Update: Jumat, 22 Mei 2026

UNVR

PT. Unilever Indonesia Tbk.

Rp 1.765
+0.86%
Volume
88.948 lot
MA 5
1.767
MA 20
1.699
RSI
67.27
High
1.775
Low
1.745

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
2.33%
Support (10d)
1.710
Resistance (10d)
1.855
Volume Trend (10d)
-58.1%
Score
50
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
-9.72 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (67.3)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -40.076 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham UNVR saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 67.3, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.33%. Area support terdekat berada di sekitar Rp1.710, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp1.855.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 50 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 1.710, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Menyingkap Nilai Tersembunyi: Analisis Embedded Value (EV) untuk Saham Asuransi Jiwa

Seorang investor ingin membeli saham perusahaan asuransi jiwa. Ia membuka laporan keuangan, melihat laba bersih, lalu menghitung PER. Hasilnya: PER 15x. "Cukup mahal," pikirnya. Ia bandingkan dengan perusahaan asuransi lain: PER 15x juga. "Wajar kali," lalu ia membeli. Namun setahun kemudian, saham yang ia beli justru underperform dibandingkan perusahaan asuransi lain yang memiliki PER sama. Ia bingung. Apa yang salah? Ia menggunakan alat yang salah untuk industri yang salah. Perusahaan asuransi jiwa tidak bisa dinilai dengan PER atau PBV seperti perusahaan manufaktur atau consumer goods. Mengapa? Karena bisnis asuransi jiwa memiliki karakteristik unik: pendapatan premi diterima di muka, sementara klaim dibayar bertahun-tahun kemudian. Laba yang dilaporkan sangat dipengaruhi oleh asumsi aktuaria dan bisa sangat menyesatkan. Untuk menilai perusahaan asuransi jiwa, investor harus menggunakan Embedded Value...

Artikel menarik lainnya:

  1. Portfolio Rebalancing: Bulanan vs Tahunan, Mana yang Lebih Menguntungkan?
  2. Margin Trading: Kelebihan dan Bahaya yang Wajib Diketahui Investor
  3. Hamada Equation: Menyempurnakan Beta dengan Efek Leverage Keuangan
  4. Price per Subscriber: Metrik Kunci Menilai Saham Perusahaan Media Digital
  5. Homing Pigeon: Pola Merpati yang Membawa Kabar Baik di Tengah Kepanikan
  6. Mengukur Maximum Drawdown Historis: Seberapa Dalam Portofolio Anda Bisa Jatuh?
  7. Rasio FCF to Equity (FCFE): Uang Tunai yang Benar-Benar Bisa Diterima Pemegang Saham
  8. Earnings Yield: Membalik PER untuk Melihat Imbal Hasil Saham Anda
  9. Refleksi Akhir Tahun: Bukan Tentang Profit, Tapi Proses
  10. Memahami Dunia Saham: Panduan Pengertian dan Cara Kerja untuk Pemula

TradingView Chart - UNVR