Update: Jumat, 22 Mei 2026

LAJU

PT. Jasa Berdikari Logistics Tbk.

Rp 60
+1.69%
Volume
89.637 lot
MA 5
67
MA 20
78
RSI
17.65
High
64
Low
54

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
2.72%
Support (10d)
54
Resistance (10d)
87
Volume Trend (10d)
-25.0%
Score
55
Win Rate (30d)
40 %
P/L (30d)
-25.93 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (17.7) - Potential reversal
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 10.732 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham LAJU saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 17.7, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.72%. Area support terdekat berada di sekitar Rp54, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp87.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 87 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 96, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 54 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Fear of Missing Out Saat IPO Meledak: Ketika Ketakutan Ketinggalan Kereta Menghancurkan Portofolio

Tidak ada momen yang lebih memicu Fear of Missing Out atau FOMO di pasar saham selain saat Initial Public Offering (IPO) sebuah perusahaan meledak. Anda pasti pernah melihatnya. Sebuah perusahaan baru saja melantai di bursa. Harga perdana 200 rupiah per saham. Hari pertama, langsung naik 50 persen menjadi 300. Hari kedua, 400. Hari ketiga, 500. Media memberitakan "saham unicorn" yang melambung tinggi. Grup WhatsApp dipenuhi dengan screenshot profit. Teman Anda yang kebetulan kebagian jatah IPO sekarang tersenyum lebar. Di saat seperti itu, satu pertanyaan muncul di kepala Anda: "Kenapa saya tidak ikut?" Lalu pertanyaan berikutnya: "Apakah masih bisa beli sekarang?" Itulah FOMO. Dan dalam konteks IPO yang sedang meledak, FOMO adalah perasaan paling berbahaya yang bisa Anda miliki. Memahami Fenomena IPO Meledak Sebelum membahas bagaimana...

Artikel menarik lainnya:

  1. LDR (Loan to Deposit Ratio): Menakar Likuiditas dan Agresivitas Bank
  2. Ladder Bottom: Pola Tangga yang Membawa Harga Naik dari Jurang
  3. Panduan Praktis: Cara Membaca Harga Saham di Aplikasi Trading untuk Pemula
  4. CAR (Capital Adequacy Ratio): Benteng Pertahanan Kesehatan Bank
  5. Analisis DuPont 3 Langkah: Membongkar Rahasia ROE untuk Menilai Saham Lebih Cerdas
  6. Stacked Trendline: Ketika Banyak Garis Menjadi Satu Kekuatan Dahsyat
  7. Menentukan Ukuran Posisi: Seni Mengelola Risiko sebelum Masuk Pasar
  8. Kagi Chart – Garis Tebal dan Tipis yang Menceritakan Sentimen Pasar
  9. Three Outside Up & Three Outside Down: Konfirmasi Ekstra dari Pola Engulfing
  10. Rasio Restrukturisasi Utang: Detektor Dini Perusahaan yang Hampir Bangkrut atau Peluang Investasi?

TradingView Chart - LAJU