Update: Jumat, 22 Mei 2026

SEMA

PT. Semacom Integrated Tbk.

Rp 104
+0.97%
Volume
7.226 lot
MA 5
105
MA 20
110
RSI
22.22
High
106
Low
101

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
1.63%
Support (10d)
101
Resistance (10d)
114
Volume Trend (10d)
-11.8%
Score
30
Win Rate (30d)
26.67 %
P/L (30d)
-3.70 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (22.2) - Potential reversal
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bearish Foreign Flow: Foreign net selling (Last 5 days avg: -765 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham SEMA saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 22.2, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 1.63%. Area support terdekat berada di sekitar Rp101, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp114.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 30 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang cenderung bearish dan berisiko mengalami tekanan jual.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk SELL. Sinyal bearish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut.

Strategi yang disarankan: Keluar pada harga saat ini atau saat terjadi rebound menuju MA5. Target harga berada di kisaran Pertimbangkan masuk kembali di 96 (near support), dengan batas stop loss di sekitar Minimalkan kerugian, keluar saat harga menguat. Hindari membeli saat harga masih turun. Tunggu konfirmasi pembalikan tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Golden Butterfly Portfolio: Strategi Investasi Saham yang Seimbang untuk Semua Musim

Dalam dunia saham dan investasi, mencari portofolio yang sempurna sering kali terasa seperti memburu hantu. Ada yang terlalu agresif, ambruk saat krisis datang. Ada yang terlalu konservatif, membuat hasil investasi terasa lamban. Di sinilah Golden Butterfly Portfolio hadir sebagai salah satu strategi alokasi aset paling menarik dan seimbang. Artikel ini akan membahas secara mendalam apa itu Golden Butterfly, komposisinya, keunggulannya dibanding strategi klasik seperti All-Weather Portfolio, serta bagaimana Anda bisa menerapkannya di pasar saham Indonesia maupun global. Apa Itu Golden Butterfly Portfolio? Golden Butterfly adalah varian modifikasi dan penyempurnaan dari All-Weather Portfolio yang dipopulerkan oleh Ray Dalio, serta Permanent Portfolio yang dikenalkan oleh Harry Browne. Strategi ini dikembangkan oleh para investor di forum Bogleheads, dan dinamakan "Golden Butterfly" karena diagram alokasi asetnya yang simetris, mirip...

Artikel menarik lainnya:

  1. Detak Jantung Likuiditas Perusahaan: Memahami Rasio Perubahan Modal Kerja dalam Analisis Saham
  2. Analisis Final: Fundamental vs Harga Pasar – Ketika Realitas Bertemu Persepsi
  3. Dua Wajah Riset: Membandingkan Kapitalisasi vs Beban Langsung R&D dalam Analisis Saham
  4. Stress Testing Portofolio pada Skenario Crash: Apakah Anda Siap Menghadapi Hari Terburuk?
  5. Mengubah Pola Pikir "Saya Harus Benar" menjadi "Saya Harus Untung": Revolusi Mental dalam Trading
  6. Chaikin Volatility – Mengukur Kecepatan Perubahan Harga
  7. Membaca "Tanda Tangan" Kecurangan: Analisis Fraud Detection dari Laporan Laba Rugi
  8. Double Top: Sinyal Pembalikan Bearish yang Tak Boleh Diabaikan
  9. Auto Rejection: Batasan ARA dan ARB yang Wajib Dipahami Trader
  10. Pengelolaan Ekspektasi Tahun Pertama Trading: Realita di Balik Mimpi Cepat Kaya

TradingView Chart - SEMA