Update: Jumat, 10 Juli 2026

PGEO

PT. Pertamina Geothermal Energy Tbk.

Rp 1.005
+5.79%
Volume
493.991 lot
MA 5
936
MA 20
893
RSI
66.67
High
1.020
Low
945
Nilai
100/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
2.74%
Support (10d)
810
Resistance (10d)
1.020
Volume Trend (10d)
+27.1%
Score
100
Win Rate (30d)
46.67 %
P/L (30d)
11.67 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (66.7)
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 9.140 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham PGEO saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 66.7, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.74%. Area support terdekat berada di sekitar Rp810, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp1.020.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 100 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 1.005 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 1.156 - 1.256 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 955 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Stacked Imbalance: Membaca Sinyal Ketidakseimbangan Order

Dalam dunia trading saham, memahami alur order dan tekanan jual-beli adalah kunci untuk menangkap peluang sekaligus menghindari jebakan likuiditas. Salah satu konsep yang cukup populer di kalangan trader profesional, terutama yang menggunakan Order Flow atau Depth of Market (DOM), adalah Stacked Imbalance. Apa itu dan bagaimana cara memanfaatkannya? Mari kita bahas. Apa Itu Stacked Imbalance? Secara sederhana, Stacked Imbalance adalah kondisi di mana terjadi ketidakseimbangan jumlah order beli dan jual yang sangat signifikan pada beberapa level harga berurutan di dalam order book. Bayangkan order book sebagai antrian orang yang ingin membeli dan menjual saham di berbagai level harga. Jika di level harga tertentu ada 1.000 lot antrean beli tetapi hanya 100 lot antrean jual, itu disebut imbalance (ketidakseimbangan). Namun, stacked imbalance terjadi ketika ketidakseimbangan...

Artikel menarik lainnya:

  1. Menilai Masa Depan Tanpa Angka Kini: Panduan Valuasi Perusahaan yang Belum Profit
  2. Black Swan: Pola Harmonic Bullish yang Langka dan Eksotis
  3. Analisis Claim Ratio Asuransi Kesehatan: Barometer Profitabilitas yang Tidak Boleh Diabaikan
  4. Memahami Metode Gordon Growth: Cara Menilai Saham Berdasarkan Dividen
  5. Menggunakan Kelly Criterion untuk Alokasi Modal di Pasar Saham
  6. Efek Ilusi Kontrol: Ketika Anda Berpikir Grafik Dapat Mengendalikan Pasar
  7. Chande Trend Meter: Mengukur Kekuatan Tren dengan Skor Tunggal
  8. Pengertian IPO (Initial Public Offering): Saat Perusahaan Go Public
  9. Capital Light Model: Model Bisnis Idaman Investor Modern
  10. Familiarity Bias: Bahaya Hanya Memegang Saham Perusahaan Terkenal

TradingView Chart - PGEO