Update: Senin, 6 Juli 2026

ABMM

PT. ABM Investama Tbk.

Rp 2.290
+0.44%
Volume
1.613 lot
MA 5
2.276
MA 20
2.343
RSI
25.71
High
2.310
Low
2.280
Nilai
50/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
1.93%
Support (10d)
2.230
Resistance (10d)
2.490
Volume Trend (10d)
-69.0%
Score
50
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
-10.55 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Oversold (25.7) - Potential reversal
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -975 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham ABMM saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 25.7, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.93%. Area support terdekat berada di sekitar Rp2.230, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp2.490.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 50 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 2.230, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

The Slingshot Pattern: Ketika Harga "Memanah" dari Bollinger Bands

Dalam analisis teknikal, Bollinger Bands adalah salah satu indikator volatilitas paling populer. Namun, selain fungsi standarnya (mengidentifikasi overbought/oversold), ada pola spesifik yang dinamai oleh komunitas trader: The Slingshot Pattern (atau sering disebut "Bollinger Bands Squeeze and Expansion" atau "The Squeeze Pattern"). Slingshot Pattern adalah pola di mana Bollinger Bands menyempit drastis (squeeze), menandakan periode volatilitas rendah, kemudian harga "melompat" keluar dari bands dengan kekuatan besar—seperti batu yang diumpankan ke ketapel (slingshot) lalu dilepaskan. Pola ini sangat populer karena memberikan sinyal breakout yang jelas dan seringkali sangat akurat. Karakteristik The Slingshot Pattern Slingshot Pattern terdiri dari tiga fase utama: kompresi (squeeze), ekspansi (expansion), dan follow-through. Pola ini memanfaatkan sifat Bollinger Bands yang menyempit saat volatilitas rendah dan melebar saat volatilitas tinggi. Ciri-ciri spesifiknya adalah sebagai...

Artikel menarik lainnya:

  1. Impulse Wave: Lima Gelombang Penggerak Utama dalam Elliott Wave Theory
  2. Memahami Pola Tiga Candlestick: Deliberation (Masa Pertimbangan)
  3. Harami Bullish: Sinyal Kehamilan yang Menandakan Kelahiran Tren Baru
  4. 2P Reserve: Kunci Menilai Nilai Sesungguhnya Saham Migas
  5. Stacked Imbalance: Membaca Sinyal Ketidakseimbangan Order
  6. Membangun Ketahanan Stres Melalui Simulasi: Latihan Mental Sebelum Terjun ke Pasar Saham
  7. Meditasi untuk Trader: Melatih Pikiran agar Tidak Dikendalikan Pasar
  8. White Swan: Pola Harmonic Bearish yang Jarang Dikenal
  9. Buyback Saham: Ketika Perusahaan Membeli Kembali Sahamnya Sendiri
  10. Concealing Baby Swan: Pola Empat Candlestick yang Jarang Diketahui

TradingView Chart - ABMM