Update: Senin, 12 Oktober 2026

BBNI

PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.

Rp 3.380
-1.46%
Volume
228.519 lot
MA 5
3.424
MA 20
3.519
RSI
26.83
High
3.460
Low
3.380
Nilai
35/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
1.05%
Support (10d)
3.380
Resistance (10d)
3.520
Volume Trend (10d)
+1.0%
Score
35
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
-12.66 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (26.8) - Potential reversal
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -46.333 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham BBNI saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 26.8, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.05%. Area support terdekat berada di sekitar Rp3.380, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp3.520.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 35 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 3.211 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Saham vs Reksadana vs Obligasi: Mana yang Cocok untuk Pemula?

Bagi Anda yang baru mulai tertarik berinvestasi, seringkali bingung memilih di antara tiga instrumen paling populer: saham, reksadana, dan obligasi. Ketiganya memiliki karakteristik, tingkat risiko, dan potensi keuntungan yang berbeda. Tidak ada yang paling "benar" atau "salah". Yang terbaik tergantung pada tujuan, profil risiko, dan jangka waktu investasi Anda. Mari kita bedah satu per satu. 1. Saham Apa Itu Saham? Saham adalah bukti kepemilikan seseorang atau badan hukum atas suatu perusahaan. Ketika Anda membeli saham, Anda menjadi pemilik sebagian kecil dari perusahaan tersebut. Bagaimana Cara Kerjanya? Anda membeli saham di bursa efek melalui perusahaan sekuritas (broker). Harga saham bergerak naik turun setiap hari tergantung permintaan dan penawaran. Sumber Keuntungan: Sumber Penjelasan Capital Gain Keuntungan dari selisih harga jual yang lebih tinggi dari harga beli. Dividen...

Artikel menarik lainnya:

  1. Analisis Tobin's Q: Apakah Pasar Sedang Overvalued?
  2. Net Premium Growth: Mesin Pertumbuhan Utama Emiten Asuransi
  3. Strategi Anti-Martingale: Seni Membiarkan Keuntungan Bekerja untuk Anda
  4. Mesin Pertumbuhan Tersembunyi: Memahami Value of New Business (VNB) dalam Saham Asuransi Jiwa
  5. Aturan Praktis yang Tak Lekang Waktu: Memahami Strategi Alokasi 100 Dikurangi Usia
  6. Book Building dan Masa Penawaran IPO: Cara Menentukan Harga Saham Perdana
  7. Arus Kas Operasi, Investasi, dan Pendanaan: Memahami Laporan Arus Kas
  8. Gator Oscillator: Membaca Siklus "Tidur dan Makan" Alligator Bill Williams
  9. Analisis Comparables Valuation (Comps): Seni Membandingkan untuk Menemukan Harga Wajar Saham
  10. Downside Tasuki Gap: Pola Lanjutan Bearish yang Mematikan

TradingView Chart - BBNI