Update: Selasa, 18 Agustus 2026

CBRE

PT. Cakra Buana Resources Energi Tbk.

Rp 690
-0.72%
Volume
140.628 lot
MA 5
681
MA 20
697
RSI
52.38
High
715
Low
685
Nilai
70/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
1.93%
Support (10d)
655
Resistance (10d)
715
Volume Trend (10d)
-47.4%
Score
70
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
-5.48 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (52.4)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 3.201 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham CBRE saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 52.4, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.93%. Area support terdekat berada di sekitar Rp655, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp715.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 70 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 704 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 759 - 794 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 642 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Rasio Interest Coverage: Seberapa Mampu Perusahaan Membayar Bunga Utang?

Utang adalah bagian tak terpisahkan dari dunia bisnis. Hampir semua perusahaan memiliki utang, entah untuk ekspansi, modal kerja, atau akuisisi. Namun memiliki utang tidaklah berbahaya selama perusahaan mampu membayar bunga secara teratur. Pertanyaan mendasar bagi investor adalah: Apakah perusahaan menghasilkan cukup laba untuk menutupi beban bunganya? Jawabannya terletak pada Rasio Interest Coverage atau Rasio Cakupan Bunga. Metrik ini adalah indikator paling sederhana namun paling kuat untuk menilai risiko gagal bayar bunga utang. Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang rasio ini, bagaimana menghitungnya, menginterpretasikannya, serta kelebihan dan keterbatasannya. Apa Itu Rasio Interest Coverage? Interest Coverage Ratio (ICR) adalah rasio yang mengukur seberapa besar laba operasional perusahaan dibandingkan dengan beban bunga yang harus dibayarkan. Rasio ini menunjukkan "bantalan keamanan" yang dimiliki perusahaan untuk membayar bunga utangnya....

Artikel menarik lainnya:

  1. NPM vs GPM: Memahami Dua Rasio Profitabilitas yang Berbeda
  2. Cup and Handle Inverted: Cangkir Terbalik yang Menjanjikan Penurunan Tajam
  3. Elder Ray Index: Mengukur Kekuatan Bull dan Bear di Pasar
  4. Deep Crab: Kepiting Dalam yang Membawa Sinyal Pembalikan Paling Langka
  5. Double Bottom: Sinyal Pembalikan Bullish yang Wajib Diketahui Trader
  6. Weekly Review: Mengukur Kinerja Trading dengan Profit Factor, Win Rate, dan Average RRR
  7. All Weather Portfolio: Solusi Investasi Sepanjang Musim untuk Investor Pasif
  8. Strategi Anti-Martingale: Seni Membiarkan Keuntungan Bekerja untuk Anda
  9. Efek Endowment: Bahaya Cinta Buta pada Saham Milik Sendiri
  10. Rasio Pengeluaran Riset & Pengembangan (R&D): Mengukur Masa Depan di Balik Beban Akuntansi

TradingView Chart - CBRE