Update: Jumat, 14 Agustus 2026

CBRE

PT. Cakra Buana Resources Energi Tbk.

Rp 695
+2.96%
Volume
91.427 lot
MA 5
679
MA 20
700
RSI
50.00
High
700
Low
675
Nilai
70/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
1.98%
Support (10d)
655
Resistance (10d)
710
Volume Trend (10d)
-56.0%
Score
70
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
-2.80 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (50.0)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 3.686 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham CBRE saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 50.0, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.98%. Area support terdekat berada di sekitar Rp655, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp710.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 70 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 709 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 765 - 799 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 646 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Stacked Trendline: Ketika Banyak Garis Menjadi Satu Kekuatan Dahsyat

Setiap trader yang pernah belajar analisis teknikal pasti mengenal garis tren (trendline). Satu garis yang menghubungkan titik-titik tertinggi atau terendah, membantu menentukan arah dan momentum pasar. Namun, pernahkah Anda membayangkan apa yang terjadi ketika banyak garis tren yang berbeda justru bertumpuk di area yang sama? Fenomena ini disebut Stacked Trendline atau Trendline Stack. Ia terjadi ketika beberapa garis tren dari periode waktu berbeda, kerangka waktu berbeda, atau titik referensi berbeda, semuanya berkumpul di area harga yang sempit. Stacked trendline bukanlah kebetulan. Ini adalah pertemuan kekuatan analitis yang memberi sinyal bahwa suatu level harga memiliki signifikansi luar biasa. Ketika banyak garis tren "menumpuk" di satu area, level tersebut menjadi seperti tembok benteng—sangat sulit ditembus. Dan ketika akhirnya ditembus, pergerakan yang terjadi biasanya eksplosif. Apa Itu...

Artikel menarik lainnya:

  1. Concealing Baby Swan, Formasi Pembalikan Bullish yang Unik
  2. Jual Saham Anda, Beli Ketenangan: Pentingnya Libur dari Pasar Saham
  3. Fibonacci Retracement – Level-Level Ajaib untuk Pullback dan Reversal
  4. Kamar Tidur Bukan Command Center: Mengapa Anda Harus Berhenti Trading di Tempat Tidur
  5. Mitos Saham yang Sering Salah: Jangan Terjebak!
  6. Qstick: Mengukur Kekuatan Sebenarnya dari Setiap Periode Perdagangan
  7. Mengukur Expectancy: Berapa Sebenarnya Sistem Trading Anda Menghasilkan?
  8. Triple Top: Tiga Puncak yang Menandai Berakhirnya Tren Naik
  9. Churning: Volume Besar, Range Kecil sebagai Tanda Distribusi dan Akumulasi
  10. Hook Reversal: Pola Sederhana yang Bisa Selamatkan Anda dari Jeratan Tren

TradingView Chart - CBRE