Update: Senin, 6 Juli 2026

SGRO

PT. Prime Agri Resources Tbk.

Rp 3.050
+2.01%
Volume
3.175 lot
MA 5
2.824
MA 20
2.838
RSI
59.84
High
3.090
Low
2.950
Nilai
55/100
Rekomendasi
HOLD *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
4.16%
Support (10d)
2.510
Resistance (10d)
3.090
Volume Trend (10d)
-25.8%
Score
55
Win Rate (30d)
50 %
P/L (30d)
1.67 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (59.8)
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -42 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham SGRO saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 59.8, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 4.16%. Area support terdekat berada di sekitar Rp2.510, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp3.090.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 3.090 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 3.399, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 2.510 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Gross Transaction Value (GTV): Mengukur Skala Riil Bisnis Digital

Dalam dunia saham, perusahaan digital seperti fintech, dompet elektronik, ride-hailing, dan platform pembayaran sering kali menjadi pusat perhatian investor karena pertumbuhannya yang eksplosif. Namun, berbeda dengan perusahaan manufaktur yang menjual produk fisik, atau bank yang mencatat pendapatan bunga, perusahaan digital ini memiliki cara unik dalam mengukur skala bisnis mereka: Gross Transaction Value (GTV). Banyak investor pemula yang bingung membedakan GTV dengan pendapatan (revenue) atau GMV (Gross Merchandise Value). Akibatnya, mereka bisa salah menilai valuasi dan prospek sebuah perusahaan. Artikel ini akan membahas secara mendalam apa itu GTV, bagaimana membedakannya dengan metrik serupa, mengapa ia penting untuk analisis saham digital, serta cara menggunakannya sebagai alat investasi. Apa Itu Gross Transaction Value (GTV)? Gross Transaction Value (GTV) adalah total nilai seluruh transaksi yang diproses melalui platform dalam...

Artikel menarik lainnya:

  1. Risk of Ruin dalam Trading Saham: Ketika Kebangkrutan Bukan Lagi Mitos
  2. KST Indicator (Know Sure Thing): Menggabungkan Empat Momentum dalam Satu Indikator
  3. Homing Pigeon: Pola Merpati yang Membawa Kabar Baik di Tengah Kepanikan
  4. Membaca Pasar Lewat Perasaan: Mengenal AAII Sentiment Survey
  5. Menentukan Risk per Trade: Aturan Emas 1-2% yang Melindungi Modal Anda
  6. Breakaway, Sinyal Pembalikan dengan Gap yang Kuat
  7. Climax Volume: Volume Ekstrim di Ujung Tren sebagai Tanda Kelelahan
  8. Gaji Bos vs Keuntungan Perusahaan: Mengukur Rasio Kompensasi Manajemen terhadap Laba Bersih
  9. Cara Analisis Prospektus Sebelum Beli Saham IPO: Jangan Hanya Ikut-ikutan!
  10. Disposisi Effect: Mengapa Kita Cepat Jual Saham Profit, tapi Tahan Saham Rugi

TradingView Chart - SGRO