Update: Kamis, 20 Agustus 2026

IOTF

PT. Sumber Sinergi Makmur Tbk.

Rp 64
-3.03%
Volume
670.056 lot
MA 5
68
MA 20
59
RSI
65.79
High
66
Low
62
Nilai
55/100
Rekomendasi
HOLD *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
2.62%
Support (10d)
52
Resistance (10d)
79
Volume Trend (10d)
+1,280.5%
Score
55
Win Rate (30d)
23.33 %
P/L (30d)
20.75 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (65.8)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -39.610 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham IOTF saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 65.8, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.62%. Area support terdekat berada di sekitar Rp52, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp79.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 79 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 87, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 52 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Portfolio Rebalancing: Bulanan vs Tahunan, Mana yang Lebih Menguntungkan?

Dalam dunia saham dan investasi, ada satu kebenaran yang sering dilupakan saat pasar sedang rally atau crash: tanpa disiplin, portofolio Anda akan kehilangan keseimbangan. Seiring waktu, saham yang naik gemilang bisa mendominasi porsi investasi Anda, sementara aset pelindung seperti obligasi atau emas menjadi kerdil. Akibatnya, profil risiko portofolio Anda bergeser jauh dari rencana awal. Di sinilah rebalancing berperan. Rebalancing adalah tindakan menjual sebagai aset yang porsinya terlalu besar dan membeli aset yang porsinya terlalu kecil, untuk mengembalikan portofolio ke target alokasi semula. Pertanyaan klasiknya: Seberapa sering? Bulanan atau tahunan? Artikel ini akan mengupas tuntas perbandingan rebalancing bulanan versus tahunan, dilengkapi data historis, psikologi investor, serta rekomendasi praktis untuk investor saham di Indonesia. Mengapa Rebalancing Itu Penting? Sebelum membandingkan frekuensi, pahami dulu manfaat rebalancing: Mengendalikan risiko...

Artikel menarik lainnya:

  1. Psikologi Ketika Portofolio Naik 100%: Di Puncak Kemenangan, Bahaya Justru Mengintai
  2. Analisis DuPont 3 Langkah: Membongkar Rahasia ROE untuk Menilai Saham Lebih Cerdas
  3. Memahami Dunia Saham: Panduan Pengertian dan Cara Kerja untuk Pemula
  4. Rasio Likuiditas Cepat (Acid Test Ratio): Detektor Kebenaran Kemampuan Bayar Utang Perusahaan
  5. Confirmation Bias: Bahaya Hanya Mencari Bukti yang Membenarkan Diri Sendiri
  6. Saham Individual vs ETF: Mana yang Lebih Efisien dari Sisi Biaya dan Risiko?
  7. Membaca Pikiran Pasar: Cara Market Delta Mengungkap Reversal di Level Ekstrem
  8. High Node dan Low Node: Membaca Peta Kepadatan Volume untuk Menangkap Pergerakan Harga
  9. The Spring Pattern: Harga Turun Sebentar Lalu Naik Tajam sebagai Konfirmasi Support
  10. Unique Three River: Pola Langka yang Menandai Titik Jenuh Penjualan

TradingView Chart - IOTF