Update: Senin, 7 September 2026

ANTM

PT. ANTAM (Persero) Tbk.

Rp 3.080
-1.28%
Volume
723.422 lot
MA 5
3.092
MA 20
3.112
RSI
50.77
High
3.120
Low
3.070
Nilai
50/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
1.60%
Support (10d)
3.020
Resistance (10d)
3.290
Volume Trend (10d)
-5.0%
Score
50
Win Rate (30d)
43.33 %
P/L (30d)
3.01 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (50.8)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 39.026 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham ANTM saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 50.8, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.60%. Area support terdekat berada di sekitar Rp3.020, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp3.290.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 50 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 3.020, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Strategi Dua Sayap: Mengintegrasikan Saham dengan Reksa Dana untuk Portofolio yang Lebih Kuat

Dalam dunia investasi ritel di Indonesia, sering muncul dikotomi buatan: seolah-olah investor harus memilih antara menjadi investor saham langsung atau investor reksa dana. Padahal, kedua instrumen ini bukanlah rival, melainkan mitra strategis yang bisa bekerja sama sangat baik. Mengintegrasikan saham langsung dengan reksa dana dalam satu portofolio memberikan yang terbaik dari dua dunia: kendali penuh atas saham pilihan Anda, ditambah diversifikasi dan kemudahan dari reksa dana. Artikel ini akan membahas mengapa kombinasi ini sangat ampuh, bagaimana cara mengintegrasikannya secara praktis, serta contoh alokasi untuk berbagai profil investor. Memahami Peran Masing-Masing Instrumen Sebelum membahas integrasi, mari kita pahami dulu kelebihan dan kekurangan alami dari saham langsung dan reksa dana. Saham Langsung Kelebihan Kekurangan Kendali penuh: Anda memilih saham sendiri Risiko tinggi jika hanya pegang sedikit saham...

Artikel menarik lainnya:

  1. Dividen dalam Bentuk Lembar Saham: Memahami Rasio Distribusi Saham Bonus
  2. Rising Broadening Wedge: Pola Ekspansi di Puncak yang Berakhir Bearish
  3. Belt Hold: Candlestik Pembukaan di Harga Tertinggi atau Terendah
  4. Rising Three Methods: Konsolidasi di Tengah Kenaikan yang Menjanjikan
  5. Cypher: Sandi Rahasia Pembalikan Harga yang Akurat
  6. Weekly Review: Mengukur Kinerja Trading dengan Profit Factor, Win Rate, dan Average RRR
  7. Strategi Anti-Martingale: Seni Membiarkan Keuntungan Bekerja untuk Anda
  8. Mengenal TMA (Triangular Moving Average): Rata-rata Bergerak yang Paling Halus
  9. Risk Parity: Filosofi Portofolio ala Ray Dalio yang Mengutamakan Risiko, Bukan Modal
  10. Pola 5-0: Formasi Harmonic yang Unik dengan Dua Opsi Pembalikan

TradingView Chart - ANTM