Update: Kamis, 15 Oktober 2026

CINT

PT. Chitose Internasional Tbk.

Rp 193
0.00%
Volume
10.251 lot
MA 5
195
MA 20
194
RSI
47.50
High
208
Low
192
Nilai
65/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
1.61%
Support (10d)
184
Resistance (10d)
218
Volume Trend (10d)
-39.0%
Score
65
Win Rate (30d)
43.33 %
P/L (30d)
3.21 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (47.5)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 476 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham CINT saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 47.5, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.61%. Area support terdekat berada di sekitar Rp184, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp218.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 65 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish moderat dan masih cukup positif.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 197 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 212 - 222 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 179 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Smart Beta: Jembatan antara Index Pasif dan Faktor Aktif

Selama bertahun-tahun, investor dihadapkan pada dua pilihan yang tampak berseberangan: investasi pasif (mengikuti indeks dengan bobot kapitalisasi pasar) atau investasi aktif (memilih saham berdasarkan analisis untuk mengalahkan pasar). Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Namun, sejak awal 2000-an, muncul kategori ketiga yang menggabungkan yang terbaik dari kedua dunia: Smart Beta. Strategi ini tetap berpegang pada pendekatan indeks (sistematis, transparan, biaya rendah), tetapi aturan pembobotannya tidak lagi berdasarkan kapitalisasi pasar, melainkan berdasarkan karakteristik fundamental atau faktor-faktor tertentu. Artikel ini akan membahas apa itu smart beta, bagaimana cara kerjanya, perbedaannya dengan indeks tradisional, serta kelebihan dan kekurangannya. Apa Itu Smart Beta? Istilah "Smart Beta" sebenarnya adalah nama pemasaran. Akademisi lebih suka menyebutnya strategi indeks alternatif atau indeks berbasis aturan (rule-based indexing). Definisi sederhana: Smart Beta adalah indeks...

Artikel menarik lainnya:

  1. Double Top: Sinyal Pembalikan Bearish yang Tak Boleh Diabaikan
  2. Strip Ratio: Metrik Wajib Sebelum Beli Saham Batubara
  3. One-Day Reversal (Key Reversal Day): Sinyal Pembalikan Paling Dramatis dalam Satu Hari
  4. Psikologi Saham: Fear of Missing Out (FOMO) – Ketika Emosi Mengalahkan Logika
  5. Ladder Bottom: Pola Tangga yang Membawa Harga Naik dari Jurang
  6. Homing Pigeon: Pola Merpati yang Membawa Kabar Baik di Tengah Kepanikan
  7. Mengenal Moving Average: SMA, EMA, WMA, dan HMA – Panduan Lengkap untuk Trader
  8. Falling Three Methods: Konsolidasi di Tengah Penurunan yang Mematikan
  9. Gross Development Value (GDV): Metrik Wajib Sebelum Beli Saham Developer Properti
  10. Tristar: Pola Tiga Doji yang Menandakan Titik Balik Pasar

TradingView Chart - CINT