Update: Kamis, 20 Agustus 2026

MITI

PT. Mitra Investindo Tbk.

Rp 210
+0.96%
Volume
20.281 lot
MA 5
200
MA 20
189
RSI
71.68
High
212
Low
204
Nilai
40/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
2.93%
Support (10d)
185
Resistance (10d)
228
Volume Trend (10d)
-71.3%
Score
40
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
15.38 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bearish RSI: Overbought (71.7) - Potential correction
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -1.398 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham MITI saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 71.7, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh beli (overbought) sehingga berpotensi terkoreksi dalam jangka pendek.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.93%. Area support terdekat berada di sekitar Rp185, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp228.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 40 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 185, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Saham Bonus untuk Bos, Risiko untuk Investor?: Memahami Rasio Pembayaran Berbasis Saham

Di era startup teknologi dan perusahaan pertumbuhan tinggi, memberikan gaji dalam bentuk uang tunai saja dianggap "kuno". Sebagai gantinya, perusahaan menawarkan opsi saham (stock options), Restricted Stock Units (RSU), atau stock grants kepada karyawan kunci dan direksi. Ini disebut sebagai kompensasi berbasis saham (stock-based compensation/SBC). Bagi perusahaan, ini cara cerdas untuk menghemat kas dan menyelaraskan kepentingan karyawan dengan pemegang saham. Namun bagi investor saham, SBC adalah pedang bermata dua. Di satu sisi bisa mendorong pertumbuhan, di sisi lain dapat mengencerkan kepemilikan Anda secara diam-diam. Artikel ini akan membahas Rasio Pembayaran Berbasis Saham, bagaimana menghitungnya, dan mengapa Anda wajib memantaunya sebelum membeli saham sebuah emiten. Apa Itu Kompensasi Berbasis Saham (Stock Compensation)? Stock-based compensation adalah pembayaran kepada karyawan, direktur, atau konsultan dalam bentuk instrumen ekuitas (saham)...

Artikel menarik lainnya:

  1. Mengelola Psikologi saat Saham Turun setelah Beli: Jangan Panik, Lakukan Ini!
  2. The Slingshot Pattern: Ketika Harga "Memanah" dari Bollinger Bands
  3. Efek Overconfidence: Bahaya Tersembunyi di Balik Profit Berturut-turut
  4. Gross Development Value (GDV): Metrik Wajib Sebelum Beli Saham Developer Properti
  5. Symmetrical Triangle: Segitiga Simetris yang Netral Namun Penuh Peluang
  6. Net Interest Margin (NIM): Barometer Utama Kinerja Saham Bank
  7. Harami Bullish: Sinyal Kehamilan yang Menandakan Kelahiran Tren Baru
  8. Risk Based Capital (RBC): Alat Ukur Ketahanan Finansial Emiten Asuransi
  9. Visualisasi Tujuan Keuangan vs Fluktuasi Harian: Jangan Biarkan Pergerakan 5 Menit Menghancurkan Mimpi 5 Tahun
  10. Lump Sum vs DCA: Mana Lebih Unggul? Perdebatan Klasik yang Wajib Dipahami Investor

TradingView Chart - MITI