Update: Jumat, 22 Mei 2026

RLCO

PT. Abadi Lestari Indonesia Tbk.

Rp 2.960
+14.73%
Volume
15.315 lot
MA 5
3.154
MA 20
4.671
RSI
19.16
High
3.050
Low
2.330

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
5.12%
Support (10d)
2.330
Resistance (10d)
5.275
Volume Trend (10d)
+0.5%
Score
60
Win Rate (30d)
46.67 %
P/L (30d)
-45.44 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (19.2) - Potential reversal
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 4.348 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham RLCO saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 19.2, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 5.12%. Area support terdekat berada di sekitar Rp2.330, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp5.275.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 60 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish moderat dan masih cukup positif.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 3.019 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 3.256 - 3.404 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 2.753 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Framing Bias: Bagaimana Cara Penyajian Informasi Mengubah Keputusan Investasi Anda

Dua kalimat berikut menyampaikan informasi yang sama persis, tetapi menghasilkan reaksi yang sangat berbeda: Kalimat A: "Dari 100 orang yang membeli saham ini, 80 orang mendapatkan keuntungan." Kalimat B: "Dari 100 orang yang membeli saham ini, 20 orang mengalami kerugian." Kalimat mana yang membuat Anda lebih tertarik untuk membeli? Jika Anda memilih Kalimat A, selamat. Anda merespons secara normal. Padahal kedua kalimat itu menyampaikan fakta yang identik: tingkat keberhasilan 80%. Hanya cara penyajiannya yang berbeda. Inilah yang disebut framing bias—kecenderungan manusia untuk mengambil keputusan berbeda tergantung pada bagaimana suatu informasi disajikan (dibingkai), meskipun informasi tersebut secara substansi setara. Apa Itu Framing Bias? Framing bias adalah bias kognitif di mana seseorang bereaksi secara berbeda terhadap suatu pilihan tergantung pada apakah pilihan tersebut disajikan dalam kerangka keuntungan...

Artikel menarik lainnya:

  1. Bat: Kelelawar yang Membawa Sinyal Pembalikan Presisi
  2. Klinger Oscillator – Volume yang Berbicara dalam Dua Arah
  3. Stress Testing Portofolio pada Skenario Crash: Apakah Anda Siap Menghadapi Hari Terburuk?
  4. Vortex Indicator: Menangkap Arah Tren dengan Sinyal Crossover
  5. Force Index: Menggabungkan Momentum dan Volume untuk Mengukur Kekuatan Sejati
  6. Ketika Pasar Menjadi Narkoba: Saham dan Gangguan Kecanduan Dopamin
  7. EPS (Earning per Share): Cara Hitung dan Interpretasi untuk Pemula
  8. Jam Trading Terbaik untuk Psikologi: Menemukan Waktu di Mana Anda Berada di Puncak Kendali
  9. Kagi Chart – Garis Tebal dan Tipis yang Menceritakan Sentimen Pasar
  10. The 1-2-3 Pattern: Pola Reversal Sederhana dari Joe Ross

TradingView Chart - RLCO