Update: Selasa, 6 Oktober 2026

ASBI

PT. Asuransi Bintang Tbk.

Rp 392
0.00%
Volume
161 lot
MA 5
391
MA 20
395
RSI
40.00
High
392
Low
380
Nilai
40/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
0.89%
Support (10d)
380
Resistance (10d)
400
Volume Trend (10d)
-76.9%
Score
40
Win Rate (30d)
23.33 %
P/L (30d)
-6.67 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (40.0)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Neutral Foreign Flow: Foreign neutral (Last 5 days avg: 0 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham ASBI saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 40.0, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 0.89%. Area support terdekat berada di sekitar Rp380, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp400.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 40 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 380, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Combined Ratio: Tolok Ukur Sejati Profitabilitas Asuransi Umum

Dalam dunia saham, perusahaan asuransi umum (general insurance) memiliki karakteristik yang unik. Berbeda dengan bank yang untung dari selisih bunga, asuransi umum hidup dari premi dan klaim. Namun, banyak investor pemula yang keliru melihat laba bersih tanpa memahami apakah laba tersebut berasal dari operasional inti atau hanya dari hasil investasi. Di sinilah Combined Ratio menjadi raja dari semua rasio untuk asuransi umum. Artikel ini akan membahas secara tuntas apa itu combined ratio, mengapa ia lebih jujur daripada laba bersih, serta bagaimana menggunakannya untuk memilih saham asuransi umum yang berkualitas. Apa Itu Combined Ratio? Combined Ratio adalah rasio yang menjumlahkan seluruh beban yang terkait dengan operasional underwriting asuransi (klaim dan biaya) dibandingkan dengan pendapatan premi. Dengan kata lain, rasio ini menjawab pertanyaan sederhana: “Dari setiap Rp100...

Artikel menarik lainnya:

  1. Saham Individual vs ETF: Mana yang Lebih Efisien dari Sisi Biaya dan Risiko?
  2. Mengenal Stochastic: Fast, Slow, Full – dan Pola Crossover
  3. Harami Bullish: Sinyal Kehamilan yang Menandakan Kelahiran Tren Baru
  4. Metode Volatility Weighting: Menyesuaikan Alokasi Berdasarkan Risiko Pasar
  5. Belt Hold: Candlestik Pembukaan di Harga Tertinggi atau Terendah
  6. Gann Square of 144: Master Square untuk Analisis Harga dan Waktu
  7. Crab: Kepiting yang Membawa Sinyal Pembalikan Paling Ekstrem
  8. The Spring Pattern: Harga Turun Sebentar Lalu Naik Tajam sebagai Konfirmasi Support
  9. The Upthrust: Harga Naik Sebentar Lalu Turun sebagai Konfirmasi Resistance
  10. Churn Rate: Mengukur Kebocoran Pelanggan Sebelum Saham Anjlok

TradingView Chart - ASBI