Update: Senin, 6 Juli 2026

KBLM

PT. Kabelindo Murni Tbk.

Rp 290
+1.40%
Volume
11 lot
MA 5
287
MA 20
288
RSI
52.63
High
292
Low
284
Nilai
40/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
2.28%
Support (10d)
276
Resistance (10d)
296
Volume Trend (10d)
-9.2%
Score
40
Win Rate (30d)
46.67 %
P/L (30d)
-8.81 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (52.6)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -9 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham KBLM saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 52.6, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.28%. Area support terdekat berada di sekitar Rp276, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp296.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 40 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 276, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Menentukan Stop Loss dan Take Profit yang Realistis: Seni Melindungi Modal dan Mengamankan Keuntungan

Dua orang investor membeli saham yang sama di harga yang sama: Rp10.000. Investor A memasang stop loss di Rp9.500 (turun 5%) dan take profit di Rp12.000 (naik 20%). Ketika harga turun ke Rp9.500, ia cut loss tanpa emosi. Kerugiannya kecil. Ia masih punya modal untuk transaksi lain. Investor B tidak memasang stop loss. Ia berharap harga akan naik kembali. Harga terus turun ke Rp7.000. Ia panik, tidak tahu harus apa. Akhirnya ia menjual di harga terendah, rugi besar. Sementara itu, investor C juga membeli di Rp10.000. Ia memasang stop loss di Rp9.500 dan take profit di Rp10.500 (naik 5%). Harga naik ke Rp10.500, ia ambil untung. Namun harga terus naik hingga Rp13.000. Ia menyesal karena menjual terlalu cepat. Apa yang membedakan ketiganya? Investor A memiliki...

Artikel menarik lainnya:

  1. Analisis Tobin's Q: Apakah Pasar Sedang Overvalued?
  2. Spinning Top: Candlestick Keraguan yang Menandakan Pasar Sedang Bimbang
  3. Rasio Land Bank vs Market Cap: Menemukan Developer yang Underrated
  4. Auto Rejection: Batasan ARA dan ARB yang Wajib Dipahami Trader
  5. Rasio EBITDAR: Mengukur Kinerja Perusahaan di Sektor Sewa dan Restrukturisasi
  6. The Compression Pattern: Range Menyempit Sebelum Ekspansi
  7. Rasio FCF to Equity (FCFE): Uang Tunai yang Benar-Benar Bisa Diterima Pemegang Saham
  8. ARPU: Mata Uang Baru dalam Valuasi Saham Perusahaan Digital
  9. Bid, Offer, Last, Volume: Istilah Wajib yang Harus Dikuasai Trader Pemula
  10. Payback Period: Seberapa Cepat Investasi Anda Kembali?

TradingView Chart - KBLM