Update: Jumat, 22 Mei 2026

SPTO

PT. Surya Pertiwi Tbk.

Rp 555
+0.91%
Volume
16.109 lot
MA 5
557
MA 20
603
RSI
9.52
High
555
Low
530

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
0.81%
Support (10d)
530
Resistance (10d)
605
Volume Trend (10d)
+1.1%
Score
35
Win Rate (30d)
16.67 %
P/L (30d)
-15.91 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (9.5) - Potential reversal
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -3.830 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham SPTO saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 9.5, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 0.81%. Area support terdekat berada di sekitar Rp530, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp605.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 35 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 504 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Expense Ratio: Pembunuh Senyap Profitabilitas Asuransi

Ketika investor menganalisis saham perusahaan asuransi, perhatian biasanya tertuju pada pertumbuhan premi atau rasio klaim. Namun, ada satu metrik yang sering luput dari pantauan padahal mampu menggerus laba secara perlahan namun pasti: Expense Ratio. Jika claim ratio adalah musuh dari depan yang terlihat jelas, expense ratio adalah musuh dari samping yang bergerak senyap. Sebuah perusahaan bisa memiliki claim ratio yang rendah namun tetap merugi karena biaya operasional yang membengkak. Artikel ini akan membedah apa itu expense ratio, komponen-komponen di dalamnya, serta bagaimana metrik ini menjadi penentu akhir profitabilitas emiten asuransi di mata investor cerdas. Apa Itu Expense Ratio? Expense ratio adalah perbandingan antara total biaya operasional yang dikeluarkan perusahaan asuransi dengan total premi bersih yang berhasil dihimpun. Expense Ratio = (Total Beban Operasional / Total...

Artikel menarik lainnya:

  1. AISC: Metrik Paling Jujur di Laporan Keuangan Tambang
  2. Market Risk Premium: Harga yang Harus Dibayar untuk Keberanian Memegang Saham
  3. Rounding Bottom (Saucer): Piring yang Menandai Perlahan Bangkitnya Tren Naik
  4. Andrews' Pitchfork – Garpu Tala yang Mengukur Irama Harga
  5. Valuasi Saham Batu Bara dengan Harga Komoditas: Ekstrem, Volatil, dan Penuh Peluang
  6. Rasio Inventory Turnover: Mengukur Efisiensi Persediaan Perusahaan
  7. Reward to Risk Ratio: Mengapa Minimal 1:2 Adalah Kunci Profit Jangka Panjang
  8. Conditional VaR (CVaR) atau Expected Shortfall: Mengukur Sisi Buruk dari Kerugian Ekstrem
  9. Rasio EV per Kapasitas Produksi: Mengukur Nilai Pabrik di Balik Harga Saham
  10. Pengertian Dividen: Tunai, Saham, dan Cara Hitung untuk Pemula

TradingView Chart - SPTO