Update: Jumat, 22 Mei 2026

AGII

PT. Samator Indo Gas Tbk.

Rp 2.760
+2.60%
Volume
1.575 lot
MA 5
2.790
MA 20
3.001
RSI
38.19
High
2.780
Low
2.680

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
2.86%
Support (10d)
2.660
Resistance (10d)
3.230
Volume Trend (10d)
+3.1%
Score
35
Win Rate (30d)
30 %
P/L (30d)
-18.10 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (38.2)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 79 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham AGII saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 38.2, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.86%. Area support terdekat berada di sekitar Rp2.660, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp3.230.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 35 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 2.527 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Working Capital Turnover: Seberapa Efisien Perusahaan Mengelola Modal Kerja?

Dalam dunia investasi saham, banyak investor terpaku pada rasio-rasio populer seperti Price to Earnings (P/E), Return on Equity (ROE), atau Debt to Equity (DER). Namun ada satu rasio yang sering luput dari perhatian, padahal ia mampu membedakan perusahaan yang sehat secara operasional dari perusahaan yang hanya "tampak" sehat di laporan laba rugi. Rasio itu adalah Working Capital Turnover (Perputaran Modal Kerja). Rasio ini menjawab pertanyaan sederhana namun mendasar: Seberapa efektif perusahaan menggunakan modal kerjanya untuk menghasilkan penjualan? Apa Itu Working Capital Turnover? Working Capital Turnover adalah rasio yang mengukur seberapa banyak pendapatan (penjualan) yang dapat dihasilkan oleh perusahaan untuk setiap rupiah modal kerja yang digunakan. Rumusnya: Working Capital Turnover=Penjualan BersihModal Kerja Rata-rataWorking Capital Turnover=Modal Kerja Rata-rataPenjualan Bersih​ Sedangkan Modal Kerja (Working Capital) adalah: Modal Kerja=Aset Lancar−Liabilitas LancarModal Kerja=Aset Lancar−Liabilitas Lancar Contoh sederhana: Sebuah perusahaan memiliki penjualan tahunan Rp 100 miliar. Modal...

Artikel menarik lainnya:

  1. Rounding Top (Dome): Kubah yang Menandai Perlahan Berakhirnya Tren Naik
  2. Discounted Cash Flow (DCF): Senjata Utama Value Investor
  3. Right Issue Saham: Ketika Perusahaan Mengundang Pemegang Saham untuk Menambah Modal
  4. Seasonal Pattern: Januari, Ramadhan, dan Efek Kalender dalam Saham
  5. Diagonal Triangle: Segitiga Diagonal yang Menandai Puncak dan Awal Tren
  6. Ladder Bottom: Pola Tangga yang Membawa Harga Naik dari Jurang
  7. Core-Satellite Portfolio: Strategi Cerdas Memadukan Stabilitas dan Pertumbuhan
  8. Unbilled Revenue: Jendela Menuju Pendapatan Masa Depan Konstruksi
  9. Climax Volume: Volume Ekstrim di Ujung Tren sebagai Tanda Kelelahan
  10. Dividen Reinvestment Plan (DRIP): Cara Cerdas Meningkatkan Return Investasi

TradingView Chart - AGII