Update: Senin, 6 Juli 2026

CHEK

PT. Diastika Biotekindo Tbk.

Rp 125
0.00%
Volume
13.534 lot
MA 5
122
MA 20
123
RSI
54.39
High
125
Low
123
Nilai
65/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
2.43%
Support (10d)
118
Resistance (10d)
131
Volume Trend (10d)
-88.6%
Score
65
Win Rate (30d)
40 %
P/L (30d)
2.46 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (54.4)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 275 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham CHEK saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 54.4, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.43%. Area support terdekat berada di sekitar Rp118, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp131.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 65 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish moderat dan masih cukup positif.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 128 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 138 - 144 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 116 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Stopping Volume: Volume Besar tapi Harga Berhenti

Dalam analisis teknikal, volume adalah salah satu alat paling penting untuk mengonfirmasi pergerakan harga. Secara umum, volume yang tinggi seharusnya mendukung pergerakan harga yang kuat. Namun, ada kondisi yang justru sebaliknya: volume sangat besar tetapi harga hampir tidak bergerak atau berhenti sama sekali. Kondisi ini dikenal sebagai Stopping Volume. Istilah ini dipopulerkan oleh Richard Wyckoff, salah satu analis teknikal paling berpengaruh di awal abad ke-20. Stopping volume adalah salah satu konsep kunci dalam metodologi Wyckoff untuk mengidentifikasi titik-titik di mana tren sedang kehabisan tenaga dan akan berbalik arah. Karakteristik Stopping Volume Stopping volume adalah kondisi pasar yang sangat spesifik, di mana terjadi lonjakan volume perdagangan yang signifikan namun harga hanya bergerak dalam rentang yang sangat sempit atau bahkan tidak bergerak sama sekali. Ciri-ciri spesifiknya...

Artikel menarik lainnya:

  1. Fibonacci Retracement – Level-Level Ajaib untuk Pullback dan Reversal
  2. Glosarium Istilah Saham Wajib Hafal untuk Pemula
  3. Hidden Asset: Ketika Nilai Buku Terlalu Rendah dan Pasar Melewatkan Harta Karun
  4. Cara Menghitung Profit/Loss Saham Secara Manual: Panduan Langkah demi Langkah
  5. Abandoned Baby: Bayi yang Terlantar dan Pembalikan Harga Paling Ekstrem
  6. Risk of Ruin dalam Trading Saham: Ketika Kebangkrutan Bukan Lagi Mitos
  7. Strategi Anti-Martingale: Seni Membiarkan Keuntungan Bekerja untuk Anda
  8. Breakaway, Sinyal Pembalikan dengan Gap yang Kuat
  9. EV/EBITDA: Alternatif PER untuk Perusahaan dengan Utang Besar
  10. Ribuan Skenario Masa Depan: Analisis Monte Carlo untuk Proyeksi Laba dalam Investasi Saham

TradingView Chart - CHEK