Update: Jumat, 10 Juli 2026

BRPT

PT. Barito Pacific Tbk.

Rp 1.620
+1.25%
Volume
1.837.960 lot
MA 5
1.561
MA 20
1.566
RSI
51.33
High
1.670
Low
1.590
Nilai
70/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
6.61%
Support (10d)
1.270
Resistance (10d)
1.670
Volume Trend (10d)
+9.7%
Score
70
Win Rate (30d)
50 %
P/L (30d)
4.18 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (51.3)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 94.861 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham BRPT saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 51.3, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 6.61%. Area support terdekat berada di sekitar Rp1.270, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp1.670.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 70 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 1.652 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 1.782 - 1.863 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 1.507 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Hanging Man (Bearish): Pola Satu Candlestink Peringatan Dini Akhir Tren Naik

Setelah mempelajari pola pembalikan bullish seperti Dragonfly Doji dan Hammer, kini saatnya Anda mengenal "musuh" mereka: Hanging Man. Jika Hammer adalah teman trader di saat pasar jatuh, maka Hanging Man adalah alarm bahaya ketika pasar sedang terbuai oleh kenaikan. Dinamakan "Hanging Man" (Orang Gantung) karena bentuknya yang menyerupai sosok tergantung—tubuh kecil di atas dengan sumbu panjang menjuntai ke bawah. Dalam analisa teknikal saham, nama ini sengaja dipilih untuk mengingatkan bahwa tren naik bisa "mati" setelah pola ini muncul. Apa Itu Hanging Man (Bearish)? Secara visual, Hanging Man terbentuk dalam satu periode candlestick (misalnya satu hari) dengan ciri-ciri yang sama persis dengan Hammer. Perbedaannya hanya pada posisi: Karakteristik Deskripsi Sumbu bawah (lower shadow) Panjang, minimal 2 kali panjang tubuh Tubuh (real body) Kecil, berada di...

Artikel menarik lainnya:

  1. Ascending Triangle: Segitiga Naik yang Menandai Kelanjutan Tren Bullish
  2. Three Black Crows: Tiga Gagak Hitam Penanda Kekuatan Bearish
  3. Efek Overconfidence: Bahaya Tersembunyi di Balik Profit Berturut-turut
  4. Window (Gap), Celah Harga yang Penuh Makna
  5. Iceberg Pattern – Membaca Jejak Tersembunyi Pemain Besar
  6. Recency vs Primacy Effect: Mana yang Lebih Mengendalikan Keputusan Saham Anda?
  7. Tail Risk Hedging dengan Options: Melindungi Portofolio dari Kehancuran Ekstrem
  8. EPS (Earning per Share): Cara Hitung dan Interpretasi untuk Pemula
  9. Cup and Handle Inverted: Cangkir Terbalik yang Menjanjikan Penurunan Tajam
  10. Aktiva Lancar vs Aktiva Tetap: Memahami Struktur Aset Perusahaan

TradingView Chart - BRPT