Update: Rabu, 10 Juni 2026

GTSI

PT. GTS Internasional Tbk.

Rp 131
+7.38%
Volume
1.333.239 lot
MA 5
115
MA 20
163
RSI
27.74
High
136
Low
108
Nilai
90/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis, gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi dan atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
5.07%
Support (10d)
96
Resistance (10d)
180
Volume Trend (10d)
+74.0%
Score
90
Win Rate (30d)
20 %
P/L (30d)
-51.12 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Oversold (27.7) - Potential reversal
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 15.816 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham GTSI saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 27.7, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 5.07%. Area support terdekat berada di sekitar Rp96, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp180.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 90 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 131 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 151 - 164 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 124 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Unbilled Revenue: Jendela Menuju Pendapatan Masa Depan Konstruksi

Saham perusahaan konstruksi memiliki karakteristik yang unik. Pendapatan dan laba yang dilaporkan dalam satu kuartal seringkali tidak mencerminkan pekerjaan yang sedang berjalan, melainkan hasil dari proyek-proyek yang mungkin telah dimulai satu atau dua tahun sebelumnya. Akibatnya, investor yang hanya melihat laporan laba rugi bisa saja tertinggal atau justru terjebak dalam ilusi pertumbuhan sesaat. Di sinilah Unbilled Revenue (atau pendapatan yang belum ditagih) menjadi salah satu metrik paling krusial. Ia adalah jendela yang memperlihatkan pekerjaan yang sudah dilakukan tetapi belum diakui sebagai pendapatan — sekaligus menjadi indikator kuat tentang arus kas dan pendapatan masa depan perusahaan konstruksi. Apa Itu Unbilled Revenue? Unbilled Revenue adalah nilai pekerjaan konstruksi yang telah dilaksanakan oleh perusahaan (sesuai persentase penyelesaian proyek), tetapi belum dapat ditagihkan kepada pemberi kerja karena termin penagihan...

Artikel menarik lainnya:

  1. Runaway (Measuring) Gap: Lompatan di Tengah Tren yang Bisa Mengukur Target Harga
  2. The Upthrust: Harga Naik Sebentar Lalu Turun sebagai Konfirmasi Resistance
  3. All Weather Portfolio: Solusi Investasi Sepanjang Musim untuk Investor Pasif
  4. Pengelolaan Ekspektasi Tahun Pertama Trading: Realita di Balik Mimpi Cepat Kaya
  5. Over-trading karena Nafsu Balas Dendam: Saat Emosi Menghancurkan Akun Trading
  6. Risk Based Capital (RBC): Alat Ukur Ketahanan Finansial Emiten Asuransi
  7. Rasio Effective Tax Rate: Deteksi Manipulasi Laba dan Keunggulan Pajak Tersembunyi
  8. Fear of Missing Out Saat IPO Meledak: Ketika Ketakutan Ketinggalan Kereta Menghancurkan Portofolio
  9. Dividend Yield Tinggi: Jebakan atau Peluang?
  10. Negative Volume Index (NVI) dan Positive Volume Index (PVI) – Membaca Cerdas di Hari Sepi

TradingView Chart - GTSI