Update: Kamis, 20 Agustus 2026

MAHA

PT. Mandiri Herindo Adiperkasa Tbk.

Rp 149
+1.36%
Volume
64.042 lot
MA 5
147
MA 20
145
RSI
66.67
High
150
Low
147
Nilai
100/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
0.79%
Support (10d)
143
Resistance (10d)
155
Volume Trend (10d)
-23.5%
Score
100
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
7.19 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (66.7)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 4.817 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham MAHA saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 66.7, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 0.79%. Area support terdekat berada di sekitar Rp143, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp155.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 100 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 149 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 171 - 186 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 142 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Analisis Impairment Asset: Ancaman Pengeruk Laba yang Sering Terlupakan Investor

Dalam laporan keuangan, ada satu pos yang kerap menjadi "pembunuh laba" dadakan: Impairment Asset atau penurunan nilai aset. Banyak investor fokus pada pendapatan dan laba operasional, namun tiba-tiba laba bersih anjlok drastis karena perusahaan mencatat kerugian impairment. Apa sebenarnya impairment asset, mengapa ini penting, dan bagaimana cara mendeteksinya sebelum terjebak dalam saham yang bermasalah? 1. Apa Itu Impairment Asset? Impairment asset adalah kondisi ketika nilai tercatat aset (di neraca) lebih tinggi daripada nilai terpulihkannya (recoverable amount). Dengan kata lain, aset tersebut kehilangan nilai ekonomi secara signifikan dan permanen. Standar akuntansi (PSAK/IFRS) mewajibkan perusahaan untuk menurunkan nilai aset ke nilai wajarnya dan mengakui kerugian impairment di laporan laba rugi. Aset yang bisa di-impair: Aset tetap (gedung, mesin, kendaraan) Goodwill (premium yang dibayar saat akuisisi di atas...

Artikel menarik lainnya:

  1. Fixed Asset Turnover: Seberapa Produktif Pabrik Anda?
  2. Rasio Buyback Yield: Saat Perusahaan Menjadi Pembeli Saham Paling Setia
  3. NPV Sumber Daya: Kunci Membaca Nilai Sesungguhnya Saham Tambang
  4. EV/EBITDA: Alternatif PER untuk Perusahaan dengan Utang Besar
  5. Breakaway Gap: Lompatan Awal yang Menandai Kelahiran Tren Baru
  6. Core Portfolio: Kombinasi Saham Blue Chip dan Obligasi untuk Fondasi Investasi yang Kokoh
  7. Fibonacci Retracement – Level-Level Ajaib untuk Pullback dan Reversal
  8. Menggunakan Akun Demo dengan Uang Sungguhan Mental: Rahasia Melatih Emosi Tanpa Menguras Dompet
  9. Cut Loss Tepat: Kapan dan Bagaimana Caranya
  10. Falling Three Methods: Konsolidasi di Tengah Penurunan yang Mematikan

TradingView Chart - MAHA