Update: Senin, 5 Oktober 2026

UNSP

PT. Bakrie Sumatera Plantations Tbk.

Rp 364
+1.68%
Volume
471.225 lot
MA 5
337
MA 20
260
RSI
86.24
High
394
Low
342
Nilai
80/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
2.70%
Support (10d)
0
Resistance (10d)
400
Volume Trend (10d)
+0.0%
Score
80
Win Rate (30d)
23.33 %
P/L (30d)
76.70 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bearish RSI: Overbought (86.2) - Potential correction
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 10.914 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham UNSP saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 86.2, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh beli (overbought) sehingga berpotensi terkoreksi dalam jangka pendek.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.70%. Area support terdekat berada di sekitar Rp0, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp400.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 80 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 364 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 419 - 455 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 346 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

ROE: Mengapa Angka 15% di Bank Berbeda Arti dengan 15% di Pabrik?

Return on Equity (ROE) adalah salah satu rasio paling populer di dunia investasi. Rumusnya sederhana: laba bersih dibagi ekuitas pemegang saham. Semakin tinggi ROE, semakin efisien perusahaan dalam menghasilkan laba dari modal yang ditanamkan pemilik. Namun, investor pemula sering membuat kesalahan fatal: membandingkan ROE antar sektor secara mentah. Mereka melihat bank dengan ROE 15% dan pabrik semen dengan ROE 15%, lalu menyimpulkan keduanya sama baiknya. Kesimpulan itu keliru. Artikel ini akan membedah secara mendalam perbedaan interpretasi ROE antara sektor keuangan (bank dan asuransi) dengan sektor manufaktur, serta bagaimana Anda sebagai investor harus menyikapinya. Mengapa ROE Tidak Bisa Dibandingkan Langsung Antar Sektor? Akar perbedaannya terletak pada struktur aset dan sumber pendanaan. Perusahaan manufaktur memiliki pabrik, mesin, dan inventaris. Perusahaan keuangan memiliki pinjaman yang diberikan (bank) atau...

Artikel menarik lainnya:

  1. Falling Wedge: Wedge Turun yang Menjebak Trader Pesimis
  2. Expense Ratio: Pembunuh Senyap Profitabilitas Asuransi
  3. Value Averaging (VA): Strategi Cerdas Memaksimalkan Keuntungan Saat Pasar Turun
  4. Mengenal CCI: Commodity Channel Index – Sinyal +100/-100 Crossing dan Zero Line Crossing
  5. Gaji Bos vs Keuntungan Perusahaan: Mengukur Rasio Kompensasi Manajemen terhadap Laba Bersih
  6. Graph Anosognosia: Ketika Trader Tidak Tahu Bahwa Mereka Tidak Tahu
  7. Rasio Burn Rate: Detak Jantung Keuangan Startup Sebelum Tumbang
  8. Ladder Top: Pola Bearish Lima Candlestick yang Jarang Tapi Mematikan
  9. Memahami IHSG: Barometer Kesehatan Pasar Modal Indonesia
  10. Gann Grid – Kotak Geometris yang Memetakan Waktu dan Harga

TradingView Chart - UNSP