Update: Senin, 5 Oktober 2026

LUCY

PT. Lima Dua Lima Tiga Tbk.

Rp 244
-4.69%
Volume
1.061.156 lot
MA 5
263
MA 20
333
RSI
28.16
High
274
Low
232
Nilai
60/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
6.37%
Support (10d)
232
Resistance (10d)
374
Volume Trend (10d)
-57.2%
Score
60
Win Rate (30d)
40 %
P/L (30d)
-20.78 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (28.2) - Potential reversal
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 9.463 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham LUCY saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 28.2, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 6.37%. Area support terdekat berada di sekitar Rp232, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp374.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 60 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish moderat dan masih cukup positif.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 249 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 268 - 281 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 227 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Mengapa Diversifikasi Berlebihan Justru Merugikan Portofolio Saham Anda

Kita sering mendengar nasihat klasik: “Jangan menaruh semua telur dalam satu keranjang.” Nasihat itu benar adanya. Namun, seperti halnya dalam banyak aspek kehidupan, terlalu banyak hal yang baik justru bisa menjadi bumerang. Diversifikasi berlebihan, atau yang sering disebut diworsification, adalah jebakan halus yang banyak dialami investor pemula maupun menengah. Mereka berpikir bahwa semakin banyak saham yang dimiliki, semakin aman portofolionya. Padahal, di luar titik tertentu, menambah jumlah saham justru merusak potensi return tanpa memberikan perlindungan tambahan yang berarti. Artikel ini akan mengupas mengapa diversifikasi yang dilakukan secara berlebihan justru merugikan, serta bagaimana menemukan titik optimalnya. Apa Itu Diversifikasi Berlebihan? Diversifikasi berlebihan terjadi ketika seorang investor menambahkan terlalu banyak saham atau instrumen ke dalam portofolio sehingga keuntungan dari pengurangan risiko menjadi sangat kecil (mendekati nol), tetapi...

Artikel menarik lainnya:

  1. Chaikin Volatility – Mengukur Kecepatan Perubahan Harga
  2. Loss Aversion: Mengapa Cut Loss Terasa Lebih Sulit daripada Membeli
  3. Pola Nen STAR: Formasi Harmonic Modern dengan Akurasi Tinggi
  4. Ladder Top: Pola Bearish Lima Candlestick yang Jarang Tapi Mematikan
  5. Market Risk Premium: Harga yang Harus Dibayar untuk Keberanian Memegang Saham
  6. Point and Figure – Trading dengan Kolom X dan O yang Tak Lekang Waktu
  7. Hook Reversal: Pola Sederhana yang Bisa Selamatkan Anda dari Jeratan Tren
  8. Strategi Barbell: Keseimbangan Ekstrem untuk Hasil Optimal
  9. Mental Accounting: Bahaya Memisahkan Uang Berdasarkan "Label" yang Tidak Rasional
  10. ATR (Average True Range) – Tidak Ada Pola, Tapi untuk Stop Loss

TradingView Chart - LUCY