Update: Jumat, 22 Mei 2026

PGEO

PT. Pertamina Geothermal Energy Tbk.

Rp 925
+0.54%
Volume
164.931 lot
MA 5
962
MA 20
1.004
RSI
36.23
High
935
Low
890

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
1.89%
Support (10d)
890
Resistance (10d)
1.065
Volume Trend (10d)
-12.8%
Score
15
Win Rate (30d)
40 %
P/L (30d)
-11.90 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (36.2)
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -54.664 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham PGEO saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 36.2, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.89%. Area support terdekat berada di sekitar Rp890, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp1.065.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 15 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 846 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Satellite Portfolio: Menambah Power dengan Small Cap dan Komoditas

Setelah Anda memiliki core portfolio yang kokoh berisi saham blue chip dan obligasi, pertanyaan selanjutnya adalah: bagaimana cara meningkatkan potensi keuntungan tanpa mengorbankan stabilitas secara keseluruhan? Jawabannya adalah satellite portfolio — bagian portofolio yang lebih kecil dan lebih agresif, dirancang untuk memberikan "sentuhan turbo" pada return Anda. Dua instrumen klasik yang sering mengisi posisi satelit ini adalah saham small cap dan komoditas. Artikel ini akan membahas mengapa kedua kelas aset ini cocok sebagai satelit, bagaimana cara mengintegrasikannya, dan berapa porsi ideal yang tidak boleh Anda lewati. Apa Itu Satellite Portfolio? Dalam pendekatan core-satellite, portofolio Anda dibagi menjadi dua bagian: Core (70-80%): Investasi stabil jangka panjang seperti saham blue chip, obligasi, atau ETF indeks luas. Fokusnya pada konsistensi dan ketahanan. Satellite (20-30%): Investasi yang lebih spesifik,...

Artikel menarik lainnya:

  1. Core-Satellite Portfolio: Strategi Cerdas Memadukan Stabilitas dan Pertumbuhan
  2. High Wave: Candlestik dengan Sumbu Panjang di Kedua Sisi
  3. Mengenal CCI: Commodity Channel Index – Sinyal +100/-100 Crossing dan Zero Line Crossing
  4. Dua Wajah Riset: Membandingkan Kapitalisasi vs Beban Langsung R&D dalam Analisis Saham
  5. The Wedge Pullback Pattern: Strategi Memasuki Pergerakan Besar Setelah Breakout
  6. Dragonfly Doji: Pola Satu Candlestick yang Menandakan Potensi Pembalikan Bullish
  7. Dunning-Kruger Effect: Ketika Investor Pemula Merasa Paling Pintar di Pasar Saham
  8. Gann Hexagon: Geometri Segi Enam untuk Support dan Resistance Pasar
  9. On Balance Volume (OBV) – Pola Divergence dan Trendline Break
  10. Fibonacci Extension – Memasang Target Profit dengan Rasio Emas

TradingView Chart - PGEO