Update: Jumat, 22 Mei 2026

GEMA

PT. Gema Grahasarana Tbk.

Rp 86
+3.61%
Volume
39.703 lot
MA 5
84
MA 20
88
RSI
37.50
High
86
Low
81

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
1.39%
Support (10d)
81
Resistance (10d)
92
Volume Trend (10d)
-39.0%
Score
45
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
-2.27 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (37.5)
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -1.395 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham GEMA saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 37.5, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.39%. Area support terdekat berada di sekitar Rp81, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp92.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 45 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 81, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Vortex Indicator: Menangkap Arah Tren dengan Sinyal Crossover

Dalam analisis teknikal, banyak indikator berusaha mengukur kekuatan tren — tetapi kebanyakan dari mereka hanya melihat harga penutupan. Bagaimana dengan pergerakan harga di dalam periode itu sendiri? Apakah tren naik yang terjadi karena pergerakan yang konsisten setiap hari berbeda dengan tren naik yang terjadi dengan pergerakan yang liar? Vortex Indicator menjawab pertanyaan ini. Dikembangkan oleh Etienne Botes dan Douglas Siepman, indikator ini mengukur arah tren dengan menganalisis pergerakan harga dari periode ke periode — bukan hanya dari close ke close, tetapi dari high ke high dan low ke low. Hasilnya adalah dua garis: VI+ (Vortex positif) dan VI- (Vortex negatif), yang saling bersilangan untuk memberikan sinyal beli dan jual. Bagi trader yang ingin memahami "pusaran" pergerakan pasar, Vortex Indicator adalah alat yang unik dan...

Artikel menarik lainnya:

  1. On-Neck Line, Sinyal Pembalikan yang Sering Disalahartikan
  2. P/NAV: Kunci Menilai Reksadana Properti Sebelum Investasi
  3. Faktor Kelelahan Keputusan: Mengapa Semakin Banyak Anda Trading, Semakin Buruk Keputusan yang Diambil
  4. Recency vs Primacy Effect: Mana yang Lebih Mengendalikan Keputusan Saham Anda?
  5. Detrended Price Oscillator (DPO): Menghilangkan Tren untuk Melihat Siklus Tersembunyi
  6. Breakaway Gap: Lompatan Awal yang Menandai Kelahiran Tren Baru
  7. Chande Trend Meter: Mengukur Kekuatan Tren dengan Skor Tunggal
  8. Kenali Diri Sendiri: Perbedaan Portofolio Agresif, Moderat, dan Konservatif
  9. Gann Fan – Kipas Geometris yang Membaca Jiwa Pasar
  10. Rasio Pengeluaran Riset & Pengembangan (R&D): Mengukur Masa Depan di Balik Beban Akuntansi

TradingView Chart - GEMA