Update: Senin, 6 Juli 2026

DNAR

PT. Bank Oke Indonesia Tbk.

Rp 113
+2.73%
Volume
4.814 lot
MA 5
110
MA 20
109
RSI
45.10
High
114
Low
110
Nilai
60/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
3.74%
Support (10d)
102
Resistance (10d)
116
Volume Trend (10d)
-38.8%
Score
60
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
-7.38 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (45.1)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -263 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham DNAR saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 45.1, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.74%. Area support terdekat berada di sekitar Rp102, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp116.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 60 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish moderat dan masih cukup positif.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 115 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 124 - 130 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 105 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Menggunakan Kelly Criterion untuk Alokasi Modal di Pasar Saham

Dalam dunia investasi saham, salah satu tantangan terbesar yang dihadapi trader dan investor bukan hanya menemukan saham yang tepat, tetapi juga menentukan berapa banyak modal yang harus dialokasikan ke setiap posisi. Kesalahan umum adalah mengalokasikan terlalu banyak (risiko bangkrut) atau terlalu sedikit (pertumbuhan suboptimal). Di sinilah Kelly Criterion hadir sebagai formula matematis yang dirancang untuk memaksimalkan pertumbuhan modal jangka panjang. Apa Itu Kelly Criterion? Dikembangkan oleh John L. Kelly Jr. pada tahun 1956, awalnya formula ini digunakan untuk menganalisis kebisingan sinyal telekomunikasi. Namun, para praktisi investasi dengan cepat mengadopsinya untuk manajemen uang. Inti dari Kelly Criterion adalah menjawab pertanyaan: Berapa persentase dari modal Anda yang sebaiknya dipertaruhkan pada sebuah peluang investasi? Rumus dasarnya adalah: f = (p * b - q) / b Di mana:...

Artikel menarik lainnya:

  1. Analisis Relasi Dividend Yield vs Suku Bunga: Kapan Dividen Masih Menarik?
  2. Sunk Cost Fallacy: Mengapa Investor Sulit Melepaskan Saham yang Sudah Terlanjur Turun
  3. The False Bar: Breakout Palsu di Timeframe Kecil
  4. Gartley: Formasi Harmonis yang Memadukan Geometri dan Fibonacci
  5. Book Building dan Masa Penawaran IPO: Cara Menentukan Harga Saham Perdana
  6. Right Issue Saham: Ketika Perusahaan Mengundang Pemegang Saham untuk Menambah Modal
  7. 2P Reserve: Kunci Menilai Nilai Sesungguhnya Saham Migas
  8. Mengenal Donchian Channel: Pita yang Menangkap Rekor Tertinggi dan Terendah
  9. Manajemen Waktu Trader Paruh Waktu vs Full Time: Dua Dunia, Dua Strategi Berbeda
  10. Memahami IHSG: Barometer Kesehatan Pasar Modal Indonesia

TradingView Chart - DNAR