Update: Kamis, 20 Agustus 2026

IMPC

PT. Impack Pratama Industri Tbk.

Rp 1.400
+3.32%
Volume
212.961 lot
MA 5
1.393
MA 20
1.500
RSI
36.26
High
1.405
Low
1.335
Nilai
45/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
2.14%
Support (10d)
1.335
Resistance (10d)
1.610
Volume Trend (10d)
+1.9%
Score
45
Win Rate (30d)
43.33 %
P/L (30d)
-2.78 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (36.3)
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -37.968 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham IMPC saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 36.3, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.14%. Area support terdekat berada di sekitar Rp1.335, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp1.610.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 45 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 1.335, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Working Capital Turnover: Seberapa Efisien Perusahaan Mengelola Modal Kerja?

Dalam dunia investasi saham, banyak investor terpaku pada rasio-rasio populer seperti Price to Earnings (P/E), Return on Equity (ROE), atau Debt to Equity (DER). Namun ada satu rasio yang sering luput dari perhatian, padahal ia mampu membedakan perusahaan yang sehat secara operasional dari perusahaan yang hanya "tampak" sehat di laporan laba rugi. Rasio itu adalah Working Capital Turnover (Perputaran Modal Kerja). Rasio ini menjawab pertanyaan sederhana namun mendasar: Seberapa efektif perusahaan menggunakan modal kerjanya untuk menghasilkan penjualan? Apa Itu Working Capital Turnover? Working Capital Turnover adalah rasio yang mengukur seberapa banyak pendapatan (penjualan) yang dapat dihasilkan oleh perusahaan untuk setiap rupiah modal kerja yang digunakan. Rumusnya: Working Capital Turnover=Penjualan BersihModal Kerja Rata-rataWorking Capital Turnover=Modal Kerja Rata-rataPenjualan Bersih​ Sedangkan Modal Kerja (Working Capital) adalah: Modal Kerja=Aset Lancar−Liabilitas LancarModal Kerja=Aset Lancar−Liabilitas Lancar Contoh sederhana: Sebuah perusahaan memiliki penjualan tahunan Rp 100 miliar. Modal...

Artikel menarik lainnya:

  1. Broadening Formation (Megaphone): Corong yang Menandakan Ketidakpastian Ekstrem
  2. Backlog: Detak Jantung Perusahaan Infrastruktur
  3. Memahami Metode Gordon Growth: Cara Menilai Saham Berdasarkan Dividen
  4. Portfolio Rebalancing: Bulanan vs Tahunan, Mana yang Lebih Menguntungkan?
  5. Ukuran Profitabilitas di Balik Setiap Polis: Analisis New Business Margin dalam Saham Asuransi Jiwa
  6. Triple Bottom: Tiga Lembah yang Menandai Awal Tren Naik
  7. Rickshaw Man: Doji Berekor Panjang yang Sarat Sinyal
  8. Memahami Dunia Saham: Panduan Pengertian dan Cara Kerja untuk Pemula
  9. Satellite Portfolio: Menambah Power dengan Small Cap dan Komoditas
  10. CAC vs LTV: Rasio Paling Jujur untuk Menilai Saham Teknologi

TradingView Chart - IMPC