Update: Senin, 6 Juli 2026

GTRA

PT. Grahaprima Suksesmandiri Tbk.

Rp 189
+2.16%
Volume
536 lot
MA 5
182
MA 20
186
RSI
42.25
High
193
Low
185
Nilai
30/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
3.95%
Support (10d)
170
Resistance (10d)
206
Volume Trend (10d)
-56.5%
Score
30
Win Rate (30d)
40 %
P/L (30d)
-11.68 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (42.3)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -433 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham GTRA saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 42.3, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.95%. Area support terdekat berada di sekitar Rp170, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp206.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 30 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 162 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Money Flow Index (MFI): RSI yang Memperhitungkan Volume

Dalam analisis teknikal saham, RSI (Relative Strength Index) adalah salah satu indikator momentum paling populer. Namun, RSI memiliki satu "kekurangan": ia hanya memperhitungkan harga, tidak memperhitungkan volume. Padahal, volume adalah konfirmasi penting dalam analisis teknikal. Solusinya adalah Money Flow Index (MFI) – indikator yang bisa dianggap sebagai "RSI yang berbobot volume". MFI menggabungkan konsep RSI dengan volume, menghasilkan indikator yang lebih akurat dalam mengidentifikasi overbought, oversold, dan divergence. MFI dikembangkan oleh Gene Quong dan Avrum Soudack. Indikator ini sering disebut sebagai "Volume-Weighted RSI" karena perhitungannya yang mirip dengan RSI, tetapi menggunakan "typical price" dan "money flow" (aliran uang) yang memperhitungkan volume. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang Money Flow Index (MFI), mulai dari cara perhitungan, perbedaan dengan RSI, interpretasi overbought/oversold, divergence (yang sangat...

Artikel menarik lainnya:

  1. Detrended Price Oscillator (DPO): Menghilangkan Tren untuk Melihat Siklus Tersembunyi
  2. EV/EBITDA: Alternatif PER untuk Perusahaan dengan Utang Besar
  3. Pengaruh Siklus Tidur terhadap Keputusan Trading: Ketika Kantuk Menghancurkan Portofolio
  4. Apa Itu Cum Date dan Ex Date Dividen? Wajib Tahu Sebelum Bagi Hasil
  5. Mengenal Awesome Oscillator (AO): Twin Peaks, Saucer, dan Zero Line Crossing
  6. Mengapa Diversifikasi Berlebihan Justru Merugikan Portofolio Saham Anda
  7. Concealing Baby Swan: Pola Empat Candlestick yang Jarang Diketahui
  8. Memahami Pola Bearish Engulfing: Sinyal Bahaya Saat Harga Akan Terjun
  9. Island Reversal: Pulau Kecil yang Menandai Pembalikan Drastis
  10. Analisis Impairment Asset: Ancaman Pengeruk Laba yang Sering Terlupakan Investor

TradingView Chart - GTRA