Update: Kamis, 11 Juni 2026

CNMA

PT. Nusantara Sejahtera Raya Tbk.

Rp 88
-2.22%
Volume
69.858 lot
MA 5
87
MA 20
94
RSI
41.30
High
91
Low
87
Nilai
55/100
Rekomendasi
HOLD *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis, gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi dan atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
2.23%
Support (10d)
80
Resistance (10d)
101
Volume Trend (10d)
+28.2%
Score
55
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
-15.38 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (41.3)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 7.799 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham CNMA saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 41.3, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.23%. Area support terdekat berada di sekitar Rp80, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp101.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 101 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 111, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 80 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Unlevered Beta vs Levered Beta: Memisahkan Risiko Bisnis dari Risiko Utang

Dalam dunia investasi saham, kita sering mendengar istilah beta. Beta mengukur seberapa sensitif pergerakan saham terhadap pasar. Namun, tahukah Anda bahwa beta yang terlihat di layar aplikasi trading Anda sebenarnya adalah levered beta – beta yang sudah tercampur dengan efek utang perusahaan? Para investor cerdas perlu memahami perbedaan antara unlevered beta (beta tanpa utang) dan levered beta (beta dengan utang). Memisahkan keduanya akan membantu Anda menilai risiko murni dari bisnis perusahaan, terlepas dari bagaimana perusahaan mendanai operasinya. Artikel ini akan membedah kedua konsep ini, cara menghitungnya, serta bagaimana menggunakannya dalam analisis saham. Apa Itu Levered Beta (βL)? Levered beta adalah beta yang secara normal kita lihat di platform saham. Ia mencerminkan total risiko sistematis dari sebuah saham, yang terdiri dari dua komponen: Risiko bisnis (business...

Artikel menarik lainnya:

  1. Rasio Market Value Added (MVA): Ukuran Kekayaan yang Diciptakan untuk Pemegang Saham
  2. Inverted Hammer (Bullish): Palu Terbalik yang Menandakan Awal Kebangkitan
  3. Climax Volume: Volume Ekstrim di Ujung Tren sebagai Tanda Kelelahan
  4. Triple Bottom: Tiga Lembah yang Menandai Awal Tren Naik
  5. Mengintip Aliran Uang di Dalam Candle: Memahami Footprint Chart
  6. Rasio Price to NCAV: Strategi Klasik Mencari Net-Net Stock dalam Valuasi Saham
  7. Absorption – Volume Besar Tanpa Pergerakan Harga, Jejak Tersembunyi Pemain Besar
  8. Three Drives: Tiga Dorongan yang Membentuk Pembalikan Sempurna
  9. Unlevered Beta vs Levered Beta: Memisahkan Risiko Bisnis dari Risiko Utang
  10. AISC: Metrik Paling Jujur di Laporan Keuangan Tambang

TradingView Chart - CNMA