Update: Senin, 5 Oktober 2026

PGEO

PT. Pertamina Geothermal Energy Tbk.

Rp 975
+3.72%
Volume
71.781 lot
MA 5
966
MA 20
1.024
RSI
34.62
High
975
Low
945
Nilai
60/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
1.46%
Support (10d)
935
Resistance (10d)
1.100
Volume Trend (10d)
+9.9%
Score
60
Win Rate (30d)
46.67 %
P/L (30d)
-8.45 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (34.6)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 3.487 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham PGEO saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 34.6, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.46%. Area support terdekat berada di sekitar Rp935, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp1.100.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 60 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish moderat dan masih cukup positif.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 995 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 1.073 - 1.121 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 907 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Cash Conversion Cycle (CCC): Mengukur Efisiensi Arus Kas dari Hulu ke Hilir

Dalam dunia bisnis, ada sebuah pepatah lama yang berbunyi: "Revenue is vanity, profit is sanity, but cash is reality." Pendapatan bisa dibanggakan, laba menunjukkan kewarasan, tetapi uang tunai adalah kenyataan yang sesungguhnya. Pertanyaannya: Seberapa cepat sebuah perusahaan mengubah uangnya yang diinvestasikan ke operasional menjadi uang tunai kembali? Jawabannya terletak pada Cash Conversion Cycle (CCC) atau Siklus Konversi Kas. Metrik ini merupakan salah satu indikator paling komprehensif untuk menilai efisiensi modal kerja dan manajemen arus kas sebuah perusahaan. Artikel ini akan membahas CCC secara mendalam dan bagaimana menggunakannya dalam analisis saham. Apa Itu Cash Conversion Cycle (CCC)? CCC mengukur berapa hari yang dibutuhkan sebuah perusahaan untuk mengubah investasinya dalam persediaan dan piutang menjadi uang tunai dari penjualan. Singkatnya, CCC adalah jarak waktu antara perusahaan membayar pemasok...

Artikel menarik lainnya:

  1. EV/EBITDA: Alternatif PER untuk Perusahaan dengan Utang Besar
  2. Ukuran Sejati Kinerja Saham: Mengapa Rasio Perusahaan Harus Dibandingkan dengan Rata-rata Industri
  3. Mengintip “Gunung Es” Laporan Keuangan: Analisis Off-Balance Sheet Items dalam Dunia Saham
  4. Force Index: Menggabungkan Momentum dan Volume untuk Mengukur Kekuatan Sejati
  5. LBO (Leveraged Buyout) Valuation: Menilai Saham dari Perspektif Pembeli dengan Utang Besar
  6. Aturan Praktis yang Tak Lekang Waktu: Memahami Strategi Alokasi 100 Dikurangi Usia
  7. Dragonfly Doji: Pola Satu Candlestick yang Menandakan Potensi Pembalikan Bullish
  8. Price per Subscriber: Metrik Kunci Menilai Saham Perusahaan Media Digital
  9. Jam Trading Terbaik untuk Psikologi: Menemukan Waktu di Mana Anda Berada di Puncak Kendali
  10. Menentukan Ukuran Posisi: Seni Mengelola Risiko sebelum Masuk Pasar

TradingView Chart - PGEO