Update: Senin, 6 Juli 2026

SWAT

PT. Sriwahana Adityakarta Tbk.

Rp 16
0.00%
Volume
0 lot
MA 5
16
MA 20
16
RSI
100.00
High
-
Low
-
Nilai
5/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Sideways
Volatility (Avg)
0.00%
Support (10d)
0
Resistance (10d)
0
Volume Trend (10d)
+0.0%
Score
5
Win Rate (30d)
0 %
P/L (30d)
0.00 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bearish RSI: Overbought (100.0) - Potential correction
Neutral Volume: Normal volume
Neutral Foreign Flow: Foreign neutral (Last 5 days avg: 0 lot)
Analisa teknikal tidak tersedia untuk saham ini, beberapa data tidak valid. Saham mungkin sedang suspend.
TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Stock Split: Alasan dan Dampak Harga

Pernahkah Anda melihat harga saham sebuah perusahaan terkenal tiba-tiba turun drastis dalam semalam, tetapi tidak ada berita buruk apa pun? Atau Anda mendengar istilah stock split tetapi bingung apa maksudnya? Jangan khawatir, fenomena ini justru sering kali merupakan kabar baik bagi para pemegang saham. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang stock split, mulai dari pengertian, alasan perusahaan melakukannya, bagaimana dampaknya terhadap harga saham, hingga strategi yang tepat bagi investor. Apa Itu Stock Split? Stock split adalah aksi korporasi di mana perusahaan memecah nilai nominal saham yang beredar menjadi beberapa lembar saham baru dengan nilai nominal yang lebih kecil. Jumlah saham yang Anda miliki akan bertambah, sementara harga per lembar saham akan turun secara proporsional. Yang terpenting, total nilai investasi Anda tidak berubah. Sebagai analogi...

Artikel menarik lainnya:

  1. Risk Based Capital (RBC): Alat Ukur Ketahanan Finansial Emiten Asuransi
  2. Memahami IHSG: Barometer Kesehatan Pasar Modal Indonesia
  3. Lump Sum vs DCA: Mana Lebih Unggul? Perdebatan Klasik yang Wajib Dipahami Investor
  4. Gartley: Formasi Harmonis yang Memadukan Geometri dan Fibonacci
  5. Combined Ratio: Tolok Ukur Sejati Profitabilitas Asuransi Umum
  6. Upside Tasuki Gap: Pola Lanjutan Bullish yang Jarang Dikenal
  7. Window (Gap), Celah Harga yang Penuh Makna
  8. Fixed Asset Turnover: Seberapa Produktif Pabrik Anda?
  9. Concealing Baby Swan: Pola Empat Candlestick yang Jarang Diketahui
  10. Gross Transaction Value (GTV): Mengukur Skala Riil Bisnis Digital

TradingView Chart - SWAT