.550, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp1.610.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 60 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish moderat dan masih cukup positif.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 1.622 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 1.749 - 1.829 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 1.479 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Auto Rejection: Batasan ARA dan ARB yang Wajib Dipahami Trader

Pernahkah Anda melihat sebuah saham tiba-tiba berhenti naik meskipun permintaan beli sangat besar? Atau Anda mencoba menjual saham yang harganya jatuh, tetapi order Anda ditolak sistem? Itulah yang disebut dengan Auto Rejection – mekanisme perlindungan otomatis dari Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk mencegah pergerakan harga yang terlalu ekstrem. Dalam sistem perdagangan saham di Indonesia, dikenal dua batasan utama: ARA (Auto Rejection Atas) untuk batas kenaikan, dan ARB (Auto Rejection Bawah) untuk batas penurunan. Memahami kedua mekanisme ini sangat penting, terutama bagi pemula yang baru belajar trading. Tanpa pemahaman ini, Anda bisa salah membaca situasi, panik, atau bahkan kehilangan peluang. Artikel ini akan membahas secara lengkap apa itu auto rejection, bagaimana cara kerja ARA dan ARB, berapa persen batasannya, saham apa saja yang terkena, serta strategi...

Artikel menarik lainnya:

  1. Diagonal Triangle: Segitiga Diagonal yang Menandai Puncak dan Awal Tren
  2. Three Inside Up & Three Inside Down: Konfirmasi Ekstra dari Pola Harami
  3. Memahami IHSG: Barometer Kesehatan Pasar Modal Indonesia
  4. Harami Bearish: Saat Pasar "Mengandung" Potensi Pembalikan Turun
  5. Gator Oscillator: Membaca Siklus "Tidur dan Makan" Alligator Bill Williams
  6. Plowback Ratio: Berapa Banyak Laba yang Ditanam Kembali oleh Perusahaan?
  7. Mat Hold: Pola Kelanjutan Tren Paling Kuat yang Jarang Diketahui
  8. Absorption – Volume Besar Tanpa Pergerakan Harga, Jejak Tersembunyi Pemain Besar
  9. Tristar: Pola Tiga Doji yang Menandakan Titik Balik Pasar
  10. Gann Angles – Ketika Waktu dan Harga Bertemu dalam Geometri

TradingView Chart - DVLA