Update: Rabu, 10 Juni 2026

MAHA

PT. Mandiri Herindo Adiperkasa Tbk.

Rp 131
+0.77%
Volume
27.639 lot
MA 5
131
MA 20
144
RSI
29.17
High
134
Low
126
Nilai
30/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis, gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi dan atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
1.54%
Support (10d)
116
Resistance (10d)
151
Volume Trend (10d)
-30.3%
Score
30
Win Rate (30d)
40 %
P/L (30d)
-13.82 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (29.2) - Potential reversal
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -8.882 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham MAHA saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 29.2, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.54%. Area support terdekat berada di sekitar Rp116, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp151.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 30 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 110 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Mengidentifikasi Black Swan Risk: Melindungi Portofolio dari Peristiwa Langka yang Dahsyat

Dalam sejarah pasar saham, ada peristiwa-peristiwa yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Krisis keuangan 2008, pandemi Covid-19 2020, atau krisis moneter Asia 1997. Sehari sebelum terjadi, hampir tidak ada yang memprediksinya. Kejutan-kejutan besar ini oleh penulis dan filsuf Nassim Nicholas Taleb disebut sebagai Black Swan (Angsa Hitam). Memahami dan mengidentifikasi risiko Black Swan bukanlah tentang meramal masa depan, melainkan tentang mempersiapkan portofolio Anda agar tetap bertahan ketika kejutan besar datang. Artikel ini akan membantu Anda mengenali ciri-ciri risiko Black Swan dan bagaimana mengantisipasinya. Apa Itu Peristiwa Black Swan? Istilah Black Swan merujuk pada peristiwa dengan tiga karakteristik utama: Karakteristik Penjelasan Contoh di Pasar Saham Di luar dugaan Tidak terprediksi oleh model atau analisis konvensional Tidak ada yang meramalkan lockdown global akibat Covid-19 Dampak sangat besar Mengguncang...

Artikel menarik lainnya:

  1. Capex vs Maintenance Capex: Membedakan Investasi Ekspansi dan Biaya Pemeliharaan
  2. Rasio EV terhadap Unit Terjual (EV/Unit): Pendekatan Unik Menilai Saham Berbasis Fisik
  3. Ichimoku Kinko Hyo: Awan yang Menunjukkan Support, Resistance, dan Momentum
  4. Bom Waktu di Laporan Keuangan: Analisis Warrant dan Dampak Dilusi pada Kepemilikan Saham
  5. The Pinocchio Bar: Sumbu Panjang yang Berbohong dan Menjadi Sinyal Reversal
  6. Mengenal TMA (Triangular Moving Average): Rata-rata Bergerak yang Paling Halus
  7. Pola AB=CD: Formasi Harmonic Paling Dasar yang Wajib Dikuasai
  8. Double Bottom: Sinyal Pembalikan Bullish yang Wajib Diketahui Trader
  9. Saham Individual vs ETF: Mana yang Lebih Efisien dari Sisi Biaya dan Risiko?
  10. Rasio Burn Rate: Detak Jantung Keuangan Startup Sebelum Tumbang

TradingView Chart - MAHA