Update: Kamis, 20 Agustus 2026

ISAP

PT. Isra Presisi Indonesia Tbk.

Rp 23
0.00%
Volume
185.145 lot
MA 5
24
MA 20
24
RSI
44.44
High
24
Low
23
Nilai
15/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
2.76%
Support (10d)
23
Resistance (10d)
25
Volume Trend (10d)
+65.9%
Score
15
Win Rate (30d)
26.67 %
P/L (30d)
4.55 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (44.4)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -3.453 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham ISAP saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 44.4, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.76%. Area support terdekat berada di sekitar Rp23, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp25.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 15 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 22 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Apa Itu Cum Date dan Ex Date Dividen? Wajib Tahu Sebelum Bagi Hasil

Anda pasti pernah mendengar cerita: seseorang membeli saham sehari sebelum dividen dibagikan, berpikir akan mendapat keuntungan instan. Namun setelah dividen dibagikan, ia justru kecewa karena harga sahamnya turun dan secara total ia tidak mendapat untung apa-apa. Atau sebaliknya, ada yang menjual saham tepat sebelum dividen, lalu bertanya-tanya mengapa ia tidak mendapatkan dividen yang sudah diumumkan. Semua kebingungan ini berakar pada pemahaman tentang dua tanggal krusial dalam siklus dividen: Cum Date dan Ex Date. Memahami kedua tanggal ini bukan hanya penting, tetapi wajib jika Anda tidak ingin kehilangan hak dividen atau terkena kerugian tak terduga. Artikel ini akan menjelaskan secara sederhana apa itu Cum Date dan Ex Date, bagaimana cara kerjanya, mengapa harga saham berubah pada Ex Date, serta strategi yang bijak bagi pemula dalam menyikapi...

Artikel menarik lainnya:

  1. Diagonal Triangle: Segitiga Diagonal yang Menandai Puncak dan Awal Tren
  2. Rebalancing Tanpa Jual Beli: Memanfaatkan Aliran Dividen untuk Menjaga Keseimbangan Portofolio
  3. The Inside Bar: Range di Dalam Range Sebelumnya sebagai Sinyal Konsolidasi
  4. Risk Parity: Filosofi Portofolio ala Ray Dalio yang Mengutamakan Risiko, Bukan Modal
  5. Extended Wave: Ketika Satu Gelombang Memanjang di Antara Gelombang Lainnya
  6. The Upthrust: Harga Naik Sebentar Lalu Turun sebagai Konfirmasi Resistance
  7. Net Interest Margin (NIM): Barometer Utama Kinerja Saham Bank
  8. Mengapa Diversifikasi Berlebihan Justru Merugikan Portofolio Saham Anda
  9. Cara Analisis Prospektus Sebelum Beli Saham IPO: Jangan Hanya Ikut-ikutan!
  10. Point and Figure – Trading dengan Kolom X dan O yang Tak Lekang Waktu

TradingView Chart - ISAP