Update: Kamis, 20 Agustus 2026

PGEO

PT. Pertamina Geothermal Energy Tbk.

Rp 1.070
+1.90%
Volume
117.986 lot
MA 5
1.074
MA 20
1.044
RSI
57.58
High
1.070
Low
1.050
Nilai
50/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
2.01%
Support (10d)
1.010
Resistance (10d)
1.140
Volume Trend (10d)
+156.9%
Score
50
Win Rate (30d)
50 %
P/L (30d)
12.63 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Strong momentum (57.6)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -17.344 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham PGEO saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 57.6, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.01%. Area support terdekat berada di sekitar Rp1.010, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp1.140.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 50 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 1.010, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Ukuran Profitabilitas di Balik Setiap Polis: Analisis New Business Margin dalam Saham Asuransi Jiwa

Dua perusahaan asuransi jiwa melaporkan kinerja tahun 2024. Perusahaan A mencatat pertumbuhan premi baru 25%, sementara Perusahaan B hanya 10%. Investor berbondong-bondong membeli saham Perusahaan A. Namun setahun kemudian, harga saham Perusahaan A justru turun sementara Perusahaan B naik. Apa yang terjadi? Ternyata, Perusahaan A mengejar volume dengan menjual produk bermargin rendah (bahkan negatif setelah memperhitungkan biaya), sementara Perusahaan B fokus pada produk berkualitas tinggi dengan margin gemuk. Perusahaan A memiliki New Business Margin 2%. Perusahaan B memiliki New Business Margin 12%. Pasar menghargai profitabilitas, bukan sekadar volume. Dalam artikel sebelumnya kita membahas Value of New Business (VNB) secara keseluruhan. Sekarang kita akan fokus pada New Business Margin—rasio yang mengukur seberapa menguntungkan setiap rupiah premi baru yang berhasil dijual perusahaan asuransi jiwa. Apa Itu New...

Artikel menarik lainnya:

  1. Working Capital Turnover: Seberapa Efisien Perusahaan Mengelola Modal Kerja?
  2. Cup and Handle Inverted: Cangkir Terbalik yang Menjanjikan Penurunan Tajam
  3. Cypher: Sandi Rahasia Pembalikan Harga yang Akurat
  4. Volume Weighted Average Price (VWAP) – Acuan Harga Wajar Versi Institutional
  5. Mengendalikan Emosi saat Pasar Crash: Tetap Hidup saat Semua Orang Panik
  6. Rasio Underwriting Profit: Mengukur Kemampuan Inti Perusahaan Asuransi
  7. Momentum (MOM): Indikator Paling Sederhana untuk Mengukur Kecepatan Harga
  8. Pengaruh Siklus Tidur terhadap Keputusan Trading: Ketika Kantuk Menghancurkan Portofolio
  9. Gann Emblem: Simbol Harmoni Harga dan Waktu
  10. Lifecycle Fund: Solusi Otomatis untuk Investasi Pensiun Tanpa Ribet

TradingView Chart - PGEO