Update: Kamis, 20 Agustus 2026

BBNI

PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.

Rp 3.590
+0.84%
Volume
338.385 lot
MA 5
3.596
MA 20
3.574
RSI
53.85
High
3.590
Low
3.550
Nilai
55/100
Rekomendasi
HOLD *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
1.08%
Support (10d)
3.550
Resistance (10d)
3.690
Volume Trend (10d)
-36.9%
Score
55
Win Rate (30d)
46.67 %
P/L (30d)
4.97 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (53.9)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -22.043 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham BBNI saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 53.9, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.08%. Area support terdekat berada di sekitar Rp3.550, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp3.690.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 3.690 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 4.059, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 3.550 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Home Bias: Bahaya Terlalu Dominan dengan Saham Dalam Negeri

Seorang investor di Indonesia memiliki portofolio yang terdiri dari 100% saham-saham Indonesia. Ia bangga, "Saya mendukung perusahaan lokal. Saya tahu pasar Indonesia." Di waktu yang sama, seorang investor di Malaysia juga memiliki portofolio 100% saham Malaysia. Investor di Thailand 100% saham Thailand. Investor di Jepang 100% saham Jepang. Mereka semua merasa melakukan hal yang benar. Namun pertanyaannya: apakah rasional membatasi diri hanya pada satu negara, hanya karena Anda tinggal di negara itu? Jawabannya: tidak. Inilah yang disebut home bias—kecenderungan investor untuk mengalokasikan sebagian besar portofolionya ke saham domestik (dalam negeri), meskipun diversifikasi global secara objektif bisa memberikan return yang lebih baik dengan risiko yang lebih rendah. Apa Itu Home Bias? Home bias (atau domestic bias) adalah preferensi investor untuk berinvestasi di negara asalnya secara tidak...

Artikel menarik lainnya:

  1. Fibonacci Extension – Memasang Target Profit dengan Rasio Emas
  2. Ketika Pasar Menjadi Narkoba: Saham dan Gangguan Kecanduan Dopamin
  3. Recency vs Primacy Effect: Mana yang Lebih Mengendalikan Keputusan Saham Anda?
  4. Rasio Enterprise Value terhadap Pendapatan (EV/Sales): Ukuran Terbaik untuk Saham yang Belum Untung
  5. Mengukur Expectancy: Berapa Sebenarnya Sistem Trading Anda Menghasilkan?
  6. Descending Triangle: Segitiga Turun yang Menandai Kelanjutan Tren Bearish
  7. Murray Math Lines – Dunia Terbagi dalam 8 Garis Ajaib
  8. The Outside Bar: Mirip Engulfing tapi dalam Konteks Swing Trading
  9. Detrended Price Oscillator (DPO): Menghilangkan Tren untuk Melihat Siklus Tersembunyi
  10. Ketika Aset Fisik Hampir Tidak Ada: Memahami Rasio P/TBV untuk Perusahaan Teknologi

TradingView Chart - BBNI