Update: Senin, 6 Juli 2026

MHKI

PT. Multi Hanna Kreasindo Tbk.

Rp 119
-0.83%
Volume
9.779 lot
MA 5
118
MA 20
120
RSI
40.54
High
122
Low
116
Nilai
30/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
4.46%
Support (10d)
108
Resistance (10d)
125
Volume Trend (10d)
-69.0%
Score
30
Win Rate (30d)
40 %
P/L (30d)
-23.23 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (40.5)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -751 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham MHKI saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 40.5, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 4.46%. Area support terdekat berada di sekitar Rp108, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp125.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 30 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 103 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Fed Model: Menilai Wajar Tidaknya Pasar Saham dengan Membandingkan Imbal Hasil

Apakah pasar saham saat ini mahal atau murah? Pertanyaan ini selalu menghantui setiap investor. Jawabannya tidak sederhana karena tergantung pada banyak faktor. Namun, ada sebuah model yang cukup populer dan sederhana untuk menjawab pertanyaan ini: Fed Model. Dikembangkan oleh ekonom di Federal Reserve AS (meskipun bukan merupakan model resmi mereka), Fed Model membandingkan imbal hasil pasar saham (earning yield) dengan imbal hasil obligasi pemerintah (yield). Jika earning yield lebih tinggi dari yield obligasi, pasar saham dianggap undervalued. Jika sebaliknya, pasar saham dinilai overvalued. Artikel ini akan membedah Fed Model secara lengkap, bagaimana menerapkannya di pasar saham Indonesia, serta kelebihan dan kekurangannya sebagai alat analisis. Apa Itu Fed Model? Fed Model adalah model valuasi pasar saham yang membandingkan earning yield dari indeks pasar saham dengan yield...

Artikel menarik lainnya:

  1. Window (Gap), Celah Harga yang Penuh Makna
  2. The Spring Pattern: Harga Turun Sebentar Lalu Naik Tajam sebagai Konfirmasi Support
  3. Negative Volume Index (NVI) dan Positive Volume Index (PVI) – Membaca Cerdas di Hari Sepi
  4. Seasonal Pattern: Januari, Ramadhan, dan Efek Kalender dalam Saham
  5. Menimbang Ketidakpastian: Valuasi dengan Risk Adjusted Discounted Cash Flow (DCF)
  6. High Node dan Low Node: Membaca Peta Kepadatan Volume untuk Menangkap Pergerakan Harga
  7. Advance Block: Sinyal Pembalikan Harga yang Sering Terlewat
  8. Beyond the Balance Sheet: Menilai Ekuitas di Balik Aset Tak Berwujud
  9. Bahaya Averaging Down Saham Fundamental Rusak: Ketika Memperbesar Posisi Menghancurkan Portofolio
  10. Panduan Praktis: Cara Membaca Harga Saham di Aplikasi Trading untuk Pemula

TradingView Chart - MHKI