Update: Senin, 6 Juli 2026

BHAT

PT. Bhakti Multi Artha Tbk.

Rp 1.770
0.00%
Volume
0 lot
MA 5
1.770
MA 20
1.444
RSI
72.22
High
-
Low
-
Nilai
30/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
5.30%
Support (10d)
0
Resistance (10d)
2.560
Volume Trend (10d)
-8.9%
Score
30
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
48.74 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bearish RSI: Overbought (72.2) - Potential correction
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Neutral Foreign Flow: Foreign neutral (Last 5 days avg: 0 lot)
Analisa teknikal tidak tersedia untuk saham ini, beberapa data tidak valid. Saham mungkin sedang suspend.
TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Efek Overconfidence: Bahaya Tersembunyi di Balik Profit Berturut-turut

Dalam dunia saham, profit berturut-turut sering kali disambut dengan euforia. Namun di balik rasa puas dan bangga tersebut, ada jebakan psikologis yang sangat berbahaya: overconfidence. Kepercayaan diri yang berlebihan setelah serangkaian keuntungan justru menjadi awal dari bencana besar bagi banyak trader dan investor. Apa Itu Overconfidence dalam Saham? Overconfidence adalah kondisi psikologis di mana seseorang meyakini bahwa kemampuannya dalam memprediksi dan menghasilkan profit jauh di atas rata-rata, terutama setelah mengalami beberapa kali keberhasilan berturut-turut. Penderitanya mulai mengabaikan faktor keberuntungan, kondisi pasar, atau kebetulan, dan menganggap semua profit murni karena kehebatannya sendiri. Ciri-ciri overconfidence antara lain: Merasa "tidak mungkin salah" setelah 3-5 kali profit beruntun. Meningkatkan ukuran posisi (lot size) secara drastis tanpa perhitungan risiko ulang. Mengabaikan stop loss karena merasa pasar akan selalu sesuai prediksi....

Artikel menarik lainnya:

  1. Analisis Impairment Asset: Ancaman Pengeruk Laba yang Sering Terlupakan Investor
  2. Perbedaan Saham Syariah dan Konvensional: Mana yang Cocok untuk Anda?
  3. NPL (Non Performing Loan): Mengukur Risiko Kredit Macet Sebelum Membeli Saham Bank
  4. Mengelola Drawdown Psikologis: Ketika Musuh Terbesar Berada di Dalam Pikiran Anda
  5. Pivot Point – Lima Metode Menghitung Level Support dan Resistance Harian
  6. Lizard: Pola Harmonic Versi Carney yang Unik dan Langka
  7. Order Book: Jendela Pendapatan Masa Depan Perusahaan
  8. Saham vs Judi: Perbedaan Fatal yang Wajib Anda Pahami
  9. Mengubah Pola Pikir "Saya Harus Benar" menjadi "Saya Harus Untung": Revolusi Mental dalam Trading
  10. Strategi Barbell: Keseimbangan Ekstrem untuk Hasil Optimal

TradingView Chart - BHAT