Update: Senin, 5 Oktober 2026

GPSO

PT. Geoprima Solusi Tbk.

Rp 218
-3.54%
Volume
98.179 lot
MA 5
226
MA 20
260
RSI
20.34
High
230
Low
216
Nilai
30/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
2.46%
Support (10d)
210
Resistance (10d)
284
Volume Trend (10d)
-37.3%
Score
30
Win Rate (30d)
30 %
P/L (30d)
-23.78 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (20.3) - Potential reversal
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -1.158 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham GPSO saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 20.3, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.46%. Area support terdekat berada di sekitar Rp210, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp284.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 30 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 200 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Reverse Stock Split: Tanda Bahaya atau Strategi?

Jika stock split (pemecahan saham) umumnya disambut gembira oleh pasar, maka reverse stock split sering kali justru menimbulkan kewaspadaan. Banyak investor menghindari saham yang melakukan reverse split karena menganggapnya sebagai sinyal buruk. Namun, benarkah selalu demikian? Apakah ada situasi di mana reverse stock split merupakan langkah strategis yang tepat? Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang reverse stock split: definisi, mekanisme, alasan perusahaan melakukannya, serta bagaimana seharusnya sikap investor yang bijak. Apa Itu Reverse Stock Split? Reverse stock split adalah kebalikan dari stock split biasa. Dalam aksi ini, perusahaan menggabungkan beberapa lembar saham lama menjadi satu lembar saham baru dengan nilai nominal yang lebih tinggi. Jumlah lembar saham yang Anda miliki akan berkurang, sementara harga per lembar saham akan naik secara proporsional. Sekali lagi, total...

Artikel menarik lainnya:

  1. In-Neck Line, Pembalikan dengan Sinyal yang Perlu Konfirmasi Ekstra
  2. Rasio Pengeluaran Riset & Pengembangan (R&D): Mengukur Masa Depan di Balik Beban Akuntansi
  3. Point and Figure – Trading dengan Kolom X dan O yang Tak Lekang Waktu
  4. Trailing Stop: Senjata Rahasia Mengunci Profit saat Harga Terus Naik
  5. Double Bottom: Sinyal Pembalikan Bullish yang Wajib Diketahui Trader
  6. Apa Itu SID (Single Investor Identification)? Kunci untuk Memulai Investasi Saham
  7. Andrews' Pitchfork – Garpu Tala yang Mengukur Irama Harga
  8. Memahami Metode Gordon Growth: Cara Menilai Saham Berdasarkan Dividen
  9. Window (Gap), Celah Harga yang Penuh Makna
  10. Separating Lines: Garis Pemisah yang Justru Menegaskan Tren

TradingView Chart - GPSO