Update: Jumat, 9 Oktober 2026

ISAP

PT. Isra Presisi Indonesia Tbk.

Rp 25
+4.17%
Volume
415.953 lot
MA 5
23
MA 20
24
RSI
50.00
High
25
Low
23
Nilai
45/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
3.95%
Support (10d)
21
Resistance (10d)
27
Volume Trend (10d)
+5.6%
Score
45
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
4.17 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (50.0)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -27.100 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham ISAP saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 50.0, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.95%. Area support terdekat berada di sekitar Rp21, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp27.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 45 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 21, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Falling Wedge: Wedge Turun yang Menjebak Trader Pesimis

Dalam analisis teknikal saham, setelah mempelajari Rising Wedge sebagai pola bearish continuation, kini saatnya mengenal kebalikannya: Falling Wedge atau Wedge Turun. Falling Wedge adalah saudara kembar dari Rising Wedge, tetapi dengan arah yang terbalik. Secara visual, pola ini terlihat bearish karena garis-garisnya miring ke bawah. Namun, dalam konteks tertentu, Falling Wedge justru merupakan pola bullish continuation – artinya ia menandakan bahwa setelah periode konsolidasi, tren naik akan berlanjut. Sama seperti Rising Wedge, Falling Wedge sering disalahartikan oleh trader pemula. Mereka melihat garis menurun dan langsung menganggapnya sebagai sinyal jual, padahal justru sebaliknya. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang Falling Wedge sebagai pola bullish continuation, mulai dari karakteristik, psikologi di baliknya, cara identifikasi, hingga strategi trading yang efektif. Apa Itu Falling Wedge? Falling Wedge...

Artikel menarik lainnya:

  1. Value at Risk (VaR) Sederhana: Mengukur Risiko dalam Satu Angka
  2. Counterattack Line, Pertarungan Dua Kekuatan yang Berakhir Seimbang
  3. Dividen dalam Bentuk Lembar Saham: Memahami Rasio Distribusi Saham Bonus
  4. PBV Kurang dari 1: Peluang Emas atau Jebakan Berbahaya?
  5. Psikologi Ketika Portofolio Naik 100%: Di Puncak Kemenangan, Bahaya Justru Mengintai
  6. Index Fund: Cara Paling Sederhana dan Andal untuk Berinvestasi di Saham
  7. Tax-Loss Harvesting: Mengubah Kerugian Saham Menjadi Keuntungan Pajak
  8. High Node dan Low Node: Membaca Peta Kepadatan Volume untuk Menangkap Pergerakan Harga
  9. Triple Top: Tiga Puncak yang Menandai Berakhirnya Tren Naik
  10. Mengukur Expectancy: Berapa Sebenarnya Sistem Trading Anda Menghasilkan?

TradingView Chart - ISAP