Update: Senin, 6 Juli 2026

ASBI

PT. Asuransi Bintang Tbk.

Rp 410
+0.99%
Volume
4 lot
MA 5
409
MA 20
409
RSI
51.72
High
412
Low
410
Nilai
50/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
2.06%
Support (10d)
390
Resistance (10d)
428
Volume Trend (10d)
-72.3%
Score
50
Win Rate (30d)
53.33 %
P/L (30d)
0.99 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (51.7)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Neutral Foreign Flow: Foreign neutral (Last 5 days avg: 0 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham ASBI saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 51.7, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.06%. Area support terdekat berada di sekitar Rp390, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp428.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 50 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 390, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Naked Point of Control (POC): Ketika Area Tersibuk Menjadi Magnet Pasar

Dalam analisis teknikal modern, volume profile telah menjadi alat yang sangat populer untuk memahami di mana sebagian besar volume transaksi terjadi. Inti dari volume profile adalah Point of Control (POC)—level harga dengan volume perdagangan tertinggi dalam suatu periode. Namun, ada satu konsep lanjutan yang sering luput dari perhatian trader ritel, padahal sangat powerful: Naked Point of Control (Naked POC). Naked POC adalah POC yang saat ini "telanjang"—artinya, harga telah bergerak meninggalkannya dan tidak kembali menyentuh level tersebut dalam periode waktu yang signifikan. Level ini, yang dulunya merupakan zona kesepakatan tertinggi antara pembeli dan penjual, kini menjadi zona yang "menggoda". Ia akan bertindak sebagai magnet kuat yang akan menarik harga kembali, atau sebaliknya, menjadi zona penolakan yang sangat keras. Memahami Naked POC sama seperti mengetahui...

Artikel menarik lainnya:

  1. Ending Volume: Volume Mengecil di Akhir Tren sebagai Tanda Kelelahan
  2. Mengenal Pola Bearish Pennant dalam Analisis Teknikal Saham
  3. Membangun Jurnal Trading Harian: Senjata Rahasia Trader Profesional
  4. Momentum (MOM): Indikator Paling Sederhana untuk Mengukur Kecepatan Harga
  5. Chande Trend Meter: Mengukur Kekuatan Tren dengan Skor Tunggal
  6. Memahami Rasio Shiller PER (CAPE): Apakah Pasar Saham Saat Ini Terlalu Mahal?
  7. Pivot Point – Lima Metode Menghitung Level Support dan Resistance Harian
  8. Stacked Trendline: Ketika Banyak Garis Menjadi Satu Kekuatan Dahsyat
  9. Volume Weighted Average Price (VWAP) – Acuan Harga Wajar Versi Institutional
  10. Saham vs Judi: Perbedaan Fatal yang Wajib Anda Pahami

TradingView Chart - ASBI