Update: Rabu, 10 Juni 2026

SPTO

PT. Surya Pertiwi Tbk.

Rp 570
+0.88%
Volume
47.472 lot
MA 5
562
MA 20
569
RSI
52.38
High
575
Low
560
Nilai
55/100
Rekomendasi
HOLD *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis, gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi dan atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
1.24%
Support (10d)
540
Resistance (10d)
585
Volume Trend (10d)
+18.0%
Score
55
Win Rate (30d)
30 %
P/L (30d)
-12.98 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (52.4)
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -1.211 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham SPTO saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 52.4, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.24%. Area support terdekat berada di sekitar Rp540, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp585.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 585 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 644, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 540 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Book Value vs Market Value: Dua Dunia Berbeda dalam Menilai Saham

Dalam dunia investasi saham, ada dua cara utama untuk "memberi harga" pada sebuah perusahaan. Cara pertama adalah dengan melihat nilai buku (book value) – berapa nilai perusahaan menurut catatan akuntansi. Cara kedua adalah dengan melihat nilai pasar (market value) – berapa nilai perusahaan menurut penilaian pasar saham. Keduanya seringkali sangat berbeda. Sebuah perusahaan bisa memiliki nilai buku Rp1 triliun tetapi nilai pasarnya Rp500 miliar (diskonto). Atau sebaliknya, nilai buku Rp1 triliun tetapi nilai pasar Rp5 triliun (premium). Memahami perbedaan antara book value dan market value adalah fondasi penting dalam analisis fundamental dan strategi investasi. Artikel ini akan membahas secara mendalam kedua konsep ini, perbedaannya, serta bagaimana investor cerdas menggunakannya untuk mengambil keputusan. Apa Itu Book Value (Nilai Buku)? Book Value atau Nilai Buku adalah nilai...

Artikel menarik lainnya:

  1. PER Forward vs Trailing: Mana yang Lebih Akurat Menilai Saham?
  2. Homing Pigeon: Pola Merpati yang Membawa Kabar Baik di Tengah Kepanikan
  3. Morning Star: Bintang Fajar yang Menerangi Pembalikan Bullish
  4. Plowback Ratio: Berapa Banyak Laba yang Ditanam Kembali oleh Perusahaan?
  5. Rickshaw Man: Doji Berekor Panjang yang Sarat Sinyal
  6. Money Flow Index (MFI): RSI yang Memperhitungkan Volume
  7. Margin Trading: Kelebihan dan Bahaya yang Wajib Diketahui Investor
  8. Membaca Pasar Lewat Perasaan: Mengenal AAII Sentiment Survey
  9. Memahami IHSG: Barometer Kesehatan Pasar Modal Indonesia
  10. Ketika Aset Fisik Hampir Tidak Ada: Memahami Rasio P/TBV untuk Perusahaan Teknologi

TradingView Chart - SPTO