Update: Senin, 5 Oktober 2026

SEMA

PT. Semacom Integrated Tbk.

Rp 472
+0.43%
Volume
471.382 lot
MA 5
451
MA 20
280
RSI
84.00
High
525
Low
460
Nilai
55/100
Rekomendasi
HOLD *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
6.81%
Support (10d)
0
Resistance (10d)
525
Volume Trend (10d)
-14.0%
Score
55
Win Rate (30d)
56.67 %
P/L (30d)
353.85 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bearish RSI: Overbought (84.0) - Potential correction
Bullish Volume: Volume spike - High activity
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -11.929 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham SEMA saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 84.0, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh beli (overbought) sehingga berpotensi terkoreksi dalam jangka pendek.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 6.81%. Area support terdekat berada di sekitar Rp0, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp525.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 525 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 578, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 0 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Rasio Distress Price to Book Value: Mendeteksi Saham yang Terluka Parah atau Peluang Emas?

Dalam dunia saham, istilah "murah" seringkali menarik perhatian. Namun, ada tingkatan "murah" yang ekstrem: ketika harga saham jatuh jauh di bawah nilai buku perusahaan. Ini disebut Distress Price to Book Value (PBV Distress) —sebuah kondisi di mana pasar seolah-olah mengatakan bahwa aset perusahaan hampir tidak berharga. Apakah ini selalu tanda bahaya? Tidak selalu. Bagi investor yang paham, rasio PBV yang sangat rendah bisa menjadi peluang kontrarian yang luar biasa. Namun bagi yang kurang teliti, ini bisa menjadi jebakan (value trap) yang menghancurkan modal. Artikel ini akan membahas apa itu distress PBV, bagaimana mengukurnya, kapan ia menjadi sinyal beli, dan kapan ia menjadi peringatan untuk lari. 1. Apa Itu Distress Price to Book Value (PBV)? Price to Book Value (PBV) adalah rasio yang membandingkan harga saham...

Artikel menarik lainnya:

  1. Hindsight Bias: Bahaya Mentalitas "Sudah Saya Tahu Sejak Awal"
  2. Bom Waktu di Laporan Keuangan: Analisis Warrant dan Dampak Dilusi pada Kepemilikan Saham
  3. Membangun Rencana Trading: Senjata Utama Melawan Emosi dan Kekacauan
  4. The Spring Pattern: Harga Turun Sebentar Lalu Naik Tajam sebagai Konfirmasi Support
  5. Iceberg Pattern – Membaca Jejak Tersembunyi Pemain Besar
  6. Falling Broadening Wedge: Pola Ekspansi yang Menjadi Kontraksi
  7. Perbedaan Day Trader vs Investor: Dua Dunia, Dua Psikologi yang Berbeda
  8. Framing Bias: Bagaimana Cara Penyajian Informasi Mengubah Keputusan Investasi Anda
  9. Volume Weighted Average Price (VWAP) – Acuan Harga Wajar Versi Institutional
  10. Dividend Yield Tinggi: Jebakan atau Peluang?

TradingView Chart - SEMA