Update: Senin, 5 Oktober 2026

GTSI

PT. GTS Internasional Tbk.

Rp 130
0.00%
Volume
253.041 lot
MA 5
132
MA 20
150
RSI
28.13
High
137
Low
127
Nilai
60/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
2.81%
Support (10d)
124
Resistance (10d)
161
Volume Trend (10d)
-40.9%
Score
60
Win Rate (30d)
20 %
P/L (30d)
-26.55 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (28.1) - Potential reversal
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 16.986 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham GTSI saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 28.1, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.81%. Area support terdekat berada di sekitar Rp124, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp161.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 60 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish moderat dan masih cukup positif.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 133 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 143 - 150 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 121 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

P/NAV: Kunci Menilai Reksadana Properti Sebelum Investasi

Reksadana properti adalah salah satu instrumen investasi kolektif yang menarik bagi investor yang ingin ekspos ke sektor real estat tanpa harus membeli properti fisik secara langsung. Namun, berbeda dengan reksadana saham yang nilai asetnya mudah diketahui dari harga pasar saham, reksadana properti memiliki tantangan unik: aset dasarnya (properti) tidak diperdagangkan setiap hari di bursa. Lalu, bagaimana cara mengetahui apakah reksadana properti yang Anda beli sudah mahal atau masih murah? Jawabannya ada pada rasio P/NAV (Price to Net Asset Value). Apa Itu NAV dan P/NAV? NAV (Net Asset Value) adalah nilai bersih aset reksadana per unit penyertaan. Untuk reksadana properti, NAV dihitung berdasarkan nilai wajar properti yang dimiliki (biasanya hasil penilaian appraisal oleh kantor jasa penilai independen) dikurangi kewajiban, dibagi dengan jumlah unit penyertaan yang beredar....

Artikel menarik lainnya:

  1. Efek Overconfidence: Bahaya Tersembunyi di Balik Profit Berturut-turut
  2. Analisis Economic Value Added (EVA): Apakah Perusahaan Benar-benar Ciptakan Nilai?
  3. 2P Reserve: Kunci Menilai Nilai Sesungguhnya Saham Migas
  4. Rasio Beta: Mengukur Kepekaan Saham Anda terhadap IHSG
  5. Mengenal Pola Tweezer Top: Sinyal Pembalik Harga yang Harus Diketahui Trader Saham
  6. The Compression Pattern: Range Menyempit Sebelum Ekspansi
  7. Rasio Enterprise Value terhadap Pendapatan (EV/Sales): Ukuran Terbaik untuk Saham yang Belum Untung
  8. ARPU: Mata Uang Baru dalam Valuasi Saham Perusahaan Digital
  9. Apa Itu Laba Bersih dan Laba Operasional? Panduan untuk Pemula
  10. Status Quo Bias: Bahaya Malas Menyeimbangkan Kembali Portofolio

TradingView Chart - GTSI