Update: Senin, 5 Oktober 2026

KRAS

PT. Krakatau Steel (Persero) Tbk.

Rp 238
+10.19%
Volume
66.550 lot
MA 5
221
MA 20
229
RSI
54.55
High
238
Low
216
Nilai
70/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
2.60%
Support (10d)
204
Resistance (10d)
238
Volume Trend (10d)
+4.8%
Score
70
Win Rate (30d)
40 %
P/L (30d)
4.39 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (54.6)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 2.872 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham KRAS saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 54.6, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.60%. Area support terdekat berada di sekitar Rp204, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp238.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 70 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 243 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 262 - 274 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 221 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Valuasi Saham Properti dengan RNAV: Menggali Nilai Tersembunyi di Balik Lahan dan Proyek

Saham sektor properti memiliki karakteristik yang sangat berbeda dari sektor lainnya. Perusahaan properti tidak menjual sabun atau memproduksi mobil. Bisnis mereka adalah mengembangkan lahan: membeli tanah, membangun perumahan, apartemen, atau kawasan industri, lalu menjualnya kepada konsumen dengan margin keuntungan. Karena sifat bisnisnya yang unik, metode valuasi konvensional seperti PER (Price to Earnings Ratio) atau bahkan PBV (Price to Book Value) seringkali tidak memadai. Mengapa? Karena nilai terbesar perusahaan properti seringkali tersembunyi di dalam lahan yang belum dikembangkan, proyek yang masih dalam pengerjaan, atau properti investasi yang disewakan. Nilai-nilai ini tidak tercermin secara akurat dalam laporan keuangan berdasarkan standar akuntansi. Di sinilah RNAV (Revaluated Net Asset Value) atau Nilai Aset Bersih yang Dinilai Ulang menjadi metode valuasi yang paling relevan. Artikel ini akan membahas secara mendalam...

Artikel menarik lainnya:

  1. Cut Loss Tepat: Kapan dan Bagaimana Caranya
  2. Rasio EV per Kapasitas Produksi: Mengukur Nilai Pabrik di Balik Harga Saham
  3. Earnings Yield: Membalik PER untuk Melihat Imbal Hasil Saham Anda
  4. Hook Reversal: Pola Sederhana yang Bisa Selamatkan Anda dari Jeratan Tren
  5. Menentukan Ukuran Posisi: Seni Mengelola Risiko sebelum Masuk Pasar
  6. Rasio Likuiditas Cepat (Acid Test Ratio): Detektor Kebenaran Kemampuan Bayar Utang Perusahaan
  7. Book Building dan Masa Penawaran IPO: Cara Menentukan Harga Saham Perdana
  8. Reaksi Terhadap Margin Call: Antara Panik dan Keputusan Rasional
  9. Rasio Underwriting Profit: Mengukur Kemampuan Inti Perusahaan Asuransi
  10. WACC: Berapa Sebenarnya Biaya Modal Perusahaan?

TradingView Chart - KRAS