Update: Jumat, 22 Mei 2026

INOV

PT. Inocycle Technology Group Tbk.

Rp 124
-1.59%
Volume
14.241 lot
MA 5
131
MA 20
139
RSI
24.10
High
129
Low
119

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
4.00%
Support (10d)
117
Resistance (10d)
160
Volume Trend (10d)
-85.4%
Score
55
Win Rate (30d)
30 %
P/L (30d)
-12.06 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (24.1) - Potential reversal
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 3.067 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham INOV saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 24.1, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 4.00%. Area support terdekat berada di sekitar Rp117, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp160.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 160 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 176, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 117 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Rasio Biaya Sewa terhadap EBITDA: Mengungkap Beban Tersembunyi yang Sering Diabaikan Investor

Dalam dunia saham, investor fokus pada laba bersih, pendapatan, dan arus kas. Namun, ada satu pos biaya yang sering luput dari perhatian padahal bisa sangat signifikan: biaya sewa (rent expense). Baik itu sewa toko, sewa pabrik, sewa kantor, atau sewa peralatan—biaya ini mengalir keluar setiap bulan dan mengurangi laba perusahaan. Rasio Biaya Sewa terhadap EBITDA adalah alat sederhana namun kuat untuk mengukur seberapa besar beban sewa membebani operasional perusahaan. Artikel ini akan membahas apa itu rasio ini, mengapa penting, bagaimana interpretasinya, serta bagaimana menggunakannya untuk menghindari saham dengan beban sewa yang terlalu berat. 1. Apa Itu Rasio Biaya Sewa terhadap EBITDA? Rasio Biaya Sewa terhadap EBITDA membandingkan total biaya sewa tahunan dengan EBITDA (Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization). Rumus: Rasio Sewa/EBITDA = Beban...

Artikel menarik lainnya:

  1. Rasio Interest Coverage: Seberapa Mampu Perusahaan Membayar Bunga Utang?
  2. Gator Oscillator: Membaca Siklus "Tidur dan Makan" Alligator Bill Williams
  3. Gann Grid – Kotak Geometris yang Memetakan Waktu dan Harga
  4. Inverse Head and Shoulders: Pola Pembalikan Bullish yang Paling Dapat Diandalkan
  5. Mengenal MACD: Crossover, Divergence Histogram, dan Zero Line Crossing
  6. NPM vs GPM: Memahami Dua Rasio Profitabilitas yang Berbeda
  7. Perbedaan Day Trader vs Investor: Dua Dunia, Dua Psikologi yang Berbeda
  8. Framing Bias: Bagaimana Cara Penyajian Informasi Mengubah Keputusan Investasi Anda
  9. Satellite Portfolio: Menambah Power dengan Small Cap dan Komoditas
  10. Reward to Risk Ratio: Mengapa Minimal 1:2 Adalah Kunci Profit Jangka Panjang

TradingView Chart - INOV