Update: Kamis, 8 Oktober 2026

ANTM

PT. ANTAM (Persero) Tbk.

Rp 3.150
-2.48%
Volume
497.997 lot
MA 5
3.194
MA 20
3.216
RSI
39.08
High
3.240
Low
3.130
Nilai
15/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
1.81%
Support (10d)
3.030
Resistance (10d)
3.320
Volume Trend (10d)
-47.2%
Score
15
Win Rate (30d)
40 %
P/L (30d)
-0.32 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (39.1)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -20.736 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham ANTM saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 39.1, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.81%. Area support terdekat berada di sekitar Rp3.030, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp3.320.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 15 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 2.879 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Ultimate Oscillator: Menggabungkan Tiga Timeframe untuk Akurasi Lebih Tinggi

Dalam analisis teknikal saham, sebagian besar indikator momentum hanya menggunakan satu periode waktu (misalnya RSI 14 hari, Stochastic 14 periode, CCI 20 periode). Namun, ada satu indikator yang unik karena menggabungkan tiga periode waktu yang berbeda sekaligus: Ultimate Oscillator. Ultimate Oscillator dikembangkan oleh Larry Williams (pencipta Williams %R) pada tahun 1976. Latar belakang penciptaannya adalah frustrasi Larry Williams terhadap false signal yang sering terjadi pada indikator momentum tunggal. Ia menyadari bahwa tren yang sama bisa terlihat berbeda di timeframe yang berbeda (harian, mingguan, bulanan). Solusinya: menggabungkan tiga periode (short-term, intermediate-term, long-term) ke dalam satu indikator untuk mendapatkan gambaran yang lebih akurat. Ultimate Oscillator dirancang untuk mengurangi false signal (terutama di pasar sideways) dan memberikan sinyal overbought/oversold yang lebih andal. Indikator ini sangat cocok untuk...

Artikel menarik lainnya:

  1. Dividen Reinvestment Plan (DRIP): Cara Cerdas Meningkatkan Return Investasi
  2. Dragonfly Doji: Pola Satu Candlestick yang Menandakan Potensi Pembalikan Bullish
  3. Rasio Effective Tax Rate: Deteksi Manipulasi Laba dan Keunggulan Pajak Tersembunyi
  4. Net Premium Growth: Mesin Pertumbuhan Utama Emiten Asuransi
  5. Memahami IHSG: Barometer Kesehatan Pasar Modal Indonesia
  6. Conditional VaR (CVaR) atau Expected Shortfall: Mengukur Sisi Buruk dari Kerugian Ekstrem
  7. Analisis SOTP (Sum of The Parts): Membongkar Nilai Tersembunyi di Perusahaan Konglomerasi
  8. Chaikin Volatility – Mengukur Kecepatan Perubahan Harga
  9. Manajemen Waktu Trader Paruh Waktu vs Full Time: Dua Dunia, Dua Strategi Berbeda
  10. Apa Itu Market Cap? Memahami Kapitalisasi Pasar dengan Cara Sederhana

TradingView Chart - ANTM