Update: Senin, 5 Oktober 2026

MKTR

PT. Menthobi Karyatama Raya Tbk.

Rp 121
+1.68%
Volume
11.754 lot
MA 5
121
MA 20
123
RSI
38.46
High
122
Low
119
Nilai
50/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
0.76%
Support (10d)
111
Resistance (10d)
126
Volume Trend (10d)
-25.6%
Score
50
Win Rate (30d)
40 %
P/L (30d)
-1.63 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (38.5)
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 102 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham MKTR saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 38.5, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 0.76%. Area support terdekat berada di sekitar Rp111, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp126.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 50 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 111, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Gaji Bos vs Keuntungan Perusahaan: Mengukur Rasio Kompensasi Manajemen terhadap Laba Bersih

Dalam dunia saham, investor sering kali terjebak dalam hitung-hitungan rasio keuangan klasik: PER, PBV, ROE, dan seterusnya. Namun ada satu rasio yang jarang dibahas, tetapi sangat krusial untuk memahami sejauh mana manajemen mengutamakan pemegang saham atau justru mengutamakan diri sendiri: Rasio Kompensasi Manajemen terhadap Laba Bersih. Rasio ini mengukur berapa besar bagian laba bersih perusahaan yang "dimakan" oleh gaji, bonus, dan tunjangan para direksi serta jajaran manajemen puncak. Semakin tinggi rasionya, semakin besar potensi bahwa manajemen "menggaji diri sendiri secara berlebihan" dengan mengorbankan keuntungan yang seharusnya menjadi hak pemegang saham. Artikel ini akan membahas cara menghitung rasio tersebut, angka normal di berbagai industri, serta tanda-tanda bahaya yang perlu Anda waspadai. Apa Itu Rasio Kompensasi Manajemen terhadap Laba Bersih? Secara sederhana, rasio ini adalah perbandingan antara...

Artikel menarik lainnya:

  1. Laba dari Anak Perusahaan yang Tidak Terkonsolidasi: Aset Tersembunyi atau Jebakan Akuntansi?
  2. Dividend Yield Tinggi: Jebakan atau Peluang?
  3. Ichimoku Kinko Hyo: Awan yang Menunjukkan Support, Resistance, dan Momentum
  4. Familiarity Bias: Bahaya Hanya Memegang Saham Perusahaan Terkenal
  5. Gann Square of 9: Menjembatani Harga dan Waktu dalam Analisis Teknikal
  6. Downside Gap Three Methods: Pola Kelanjutan Bearish yang Sering Disalahartikan
  7. Rekening Dana Efek vs Rekening Saham: Jangan Sampai Tertukar!
  8. Mat Hold: Pola Kelanjutan Tren Paling Kuat yang Jarang Diketahui
  9. Fear of Missing Out Saat IPO Meledak: Ketika Ketakutan Ketinggalan Kereta Menghancurkan Portofolio
  10. Southern Doji: Doji Setelah Long Black Candle sebagai Sinyal Potensi Bottom

TradingView Chart - MKTR