Update: Kamis, 8 Oktober 2026

GEMA

PT. Gema Grahasarana Tbk.

Rp 90
-1.10%
Volume
41.478 lot
MA 5
85
MA 20
86
RSI
48.57
High
93
Low
89
Nilai
60/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
2.56%
Support (10d)
72
Resistance (10d)
95
Volume Trend (10d)
+36.4%
Score
60
Win Rate (30d)
43.33 %
P/L (30d)
8.43 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (48.6)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 144 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham GEMA saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 48.6, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.56%. Area support terdekat berada di sekitar Rp72, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp95.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 60 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish moderat dan masih cukup positif.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 92 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 99 - 104 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 84 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Thrusting Pattern, Sinyal Kelanjutan yang Sering Disangka Pembalikan

Dalam analisis teknikal saham, tidak semua pola candlestick dua hari yang terlihat seperti "kebangkitan" adalah sinyal pembalikan. Salah satu pola yang paling sering disalahartikan oleh trader pemula adalah Thrusting Pattern. Banyak trader melihat lilin kedua yang bergerak melawan arah tren dan langsung menganggap itu sebagai sinyal pembalikan. Padahal, Thrusting Pattern justru sering kali merupakan sinyal kelanjutan tren (continuation pattern) , bukan pembalikan. Kesalahan interpretasi ini bisa berakibat fatal pada hasil trading. Artikel ini akan membahas secara lengkap kedua versi Thrusting Pattern (bullish dan bearish), karakteristiknya, mengapa pola ini justru menunjukkan kelanjutan tren, serta cara membedakannya dengan pola pembalikan seperti Piercing Line dan On-Neck Line. Apa Itu Thrusting Pattern? Thrusting Pattern adalah pola candlestick yang terdiri dari dua batang lilin. Secara visual, pola ini sangat...

Artikel menarik lainnya:

  1. Dunning-Kruger Effect: Ketika Investor Pemula Merasa Paling Pintar di Pasar Saham
  2. Bahaya Overtrading Akibat Boredom: Ketika Pasar Sepi, Trader Membuat Kesalahan Sendiri
  3. Rasio Kas terhadap Utang Lancar: Ukuran Paling Keras Kemampuan Bayar Utang dalam 24 Jam
  4. Fractals Bill Williams: Pola 5 Bar High/Low untuk Identifikasi Support dan Resistance
  5. Aktiva Lancar vs Aktiva Tetap: Memahami Struktur Aset Perusahaan
  6. Downside Tasuki Gap: Pola Lanjutan Bearish yang Mematikan
  7. Trompo: Si Gasing Meksiko yang Jarang Dikenal, Sinyal Kebingungan Paling Otentik
  8. Unbilled Revenue: Jendela Menuju Pendapatan Masa Depan Konstruksi
  9. Mitos Saham yang Sering Salah: Jangan Terjebak!
  10. Southern Doji: Doji Setelah Long Black Candle sebagai Sinyal Potensi Bottom

TradingView Chart - GEMA