Update: Jumat, 5 Juni 2026

IDPR

PT. Indonesia Pondasi Raya Tbk.

Rp 296
-0.67%
Volume
1.247 lot
MA 5
300
MA 20
300
RSI
46.67
High
304
Low
296
Nilai
15/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis, gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi dan atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
0.60%
Support (10d)
284
Resistance (10d)
308
Volume Trend (10d)
+227.6%
Score
15
Win Rate (30d)
23.33 %
P/L (30d)
-3.27 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (46.7)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -3 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham IDPR saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 46.7, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 0.60%. Area support terdekat berada di sekitar Rp284, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp308.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 15 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 270 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Strategi Tilt Factor: Memanfaatkan Size, Value, dan Momentum untuk Meningkatkan Return

Anda mungkin sudah akrab dengan pendekatan investasi pasif melalui index fund atau ETF pasar luas. Strategi ini memang sederhana dan efektif — Anda mendapatkan return pasar (beta). Namun, bagaimana jika ada cara untuk secara sistematis mendapatkan return di atas pasar (alpha) tanpa harus menjadi trader aktif atau menebak-nebak saham? Di sinilah strategi tilt factor berperan. Berdasarkan riset puluhan tahun dari para akademisi keuangan seperti Eugene Fama dan Kenneth French, ada faktor-faktor tertentu yang secara historis memberikan return lebih tinggi daripada pasar secara keseluruhan dalam jangka panjang. Tiga faktor yang paling terkenal dan terbukti adalah Size, Value, dan Momentum. Apa Itu Strategi Tilt Factor? Tilt artinya memiringkan atau membebani. Dalam konteks ini, Anda tetap memiliki portofolio inti yang terdiversifikasi luas (misalnya ETF IHSG atau S&P 500),...

Artikel menarik lainnya:

  1. Falling Three Methods: Konsolidasi di Tengah Penurunan yang Mematikan
  2. Expense Ratio: Pembunuh Senyap Profitabilitas Asuransi
  3. Rasio Burn Rate: Detak Jantung Keuangan Startup Sebelum Tumbang
  4. Over-trading karena Nafsu Balas Dendam: Saat Emosi Menghancurkan Akun Trading
  5. Negative Volume Index (NVI) dan Positive Volume Index (PVI) – Membaca Cerdas di Hari Sepi
  6. Island Gap: Ketika Harga Terdampar Sendirian Sebelum Berbalik Arah
  7. Rasio ROE (Return on Equity) untuk Screening Saham
  8. Pipe Bottom: Candlestick Kecil di Akhir Downtrend sebagai Sinyal Pembalikan
  9. Value at Risk (VaR) Sederhana: Mengukur Risiko dalam Satu Angka
  10. Mengidentifikasi Black Swan Risk: Melindungi Portofolio dari Peristiwa Langka yang Dahsyat

TradingView Chart - IDPR