Update: Jumat, 11 September 2026

BJTM

PT. Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk.

Rp 520
-0.95%
Volume
91.112 lot
MA 5
527
MA 20
523
RSI
50.00
High
530
Low
520
Nilai
65/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
0.45%
Support (10d)
520
Resistance (10d)
535
Volume Trend (10d)
+16.6%
Score
65
Win Rate (30d)
23.33 %
P/L (30d)
0.00 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (50.0)
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -7.571 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham BJTM saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 50.0, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 0.45%. Area support terdekat berada di sekitar Rp520, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp535.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 65 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish moderat dan masih cukup positif.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 530 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 572 - 598 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 484 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Valuasi Saham Properti dengan RNAV: Menggali Nilai Tersembunyi di Balik Lahan dan Proyek

Saham sektor properti memiliki karakteristik yang sangat berbeda dari sektor lainnya. Perusahaan properti tidak menjual sabun atau memproduksi mobil. Bisnis mereka adalah mengembangkan lahan: membeli tanah, membangun perumahan, apartemen, atau kawasan industri, lalu menjualnya kepada konsumen dengan margin keuntungan. Karena sifat bisnisnya yang unik, metode valuasi konvensional seperti PER (Price to Earnings Ratio) atau bahkan PBV (Price to Book Value) seringkali tidak memadai. Mengapa? Karena nilai terbesar perusahaan properti seringkali tersembunyi di dalam lahan yang belum dikembangkan, proyek yang masih dalam pengerjaan, atau properti investasi yang disewakan. Nilai-nilai ini tidak tercermin secara akurat dalam laporan keuangan berdasarkan standar akuntansi. Di sinilah RNAV (Revaluated Net Asset Value) atau Nilai Aset Bersih yang Dinilai Ulang menjadi metode valuasi yang paling relevan. Artikel ini akan membahas secara mendalam...

Artikel menarik lainnya:

  1. Ultimate Oscillator: Menggabungkan Tiga Timeframe untuk Akurasi Lebih Tinggi
  2. Drawdown Duration: Indikator Pemulihan yang Sering Terlupakan
  3. Momentum (MOM): Indikator Paling Sederhana untuk Mengukur Kecepatan Harga
  4. Memahami Rasio LTV (Loan to Value) untuk Analisis Perusahaan Keuangan
  5. The Pinocchio Bar: Sumbu Panjang yang Berbohong dan Menjadi Sinyal Reversal
  6. Hanging Man (Bearish): Pola Satu Candlestink Peringatan Dini Akhir Tren Naik
  7. Anchoring Bias: Bahaya Terpaku pada Harga Beli atau Harga Tertinggi
  8. Ladder Bottom: Pola Tangga yang Membawa Harga Naik dari Jurang
  9. Iceberg Pattern – Membaca Jejak Tersembunyi Pemain Besar
  10. Detrended Price Oscillator (DPO): Menghilangkan Tren untuk Melihat Siklus Tersembunyi

TradingView Chart - BJTM