Update: Jumat, 22 Mei 2026

CNMA

PT. Nusantara Sejahtera Raya Tbk.

Rp 94
+3.30%
Volume
125.033 lot
MA 5
95
MA 20
101
RSI
27.27
High
97
Low
89

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
1.17%
Support (10d)
89
Resistance (10d)
104
Volume Trend (10d)
-5.7%
Score
35
Win Rate (30d)
23.33 %
P/L (30d)
-13.76 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (27.3) - Potential reversal
Neutral Volume: Normal volume
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -58 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham CNMA saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 27.3, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.17%. Area support terdekat berada di sekitar Rp89, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp104.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 35 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 85 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Churning: Volume Besar, Range Kecil sebagai Tanda Distribusi dan Akumulasi

Dalam analisis teknikal, volume dan harga adalah dua sisi dari mata uang yang sama. Biasanya, volume tinggi sejalan dengan rentang harga yang lebar—pergerakan besar didukung oleh partisipasi besar. Namun, ada kondisi yang sangat kontras: volume sangat tinggi tetapi rentang harga sangat sempit. Kondisi ini dikenal sebagai Churning. Churning adalah salah satu konsep paling penting dalam metodologi Richard Wyckoff. Ia terjadi ketika pasar sedang dalam proses akumulasi (pemain besar mengumpulkan saham di harga rendah) atau distribusi (pemain besar melepas saham di harga tinggi). Bagi trader yang memahami churning, ini adalah jejak bahwa "smart money" sedang aktif—tanpa menggerakkan harga secara signifikan. Karakteristik Churning Churning adalah kondisi di mana volume perdagangan melonjak tinggi—seringkali 2-3 kali volume rata-rata—tetapi harga hanya bergerak dalam rentang yang sangat sempit. Hasilnya adalah...

Artikel menarik lainnya:

  1. Jebakan Saham Gorengan Psikologis: Ketika Keserakahan Memasuki Perangkap yang Dirancang Rapi
  2. The False Bar: Breakout Palsu di Timeframe Kecil
  3. Membaca Pasar Lewat Perasaan: Mengenal AAII Sentiment Survey
  4. Three Inside Up & Three Inside Down: Konfirmasi Ekstra dari Pola Harami
  5. Hook Reversal: Pola Sederhana yang Bisa Selamatkan Anda dari Jeratan Tren
  6. Analisis Shareholder Yield: Mengukur Pengembalian Total yang Sesungguhnya
  7. Cost of Equity dengan CAPM: Berapa Imbal Hasil yang Wajar Anda Tuntut?
  8. Abandoned Baby: Bayi yang Terlantar dan Pembalikan Harga Paling Ekstrem
  9. KSEI dan Perannya dalam Penyimpanan Efek: Pilar Keamanan Investasi Pasar Modal
  10. Framing Bias: Bagaimana Cara Penyajian Informasi Mengubah Keputusan Investasi Anda

TradingView Chart - CNMA