Update: Jumat, 22 Mei 2026

IPTV

PT. MNC Vision Networks Tbk.

Rp 35
-2.78%
Volume
83.236 lot
MA 5
38
MA 20
43
RSI
25.00
High
35
Low
33

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
2.65%
Support (10d)
33
Resistance (10d)
45
Volume Trend (10d)
-28.4%
Score
60
Win Rate (30d)
26.67 %
P/L (30d)
-12.50 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (25.0) - Potential reversal
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 18.000 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham IPTV saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 25.0, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.65%. Area support terdekat berada di sekitar Rp33, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp45.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 60 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish moderat dan masih cukup positif.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 36 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 39 - 40 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 33 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Rasio Beta: Mengukur Kepekaan Saham Anda terhadap IHSG

Ketika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 1%, apakah saham yang Anda pegang ikut naik 1%? Atau justru naik 2%? Atau malah turun? Jawaban atas pertanyaan ini terletak pada sebuah metrik yang disebut Beta. Beta adalah salah satu konsep paling praktis dalam manajemen portofolio modern. Ia mengukur seberapa sensitif pergerakan harga suatu saham terhadap pergerakan pasar secara keseluruhan (dalam hal ini IHSG). Memahami beta akan membantu Anda merancang portofolio yang sesuai dengan profil risiko dan ekspektasi imbal hasil. Artikel ini akan membahas secara tuntas apa itu rasio beta, cara mengintepretasikannya, serta bagaimana menggunakannya untuk keputusan investasi yang lebih cerdas. Apa Itu Rasio Beta? Beta adalah koefisien yang mengukur hubungan antara imbal hasil (return) suatu saham dengan imbal hasil pasar (IHSG). Dalam istilah statistik, beta adalah...

Artikel menarik lainnya:

  1. Menggunakan Correlation Matrix untuk Membangun Portofolio Saham yang Tangguh
  2. Menentukan Stop Loss dan Take Profit yang Realistis: Seni Melindungi Modal dan Mengamankan Keuntungan
  3. Aktiva Lancar vs Aktiva Tetap: Memahami Struktur Aset Perusahaan
  4. Dollar Cost Averaging (DCA): Strategi Disiplin Mengakumulasi Saham Tanpa Perlu Tebak Waktu
  5. Memahami Pola Tiga Candlestick: Side-by-Side White Lines (Garis Putih Berdampingan)
  6. Extended Wave: Ketika Satu Gelombang Memanjang di Antara Gelombang Lainnya
  7. Mengenal ADX: Mengukur Kekuatan Tren dengan Plus DI dan Minus DI
  8. Hanging Man (Bearish): Pola Satu Candlestink Peringatan Dini Akhir Tren Naik
  9. Analisis Shareholder Yield: Mengukur Pengembalian Total yang Sesungguhnya
  10. Saham vs Reksadana vs Obligasi: Mana yang Cocok untuk Pemula?

TradingView Chart - IPTV