Update: Senin, 5 Oktober 2026

SGRO

PT. Prime Agri Resources Tbk.

Rp 4.210
-2.09%
Volume
88 lot
MA 5
4.344
MA 20
4.584
RSI
27.27
High
4.380
Low
4.180
Nilai
55/100
Rekomendasi
HOLD *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
1.53%
Support (10d)
4.050
Resistance (10d)
4.590
Volume Trend (10d)
-64.8%
Score
55
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
-12.47 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (27.3) - Potential reversal
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 20 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham SGRO saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 27.3, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.53%. Area support terdekat berada di sekitar Rp4.050, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp4.590.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 4.590 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 5.049, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 4.050 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Mengenal Bollinger Bands: Squeeze, Walking the Band, dan Double Bottom di Lower Band

Dalam analisis teknikal saham, ada satu indikator yang sangat populer karena kemampuannya menggabungkan konsep volatilitas, support/resistance dinamis, dan overbought/oversold dalam satu tampilan. Indikator itu adalah Bollinger Bands (Pita Bollinger). Bollinger Bands dikembangkan oleh John Bollinger pada tahun 1980-an. Indikator ini terdiri dari tiga garis yang mengelilingi pergerakan harga, membentuk seperti pita. Keunikan Bollinger Bands adalah lebarnya yang berubah-ubah mengikuti volatilitas pasar – ketika volatilitas tinggi, pita melebar; ketika volatilitas rendah, pita menyempit. Bollinger Bands memiliki tiga pola paling terkenal yang wajib dikuasai setiap trader: Squeeze (perubahan volatilitas), Walking the Band (trend kuat), dan Double Bottom di Lower Band (pola reversal). Artikel ini akan membahas ketiganya secara lengkap. Apa Itu Bollinger Bands? Bollinger Bands adalah indikator yang terdiri dari tiga garis: Komponen Parameter Standar Warna...

Artikel menarik lainnya:

  1. Receivable Turnover: Mengungkap Bahaya Piutang Macet di Balik Laporan Keuangan
  2. Portfolio Rebalancing: Bulanan vs Tahunan, Mana yang Lebih Menguntungkan?
  3. Rasio PBV Antar Sektor: Mengapa Bank dan Teknologi Tidak Bisa Dibandingkan secara Langsung
  4. Rasio Effective Tax Rate: Deteksi Manipulasi Laba dan Keunggulan Pajak Tersembunyi
  5. Island Reversal: Pulau Kecil yang Menandai Pembalikan Drastis
  6. Morning Star: Bintang Fajar yang Menerangi Pembalikan Bullish
  7. The Inside Bar: Range di Dalam Range Sebelumnya sebagai Sinyal Konsolidasi
  8. Gann Hexagon: Geometri Segi Enam untuk Support dan Resistance Pasar
  9. Memahami Rasio Shiller PER (CAPE): Apakah Pasar Saham Saat Ini Terlalu Mahal?
  10. Fractals Bill Williams: Pola 5 Bar High/Low untuk Identifikasi Support dan Resistance

TradingView Chart - SGRO