Update: Kamis, 20 Agustus 2026

SMGR

PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk.

Rp 1.545
+1.31%
Volume
84.064 lot
MA 5
1.542
MA 20
1.526
RSI
60.00
High
1.555
Low
1.525
Nilai
75/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
1.53%
Support (10d)
1.480
Resistance (10d)
1.640
Volume Trend (10d)
+19.4%
Score
75
Win Rate (30d)
56.67 %
P/L (30d)
9.57 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (60.0)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -36.531 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham SMGR saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 60.0, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.53%. Area support terdekat berada di sekitar Rp1.480, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp1.640.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 75 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 1.545 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 1.777 - 1.931 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 1.468 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Saham Bonus untuk Bos, Risiko untuk Investor?: Memahami Rasio Pembayaran Berbasis Saham

Di era startup teknologi dan perusahaan pertumbuhan tinggi, memberikan gaji dalam bentuk uang tunai saja dianggap "kuno". Sebagai gantinya, perusahaan menawarkan opsi saham (stock options), Restricted Stock Units (RSU), atau stock grants kepada karyawan kunci dan direksi. Ini disebut sebagai kompensasi berbasis saham (stock-based compensation/SBC). Bagi perusahaan, ini cara cerdas untuk menghemat kas dan menyelaraskan kepentingan karyawan dengan pemegang saham. Namun bagi investor saham, SBC adalah pedang bermata dua. Di satu sisi bisa mendorong pertumbuhan, di sisi lain dapat mengencerkan kepemilikan Anda secara diam-diam. Artikel ini akan membahas Rasio Pembayaran Berbasis Saham, bagaimana menghitungnya, dan mengapa Anda wajib memantaunya sebelum membeli saham sebuah emiten. Apa Itu Kompensasi Berbasis Saham (Stock Compensation)? Stock-based compensation adalah pembayaran kepada karyawan, direktur, atau konsultan dalam bentuk instrumen ekuitas (saham)...

Artikel menarik lainnya:

  1. Mengukur Amarah dan Keserakahan Pasar: Memahami CNN Fear & Greed Index
  2. Multi-Factor Portfolio ala Cliff Asness: Menggabungkan Kekuatan Faktor untuk Kinerja Superior
  3. Memisahkan Gandum dari Sekam: Analisis Non-Recurring Items dalam Laporan Laba Rugi
  4. Net Current Asset Value (NCAV): Strategi "Saham Murni" ala Benjamin Graham
  5. Index Fund: Cara Paling Sederhana dan Andal untuk Berinvestasi di Saham
  6. Gann Grid – Kotak Geometris yang Memetakan Waktu dan Harga
  7. Bahaya Overtrading Akibat Boredom: Ketika Pasar Sepi, Trader Membuat Kesalahan Sendiri
  8. The 2B Pattern: Pola False Breakout Reversal dari Joe Ross
  9. Chaikin Money Flow (CMF) – Mengukur Tekanan Beli dan Jual Secara Periodik
  10. Unique Three River: Pola Langka yang Menandai Titik Jenuh Penjualan

TradingView Chart - SMGR