Update: Senin, 5 Oktober 2026

MIDI

PT. Midi Utama Indonesia Tbk.

Rp 254
+1.60%
Volume
74.055 lot
MA 5
254
MA 20
263
RSI
20.00
High
256
Low
248
Nilai
60/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
0.92%
Support (10d)
248
Resistance (10d)
270
Volume Trend (10d)
-68.1%
Score
60
Win Rate (30d)
23.33 %
P/L (30d)
-8.63 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (20.0) - Potential reversal
Neutral Volume: Normal volume
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 5.003 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham MIDI saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 20.0, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 0.92%. Area support terdekat berada di sekitar Rp248, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp270.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 60 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish moderat dan masih cukup positif.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Beberapa indikator mendukung arah naik, namun konfirmasi tambahan masih dibutuhkan.

Strategi yang disarankan: Tunggu konfirmasi di 259 disertai lonjakan volume. Target harga berada di kisaran 279 - 292 (10-15%), dengan batas stop loss di sekitar 236 (7% below entry). Disarankan entry secara konservatif; waspadai potensi breakdown di bawah support.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Analisis Depresiasi dan Amortisasi: Kunci Membaca Kualitas Laba dan Valuasi Saham

Dalam dunia saham, investor sering kali terpaku pada laba bersih atau pendapatan per saham (EPS). Namun, ada dua pos penting dalam laporan keuangan yang kerap luput dari perhatian padahal sangat berdampak pada kualitas laba dan arus kas: Depresiasi dan Amortisasi. Memahami keduanya adalah keterampilan kunci untuk menilai apakah sebuah saham overvalued atau justru undervalued. 1. Depresiasi vs. Amortisasi: Apa Bedanya? Depresiasi adalah alokasi biaya perolehan aset berwujud (tangible) seperti mesin pabrik, kendaraan, gedung, dan peralatan IT. Contoh: truk logistik yang nilainya turun setiap tahun karena pemakaian. Amortisasi adalah alokasi biaya aset tidak berwujud (intangible) seperti hak paten, merek dagang, lisensi, dan perangkat lunak. Contoh: biaya akuisisi merek minuman yang diamortisasi selama 10 tahun. Keduanya adalah biaya non-kas. Artinya, perusahaan mencatatnya sebagai beban di laporan laba...

Artikel menarik lainnya:

  1. Bahaya Blind Follow Signal Grup Telegram: Jalan Pintas Menuju Kebangkrutan
  2. Pola 5-0: Formasi Harmonic yang Unik dengan Dua Opsi Pembalikan
  3. CAC vs LTV: Rasio Paling Jujur untuk Menilai Saham Teknologi
  4. Ketika Suku Bunga Naik, Siapa yang Paling Terluka? Analisis Sensitivitas Beban Keuangan dalam Saham
  5. Mengenal Jenis-Jenis Saham: Perbedaan Saham Biasa dan Saham Preferen
  6. Stacked Trendline: Ketika Banyak Garis Menjadi Satu Kekuatan Dahsyat
  7. Mengapa Diversifikasi Berlebihan Justru Merugikan Portofolio Saham Anda
  8. The 2B Pattern: Pola False Breakout Reversal dari Joe Ross
  9. Spinning Top: Candlestick Keraguan yang Menandakan Pasar Sedang Bimbang
  10. Matching Low: Dua Candlestik dengan Harga Penutupan yang Sama di Level Rendah

TradingView Chart - MIDI