Update: Jumat, 11 September 2026

MHKI

PT. Multi Hanna Kreasindo Tbk.

Rp 132
-4.35%
Volume
64.606 lot
MA 5
141
MA 20
141
RSI
37.78
High
137
Low
130
Nilai
40/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
2.13%
Support (10d)
130
Resistance (10d)
155
Volume Trend (10d)
-21.8%
Score
40
Win Rate (30d)
43.33 %
P/L (30d)
-1.49 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (37.8)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 959 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham MHKI saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 37.8, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.13%. Area support terdekat berada di sekitar Rp130, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp155.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 40 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 130, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Psikologi Menerima Kerugian sebagai Biaya Belajar: Mengubah Luka Men Menjadi Pelajaran Berharga

Tidak ada satu pun investor di dunia ini yang tidak pernah mengalami kerugian. Warren Buffett pernah rugi miliaran dolar. Peter Lynch pernah membeli saham yang harganya turun 50%. Semua nama besar di dunia investasi memiliki lemari berisi pakaian kegagalan. Yang membedakan mereka dari investor biasa bukanlah kemampuan menghindari kerugian. Itu tidak mungkin. Yang membedakan adalah kemampuan menerima kerugian sebagai biaya belajar—bukan sebagai kegagalan permanen atau luka ego yang tak tersembuhkan. Artikel ini akan membahas psikologi di balik rasa sakit akibat kerugian, dan bagaimana Anda bisa mengubah perspektif sehingga setiap kerugian justru menjadi batu loncatan menuju investor yang lebih baik. 1. Mengapa Kerugian Terasa Begitu Menyakitkan? Sebelum belajar menerima kerugian, kita perlu memahami mengapa otak kita bereaksi begitu keras terhadap kehilangan uang. Ilmu perilaku keuangan menyebut...

Artikel menarik lainnya:

  1. Lebih dari Sekadar Rasio: Analisis Mendalam P/E to Growth (PEG) Adjusted
  2. Mengelola Psikologi saat Saham Turun setelah Beli: Jangan Panik, Lakukan Ini!
  3. Price to User: Senjata Rahasia Menilai Saham Teknologi yang Belum Untung
  4. Altman Z-Score: Senjata Analisis untuk Memprediksi Potensi Kebangkrutan Perusahaan
  5. One-Day Reversal (Key Reversal Day): Sinyal Pembalikan Paling Dramatis dalam Satu Hari
  6. Fed Model: Menilai Wajar Tidaknya Pasar Saham dengan Membandingkan Imbal Hasil
  7. Drawdown Duration: Indikator Pemulihan yang Sering Terlupakan
  8. Tasuki Gap: Celah yang Menjembatani Kelanjutan Tren
  9. Q Ratio dalam Merger dan Akuisisi: Alat Strategis Menilai Target
  10. Unlevered Beta vs Levered Beta: Memisahkan Risiko Bisnis dari Risiko Utang

TradingView Chart - MHKI