Update: Senin, 5 Oktober 2026

SPTO

PT. Surya Pertiwi Tbk.

Rp 605
+0.83%
Volume
10.219 lot
MA 5
604
MA 20
606
RSI
50.00
High
610
Low
600
Nilai
80/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
0.57%
Support (10d)
595
Resistance (10d)
610
Volume Trend (10d)
-16.2%
Score
80
Win Rate (30d)
30 %
P/L (30d)
-2.42 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (50.0)
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 1.464 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham SPTO saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 50.0, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 0.57%. Area support terdekat berada di sekitar Rp595, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp610.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 80 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 605 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 696 - 756 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 575 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Menggunakan Correlation Matrix untuk Membangun Portofolio Saham yang Tangguh

Setiap investor saham pasti pernah mendengar pepatah: "Jangan menaruh semua telur dalam satu keranjang." Diversifikasi adalah kunci untuk mengurangi risiko. Namun, tahukah Anda bahwa diversifikasi tidak cukup hanya dengan membeli banyak saham? Jika Anda memiliki 10 saham tetapi semuanya bergerak naik turun secara bersamaan, Anda sebenarnya tidak terdiversifikasi sama sekali. Di sinilah Correlation Matrix (matriks korelasi) menjadi alat yang sangat berharga. Apa Itu Korelasi dalam Saham? Korelasi mengukur seberapa erat hubungan pergerakan harga antara dua saham. Nilai korelasi berkisar antara -1 hingga +1. Nilai Korelasi Arti Contoh +1 Bergerak sempurna searah Dua saham bank besar di negara yang sama 0 Tidak ada hubungan Saham tambang vs saham ritel makanan -1 Bergerak berlawanan sempurna Jarang terjadi di saham, lebih umum di aset seperti emas vs dolar...

Artikel menarik lainnya:

  1. ARPU: Mata Uang Baru dalam Valuasi Saham Perusahaan Digital
  2. Pipe Bottom: Candlestick Kecil di Akhir Downtrend sebagai Sinyal Pembalikan
  3. High Wave: Candlestik dengan Sumbu Panjang di Kedua Sisi
  4. Gann Grid – Kotak Geometris yang Memetakan Waktu dan Harga
  5. Smart Beta: Jembatan antara Index Pasif dan Faktor Aktif
  6. Mengelola Drawdown Psikologis: Ketika Musuh Terbesar Berada di Dalam Pikiran Anda
  7. Inverse Head and Shoulders: Pola Pembalikan Bullish yang Paling Dapat Diandalkan
  8. Pendanaan Tersembunyi di Balik Hubungan Dagang: Analisis Vendor Financing dalam Dunia Saham
  9. Stock Split: Alasan dan Dampak Harga
  10. Valuasi Saham Perkebunan dengan Harga CPO: Mengikuti Irama Komoditas

TradingView Chart - SPTO