Update: Senin, 6 Juli 2026

MSKY

PT. MNC Sky Vision Tbk.

Rp 58
0.00%
Volume
65.497 lot
MA 5
59
MA 20
61
RSI
40.63
High
59
Low
56
Nilai
35/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
3.84%
Support (10d)
53
Resistance (10d)
72
Volume Trend (10d)
+10.9%
Score
35
Win Rate (30d)
46.67 %
P/L (30d)
-21.62 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (40.6)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 2.476 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham MSKY saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 40.6, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.84%. Area support terdekat berada di sekitar Rp53, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp72.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 35 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 50 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Fear of Missing Out Saat IPO Meledak: Ketika Ketakutan Ketinggalan Kereta Menghancurkan Portofolio

Tidak ada momen yang lebih memicu Fear of Missing Out atau FOMO di pasar saham selain saat Initial Public Offering (IPO) sebuah perusahaan meledak. Anda pasti pernah melihatnya. Sebuah perusahaan baru saja melantai di bursa. Harga perdana 200 rupiah per saham. Hari pertama, langsung naik 50 persen menjadi 300. Hari kedua, 400. Hari ketiga, 500. Media memberitakan "saham unicorn" yang melambung tinggi. Grup WhatsApp dipenuhi dengan screenshot profit. Teman Anda yang kebetulan kebagian jatah IPO sekarang tersenyum lebar. Di saat seperti itu, satu pertanyaan muncul di kepala Anda: "Kenapa saya tidak ikut?" Lalu pertanyaan berikutnya: "Apakah masih bisa beli sekarang?" Itulah FOMO. Dan dalam konteks IPO yang sedang meledak, FOMO adalah perasaan paling berbahaya yang bisa Anda miliki. Memahami Fenomena IPO Meledak Sebelum membahas bagaimana...

Artikel menarik lainnya:

  1. Market Profile – Memahami Struktur Pasar dari Waktu dan Harga
  2. Golden Butterfly Portfolio: Strategi Investasi Saham yang Seimbang untuk Semua Musim
  3. Dua Wajah Riset: Membandingkan Kapitalisasi vs Beban Langsung R&D dalam Analisis Saham
  4. Beneish M-Score: Alat Deteksi Dini Manipulasi Laporan Keuangan
  5. Two-Day Reversal: Ketika Dua Candle Berbisik Lebih Keras dari Satu
  6. Core Portfolio: Kombinasi Saham Blue Chip dan Obligasi untuk Fondasi Investasi yang Kokoh
  7. Analisis Depresiasi dan Amortisasi: Kunci Membaca Kualitas Laba dan Valuasi Saham
  8. Menggunakan Kelly Criterion untuk Alokasi Modal di Pasar Saham
  9. PEG Ratio: Ketika PER Bertemu Pertumbuhan Laba
  10. Dividen dalam Bentuk Lembar Saham: Memahami Rasio Distribusi Saham Bonus

TradingView Chart - MSKY