Update: Jumat, 10 Juli 2026

SDMU

PT. Sidomulyo Selaras Tbk.

Rp 80
-1.23%
Volume
47.184 lot
MA 5
82
MA 20
80
RSI
39.39
High
82
Low
80
Nilai
40/100
Rekomendasi
SELL *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Uptrend
Volatility (Avg)
5.48%
Support (10d)
76
Resistance (10d)
91
Volume Trend (10d)
-84.9%
Score
40
Win Rate (30d)
30 %
P/L (30d)
6.67 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Neutral RSI: Neutral (39.4)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -17.382 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham SDMU saat ini menunjukkan kecenderungan uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 39.4, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 5.48%. Area support terdekat berada di sekitar Rp76, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp91.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 40 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Kecenderungan masih bearish, namun momentum melemah; rasio risk–reward kurang menarik.

Strategi yang disarankan: Exit jika terjadi rally menuju resistance. Target harga berada di kisaran Evaluasi kembali pada level support: 76, dengan batas stop loss di sekitar Batas risiko: di atas level tertinggi terbaru. Tetap menunggu sampai muncul sinyal yang lebih jelas.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Bump and Run (BARR): Ketika Harga "Menabrak" Lalu "Berlari"

Dalam analisis teknikal saham, sebagian besar pola memiliki nama yang mudah diingat karena menyerupai bentuk geometris atau benda sehari-hari. Namun, ada satu pola dengan nama yang cukup unik dan deskriptif: Bump and Run (BARR) – pola di mana harga "menabrak" (bump) lalu "berlari" (run) ke arah sebaliknya. Pola Bump and Run pertama kali dikembangkan oleh Thomas Bulkowski, seorang penulis terkenal di bidang analisis teknikal. Pola ini tergolong jarang muncul, tetapi ketika terbentuk, ia mampu memberikan sinyal pembalikan yang sangat kuat, baik bullish maupun bearish. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang pola Bump and Run (BARR), mulai dari karakteristik, tiga fase utamanya, psikologi di baliknya, cara identifikasi, hingga strategi trading yang efektif. Apa Itu Pola Bump and Run (BARR)? Bump and Run (BARR) adalah...

Artikel menarik lainnya:

  1. Market Facilitation Index (MFI) Bill Williams: Membaca Hubungan Harga dan Volume
  2. Analisis Depresiasi dan Amortisasi: Kunci Membaca Kualitas Laba dan Valuasi Saham
  3. White Swan: Pola Harmonic Bearish yang Jarang Dikenal
  4. Strategi Martingale di Saham: Bunuh Diri Finansial yang Berkedok Peluang
  5. Rainbow Moving Average: Membaca Kekuatan Tren dengan Lapisan Ganda
  6. Meditasi untuk Trader: Melatih Pikiran agar Tidak Dikendalikan Pasar
  7. Inverse Head and Shoulders: Pola Pembalikan Bullish yang Paling Dapat Diandalkan
  8. Head and Shoulders (H&S): Raja dari Semua Pola Pembalikan
  9. Pola AB=CD: Formasi Harmonic Paling Dasar yang Wajib Dikuasai
  10. Counterattack Line, Pertarungan Dua Kekuatan yang Berakhir Seimbang

TradingView Chart - SDMU