Update: Kamis, 20 Agustus 2026

WIDI

PT. Widiant Jaya Krenindo Tbk.

Rp 26
+8.33%
Volume
253.651 lot
MA 5
25
MA 20
26
RSI
50.00
High
26
Low
24
Nilai
55/100
Rekomendasi
HOLD *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
2.40%
Support (10d)
24
Resistance (10d)
26
Volume Trend (10d)
-40.4%
Score
55
Win Rate (30d)
20 %
P/L (30d)
0.00 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (50.0)
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -40 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham WIDI saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 50.0, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.40%. Area support terdekat berada di sekitar Rp24, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp26.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 26 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 29, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 24 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Ultimate Oscillator: Menggabungkan Tiga Timeframe untuk Akurasi Lebih Tinggi

Dalam analisis teknikal saham, sebagian besar indikator momentum hanya menggunakan satu periode waktu (misalnya RSI 14 hari, Stochastic 14 periode, CCI 20 periode). Namun, ada satu indikator yang unik karena menggabungkan tiga periode waktu yang berbeda sekaligus: Ultimate Oscillator. Ultimate Oscillator dikembangkan oleh Larry Williams (pencipta Williams %R) pada tahun 1976. Latar belakang penciptaannya adalah frustrasi Larry Williams terhadap false signal yang sering terjadi pada indikator momentum tunggal. Ia menyadari bahwa tren yang sama bisa terlihat berbeda di timeframe yang berbeda (harian, mingguan, bulanan). Solusinya: menggabungkan tiga periode (short-term, intermediate-term, long-term) ke dalam satu indikator untuk mendapatkan gambaran yang lebih akurat. Ultimate Oscillator dirancang untuk mengurangi false signal (terutama di pasar sideways) dan memberikan sinyal overbought/oversold yang lebih andal. Indikator ini sangat cocok untuk...

Artikel menarik lainnya:

  1. Lifecycle Fund: Solusi Otomatis untuk Investasi Pensiun Tanpa Ribet
  2. Mengenal CCI: Commodity Channel Index – Sinyal +100/-100 Crossing dan Zero Line Crossing
  3. Mengenal Awesome Oscillator (AO): Twin Peaks, Saucer, dan Zero Line Crossing
  4. Hidden Asset: Ketika Nilai Buku Terlalu Rendah dan Pasar Melewatkan Harta Karun
  5. Valuasi Perusahaan dengan Multiple Segment: Seni Membongkar Nilai di Balik Konglomerat
  6. Recency vs Primacy Effect: Mana yang Lebih Mengendalikan Keputusan Saham Anda?
  7. Mengapa Diversifikasi Berlebihan Justru Merugikan Portofolio Saham Anda
  8. Abandoned Baby: Bayi yang Terlantar dan Pembalikan Harga Paling Ekstrem
  9. Climax Volume: Volume Ekstrim di Ujung Tren sebagai Tanda Kelelahan
  10. Hook Reversal: Pola Sederhana yang Bisa Selamatkan Anda dari Jeratan Tren

TradingView Chart - WIDI