Update: Selasa, 18 Agustus 2026

MAPA

PT. Map Aktif Adiperkasa Tbk.

Rp 675
+3.05%
Volume
370.400 lot
MA 5
647
MA 20
640
RSI
71.05
High
680
Low
630
Nilai
45/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
1.95%
Support (10d)
620
Resistance (10d)
695
Volume Trend (10d)
+14.1%
Score
45
Win Rate (30d)
50 %
P/L (30d)
11.57 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bearish RSI: Overbought (71.1) - Potential correction
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -38.704 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham MAPA saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 71.1, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh beli (overbought) sehingga berpotensi terkoreksi dalam jangka pendek.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.95%. Area support terdekat berada di sekitar Rp620, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp695.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 45 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 620, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Membangun Rencana Trading: Senjata Utama Melawan Emosi dan Kekacauan

Seorang investor membeli saham karena FOMO—melihat teman-temannya cuan besar. Tanpa rencana, ia membeli di harga puncak. Ketika harga turun, ia panik dan menjual di harga terendah. Ia rugi. Investor lain membeli saham yang sama, di waktu yang sama, dengan harga yang sama. Namun ia memiliki rencana: target profit di 20%, stop loss di 8%. Ketika harga turun 8%, ia cut loss tanpa emosi. Kerugiannya kecil. Ketika harga naik ke target, ia ambil untung. Ia konsisten untung dalam jangka panjang. Apa bedanya? Rencana trading (trading plan). Investor pertama bertindak berdasarkan emosi dan reaksi spontan. Investor kedua bertindak berdasarkan rencana yang sudah disiapkan sebelumnya, bahkan sebelum harga bergerak. Artikel ini akan membahas secara lengkap bagaimana membangun rencana trading yang efektif, komponen apa saja yang harus ada, dan...

Artikel menarik lainnya:

  1. Delta Divergence dan CVD: Senjata Baru untuk Membaca Dominasi Pasar
  2. Fibonacci Retracement – Level-Level Ajaib untuk Pullback dan Reversal
  3. Seasonal Pattern: Januari, Ramadhan, dan Efek Kalender dalam Saham
  4. Inverse Head and Shoulders: Pola Pembalikan Bullish yang Paling Dapat Diandalkan
  5. Analisis Shareholder Yield: Mengukur Pengembalian Total yang Sesungguhnya
  6. Qstick: Mengukur Kekuatan Sebenarnya dari Setiap Periode Perdagangan
  7. Rekening Dana Efek vs Rekening Saham: Jangan Sampai Tertukar!
  8. Rasio Biaya Medis: Barometer Kesehatan Underwriting Asuransi Kesehatan
  9. Abandoned Baby: Bayi yang Terlantar dan Pembalikan Harga Paling Ekstrem
  10. Mengubah Pola Pikir "Saya Harus Benar" menjadi "Saya Harus Untung": Revolusi Mental dalam Trading

TradingView Chart - MAPA