Update: Jumat, 10 Juli 2026

GTRA

PT. Grahaprima Suksesmandiri Tbk.

Rp 185
+1.65%
Volume
925 lot
MA 5
185
MA 20
188
RSI
40.85
High
185
Low
181
Nilai
30/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
3.44%
Support (10d)
170
Resistance (10d)
193
Volume Trend (10d)
-29.8%
Score
30
Win Rate (30d)
40 %
P/L (30d)
-8.42 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (40.9)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -145 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham GTRA saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 40.9, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.44%. Area support terdekat berada di sekitar Rp170, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp193.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 30 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 162 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Overthinking vs Underthinking: Dua Ekstrem yang Sama-sama Berbahaya dalam Investasi Saham

Ada dua jenis investor yang sama-sama sering mengalami kerugian, tetapi dengan alasan yang bertolak belakang. Yang pertama adalah overthinker. Ia menghabiskan berminggu-minggu untuk menganalisis satu saham. Ia membaca puluhan laporan, membandingkan rasio keuangan hingga desimal ketiga, dan membuat proyeksi dengan skenario yang sangat rumit. Namun ketika saatnya bertindak, ia selalu ragu. Peluang lewat. Harga naik tanpa dirinya. Atau ketika ia akhirnya membeli, ia justru membeli di puncak karena terlalu banyak informasi yang membingungkannya. Yang kedua adalah underthinker. Ia membeli saham berdasarkan "firasat", rekomendasi teman, atau karena melihat harga naik dalam seminggu terakhir. Ia tidak pernah membaca laporan keuangan. Ia tidak tahu apa itu PER atau ROE. Baginya, saham adalah permainan keberuntungan. Akibatnya, ia sering membeli saham-sampah (junk stocks) dengan fundamental buruk, dan rugi besar ketika...

Artikel menarik lainnya:

  1. Rasio Market Value Added (MVA): Ukuran Kekayaan yang Diciptakan untuk Pemegang Saham
  2. Payout Ratio: Penentu Aman Tidaknya Dividen Anda
  3. Spinning Top: Candlestick Keraguan yang Menandakan Pasar Sedang Bimbang
  4. VSA (Volume Spread Analysis) – Membaca Niat Pelaku Pasar Melalui Volume dan Spread
  5. Belt Hold: Candlestik Pembukaan di Harga Tertinggi atau Terendah
  6. Tristar: Pola Tiga Doji yang Menandakan Titik Balik Pasar
  7. Corrective Wave: Tiga Gelombang Koreksi yang Wajib Dipahami
  8. Dunning-Kruger Effect: Ketika Investor Pemula Merasa Paling Pintar di Pasar Saham
  9. Analisis DuPont 3 Langkah: Membongkar Rahasia ROE untuk Menilai Saham Lebih Cerdas
  10. Gann Grid – Kotak Geometris yang Memetakan Waktu dan Harga

TradingView Chart - GTRA