Update: Jumat, 5 Juni 2026

SDMU

PT. Sidomulyo Selaras Tbk.

Rp 57
-12.31%
Volume
41.760 lot
MA 5
68
MA 20
86
RSI
13.79
High
67
Low
57
Nilai
55/100
Rekomendasi
HOLD *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis, gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi dan atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
6.15%
Support (10d)
57
Resistance (10d)
93
Volume Trend (10d)
-94.3%
Score
55
Win Rate (30d)
23.33 %
P/L (30d)
-41.24 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (13.8) - Potential reversal
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 6.038 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham SDMU saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 13.8, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 6.15%. Area support terdekat berada di sekitar Rp57, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp93.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 93 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 102, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 57 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Analisis Relasi Dividend Yield vs Suku Bunga: Kapan Dividen Masih Menarik?

Sebagai investor saham yang mengandalkan pendapatan dividen, Anda mungkin pernah bertanya-tanya: Apakah masih layak memburu saham dengan dividend yield 5% jika deposito bank sudah menawarkan 6% tanpa risiko? Pertanyaan ini menyentuh inti dari relasi antara dividend yield (imbal hasil dividen saham) dan suku bunga (imbal hasil instrumen utang bebas risiko). Hubungan keduanya bukan sekadar kebetulan matematis, melainkan cerminan dari perilaku pasar modal, preferensi risiko, dan kebijakan bank sentral. Artikel ini akan membahas bagaimana suku bunga mempengaruhi daya tarik dividen, konsep equity risk premium, serta strategi yang bisa Anda terapkan di berbagai siklus suku bunga. Dasar Hubungan: Suku Bunga sebagai Acuan "Biaya Peluang" Dalam teori keuangan, suku bunga bebas risiko (biasanya mengacu pada obligasi pemerintah 10 tahun atau deposito bank) adalah opportunity cost dari investasi saham....

Artikel menarik lainnya:

  1. Hamada Equation: Menyempurnakan Beta dengan Efek Leverage Keuangan
  2. Menggunakan Akun Demo dengan Uang Sungguhan Mental: Rahasia Melatih Emosi Tanpa Menguras Dompet
  3. Stress Testing Portofolio pada Skenario Crash: Apakah Anda Siap Menghadapi Hari Terburuk?
  4. Net Premium Growth: Mesin Pertumbuhan Utama Emiten Asuransi
  5. Mengenal Kelas Saham: Perbedaan Blue Chip, Second Liner, dan Gorengan
  6. Upside Tasuki Gap: Pola Lanjutan Bullish yang Jarang Dikenal
  7. Bom Waktu di Laporan Keuangan: Analisis Warrant dan Dampak Dilusi pada Kepemilikan Saham
  8. Memahami Rasio LTV (Loan to Value) untuk Analisis Perusahaan Keuangan
  9. Ladder Top: Pola Bearish Lima Candlestick yang Jarang Tapi Mematikan
  10. The False Bar: Breakout Palsu di Timeframe Kecil

TradingView Chart - SDMU