Update: Selasa, 9 Juni 2026

ABMM

PT. ABM Investama Tbk.

Rp 2.220
+2.30%
Volume
16.472 lot
MA 5
2.250
MA 20
2.534
RSI
19.32
High
2.230
Low
2.120
Nilai
35/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis, gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi dan atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
1.78%
Support (10d)
2.120
Resistance (10d)
2.500
Volume Trend (10d)
-37.5%
Score
35
Win Rate (30d)
26.67 %
P/L (30d)
-27.21 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (19.3) - Potential reversal
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -1.851 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham ABMM saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 19.3, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.78%. Area support terdekat berada di sekitar Rp2.120, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp2.500.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 35 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 2.014 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Gross Development Value (GDV): Metrik Wajib Sebelum Beli Saham Developer Properti

Saham perusahaan pengembang properti (developer) memiliki karakteristik unik yang membedakannya dari sektor manufaktur atau konsumsi. Produk developer — mulai dari rumah tapak, apartemen, hingga kawasan industri — membutuhkan waktu bertahun-tahun dari perencanaan, konstruksi, hingga penjualan. Di tengah rentang waktu yang panjang itu, investor membutuhkan metrik yang bisa menangkap potensi pendapatan masa depan perusahaan secara utuh. Di sinilah Gross Development Value (GDV) menjadi salah satu metrik paling penting. GDV adalah mata uang yang dipakai para analis properti untuk menilai seberapa besar "kue" yang sedang dibangun oleh seorang developer. Apa Itu Gross Development Value (GDV)? GDV adalah estimasi total nilai penjualan kotor yang akan diperoleh developer dari seluruh unit properti dalam suatu proyek, setelah proyek rampung dan seluruh unit terjual. Dengan kata lain, GDV menjawab pertanyaan: "Jika...

Artikel menarik lainnya:

  1. Metode Equal Weight: Strategi Sederhana untuk Pemula dalam Alokasi Saham
  2. Crab: Kepiting yang Membawa Sinyal Pembalikan Paling Ekstrem
  3. Psikologi Menerima Kerugian sebagai Biaya Belajar: Mengubah Luka Men Menjadi Pelajaran Berharga
  4. High Node dan Low Node: Membaca Peta Kepadatan Volume untuk Menangkap Pergerakan Harga
  5. Shark: Hiu yang Memburu Titik Pembalikan dengan Presisi Tinggi
  6. White Swan: Pola Harmonic Bearish yang Jarang Dikenal
  7. Membangun Portofolio dengan ETF Saham: Praktis, Murah, dan Modern
  8. Seasonal Pattern: Januari, Ramadhan, dan Efek Kalender dalam Saham
  9. Mengintip “Gunung Es” Laporan Keuangan: Analisis Off-Balance Sheet Items dalam Dunia Saham
  10. LDR (Loan to Deposit Ratio): Menakar Likuiditas dan Agresivitas Bank

TradingView Chart - ABMM