Update: Senin, 5 Oktober 2026

UNTD

PT. Terang Dunia Internusa Tbk.

Rp 76
+2.70%
Volume
87.833 lot
MA 5
74
MA 20
78
RSI
35.29
High
76
Low
74
Nilai
60/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
1.38%
Support (10d)
69
Resistance (10d)
81
Volume Trend (10d)
+18.4%
Score
60
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
-7.32 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (35.3)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 13.332 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham UNTD saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 35.3, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.38%. Area support terdekat berada di sekitar Rp69, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp81.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 60 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish moderat dan masih cukup positif.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 78 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 84 - 87 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 71 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Coppock Curve: Sinyal Beli Legendaris untuk Menangkap Bottom Pasar

Dalam dunia analisis teknikal, sebagian besar indikator dirancang untuk digunakan dalam berbagai kondisi pasar — tren naik, tren turun, maupun sideways. Namun, ada satu indikator yang diciptakan untuk tujuan yang sangat spesifik: menangkap bottom pasar setelah koreksi besar. Indikator itu adalah Coppock Curve. Diciptakan oleh ekonom Edwin Sedgwick Coppock pada tahun 1962, indikator ini awalnya dirancang untuk investasi jangka panjang di pasar saham AS. Hingga saat ini, Coppock Curve tetap menjadi salah satu alat paling andal untuk mengidentifikasi momen pembelian setelah pasar mengalami penurunan signifikan. Karakteristik Coppock Curve Coppock Curve adalah indikator momentum yang dihitung berdasarkan rata-rata tertimbang dari dua laju perubahan (rate of change / ROC) yang dihaluskan dengan moving average. Meskipun perhitungannya sedikit rumit, penggunaannya sangat sederhana. Ciri-ciri spesifik Coppock Curve adalah...

Artikel menarik lainnya:

  1. Mengenal Pola Bearish Flag dalam Analisis Teknikal Saham
  2. Beyond the Balance Sheet: Menilai Ekuitas di Balik Aset Tak Berwujud
  3. NPL (Non Performing Loan): Mengukur Risiko Kredit Macet Sebelum Membeli Saham Bank
  4. Psikologi Ketika Portofolio Turun 30%: Di Titik Terdalam, Karakter Anda Diuji
  5. Zig Zag – Menghilangkan Noise, Melihat Struktur dengan Lebih Jelas
  6. Analisis SOTP (Sum of The Parts): Membongkar Nilai Tersembunyi di Perusahaan Konglomerasi
  7. Runaway (Measuring) Gap: Lompatan di Tengah Tren yang Bisa Mengukur Target Harga
  8. ARPU: Mata Uang Baru dalam Valuasi Saham Perusahaan Digital
  9. Gartley: Formasi Harmonis yang Memadukan Geometri dan Fibonacci
  10. Jam Trading Terbaik untuk Psikologi: Menemukan Waktu di Mana Anda Berada di Puncak Kendali

TradingView Chart - UNTD