Update: Kamis, 20 Agustus 2026

MIDI

PT. Midi Utama Indonesia Tbk.

Rp 280
+1.45%
Volume
90.212 lot
MA 5
274
MA 20
279
RSI
40.91
High
282
Low
276
Nilai
60/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
1.16%
Support (10d)
266
Resistance (10d)
282
Volume Trend (10d)
-3.0%
Score
60
Win Rate (30d)
36.67 %
P/L (30d)
-2.10 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Neutral RSI: Neutral (40.9)
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 22.321 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham MIDI saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 40.9, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.16%. Area support terdekat berada di sekitar Rp266, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp282.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 60 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish moderat dan masih cukup positif.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 286 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 308 - 322 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 260 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

PEG Ratio: Ketika PER Bertemu Pertumbuhan Laba

PER (Price to Earnings Ratio) adalah alat sederhana untuk menilai mahal atau murahnya saham. Tapi PER memiliki satu kelemahan besar: PER tidak mempertimbangkan pertumbuhan laba. Bayangkan dua perusahaan dengan PER sama-sama 20x: Perusahaan PER Pertumbuhan Laba per Tahun A 20x 5% (lambat) B 20x 30% (cepat) Dengan PER yang sama, mana yang lebih menarik? Jelas Perusahaan B. Tapi PER tidak bisa menangkap perbedaan ini. Di sinilah PEG Ratio hadir sebagai solusi. Apa Itu PEG Ratio? PEG Ratio (Price/Earnings to Growth Ratio) adalah rasio yang membandingkan PER suatu saham dengan tingkat pertumbuhan laba perusahaan. Sederhananya, PEG menjawab pertanyaan: "Apakah PER yang terlihat mahal itu sebenarnya wajar jika dihitung dengan pertumbuhan laba?" Rumus PEG Ratio: PEG = PER / Tingkat Pertumbuhan Laba (dalam persen) Atau lebih lengkap:...

Artikel menarik lainnya:

  1. The False Bar: Breakout Palsu di Timeframe Kecil
  2. Schiff Pitchfork – Garpu yang Lebih Landai untuk Tren yang Lembut
  3. Cara Membeli Saham Pertama Kali di Sekuritas: Panduan Langkah demi Langkah untuk Pemula
  4. Churning: Volume Besar, Range Kecil sebagai Tanda Distribusi dan Akumulasi
  5. Klinger Oscillator – Volume yang Berbicara dalam Dua Arah
  6. ARPU: Mata Uang Baru dalam Valuasi Saham Perusahaan Digital
  7. Rasio Inventory Turnover: Mengukur Efisiensi Persediaan Perusahaan
  8. Menimbang Ketidakpastian: Valuasi dengan Risk Adjusted Discounted Cash Flow (DCF)
  9. Rounding Bottom (Saucer): Piring yang Menandai Perlahan Bangkitnya Tren Naik
  10. Time Cycles – Membaca Irama Pasar dalam Siklus Harian, Mingguan, dan Bulanan

TradingView Chart - MIDI