Update: Jumat, 9 Oktober 2026

MIDI

PT. Midi Utama Indonesia Tbk.

Rp 266
+3.10%
Volume
34.830 lot
MA 5
258
MA 20
261
RSI
50.00
High
266
Low
258
Nilai
65/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Downtrend
Volatility (Avg)
1.00%
Support (10d)
248
Resistance (10d)
266
Volume Trend (10d)
-55.7%
Score
65
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
-2.21 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (50.0)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 4.996 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham MIDI saat ini menunjukkan kecenderungan downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 50.0, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.00%. Area support terdekat berada di sekitar Rp248, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp266.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 65 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish moderat dan masih cukup positif.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 271 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 293 - 306 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 247 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Chaikin Money Flow (CMF) – Mengukur Tekanan Beli dan Jual Secara Periodik

Dalam analisis teknikal, salah satu pertanyaan paling sulit dijawab adalah: Apakah tekanan beli atau tekanan jual yang sedang mendominasi pasar? Indikator volume seperti OBV dan A/D Line memberikan gambaran kumulatif sejak awal data. Namun, pendekatan kumulatif memiliki kelemahan: ia tidak pernah "reset". Akibatnya, tren lama bisa terus mempengaruhi pembacaan saat ini. Marc Chaikin, sang maestro di balik A/D Line, menyadari keterbatasan ini. Ia kemudian mengembangkan Chaikin Money Flow (CMF) – sebuah indikator yang mengukur tekanan beli dan jual dalam periode tertentu (biasanya 20 atau 21 hari), bukan secara kumulatif tanpa batas. Hasilnya adalah indikator yang lebih responsif terhadap kondisi pasar terkini, dengan batas atas dan bawah yang jelas. Apa Itu Chaikin Money Flow (CMF)? Chaikin Money Flow adalah indikator osilator yang mengukur accumulation/distribution dari...

Artikel menarik lainnya:

  1. Pengaruh Siklus Tidur terhadap Keputusan Trading: Ketika Kantuk Menghancurkan Portofolio
  2. Ketika Keajaiban Menjadi Bencana: Memahami Rasio Extraordinary Items terhadap Laba
  3. Efek Overconfidence: Bahaya Tersembunyi di Balik Profit Berturut-turut
  4. Rainbow Moving Average: Membaca Kekuatan Tren dengan Lapisan Ganda
  5. Tail Risk Hedging dengan Options: Melindungi Portofolio dari Kehancuran Ekstrem
  6. Efek Ilusi Kontrol: Ketika Anda Berpikir Grafik Dapat Mengendalikan Pasar
  7. Downside Gap Three Methods: Pola Kelanjutan Bearish yang Sering Disalahartikan
  8. Memahami Pola Tweezer Bottom: Sinyal Pembalikan Harga dari Dua Candlestick
  9. Menentukan Stop Loss dan Take Profit yang Realistis: Seni Melindungi Modal dan Mengamankan Keuntungan
  10. Gross Transaction Value (GTV): Mengukur Skala Riil Bisnis Digital

TradingView Chart - MIDI