Update: Jumat, 22 Mei 2026

IDPR

PT. Indonesia Pondasi Raya Tbk.

Rp 298
0.00%
Volume
171 lot
MA 5
299
MA 20
302
RSI
36.36
High
300
Low
294

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
0.51%
Support (10d)
284
Resistance (10d)
306
Volume Trend (10d)
-51.9%
Score
10
Win Rate (30d)
23.33 %
P/L (30d)
-1.97 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (36.4)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -53 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham IDPR saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 36.4, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 0.51%. Area support terdekat berada di sekitar Rp284, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp306.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 10 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 270 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Analisis EBITDA: Senjata Ampuh yang Juga Bisa Menyesatkan

Dalam dunia keuangan dan investasi saham, Anda pasti sering mendengar istilah EBITDA. Hampir setiap laporan tahunan perusahaan, presentasi manajemen, dan riset analis keuangan mencantumkan metrik ini. EBITDA dipuja sebagai indikator profitabilitas operasional yang "lebih murni" dibandingkan laba bersih. Namun di balik popularitasnya, EBITDA juga menyimpan bahaya besar jika digunakan secara membabi buta. Banyak investor yang terjebak karena terlalu percaya pada EBITDA tanpa memahami kelemahan mendasarnya. Artikel ini akan membahas secara jujur tentang EBITDA: apa itu, bagaimana menghitungnya, mengapa ia berguna, tetapi yang lebih penting – mengapa ia juga bisa sangat menyesatkan. Apa Itu EBITDA? EBITDA adalah singkatan dari Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization. Dalam bahasa Indonesia: Laba Sebelum Bunga, Pajak, Depresiasi, dan Amortisasi. Dengan kata lain, EBITDA adalah laba operasional perusahaan sebelum dipotong:...

Artikel menarik lainnya:

  1. Over-trading karena Nafsu Balas Dendam: Saat Emosi Menghancurkan Akun Trading
  2. The Kickback Pattern: Momentum Terhenti Sebentar Lalu Melanjutkan Tren
  3. Valuasi Perusahaan dengan Multiple Segment: Seni Membongkar Nilai di Balik Konglomerat
  4. Analisis Depresiasi dan Amortisasi: Kunci Membaca Kualitas Laba dan Valuasi Saham
  5. Expense Ratio: Pembunuh Senyap Profitabilitas Asuransi
  6. Cara Menghitung Profit/Loss Saham Secara Manual: Panduan Langkah demi Langkah
  7. Kicking Pattern: Tendangan Keras yang Mengubah Arah Pasar
  8. Bid, Offer, Last, Volume: Istilah Wajib yang Harus Dikuasai Trader Pemula
  9. Hubungan Market Cap dengan Risiko dan Likuiditas: Panduan Memilih Saham yang Tepat
  10. Diagonal Triangle: Segitiga Diagonal yang Menandai Puncak dan Awal Tren

TradingView Chart - IDPR