Update: Jumat, 10 Juli 2026

SKRN

PT. Superkrane Mitra Utama Tbk.

Rp 376
+2.73%
Volume
574 lot
MA 5
365
MA 20
346
RSI
66.67
High
380
Low
370
Nilai
95/100
Rekomendasi
BUY *

* Rekomendasi hanya berdasarkan sistem teknikal analisis (MA5, MA20, RSI, Volume dan Foreign Flow), gabungkan dengan indikator lain seperti: analisa transaksi, broker summary, narasi atau corporate action untuk hasil trading lebih optimal.

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Uptrend
Volatility (Avg)
3.03%
Support (10d)
326
Resistance (10d)
414
Volume Trend (10d)
+50.6%
Score
95
Win Rate (30d)
50 %
P/L (30d)
-10.48 %
Sinyal Trading
Bullish MA Cross: Golden Cross (MA5 > MA20)
Bullish Price Position: Price above MA5 (Short-term bullish)
Bullish RSI: Strong momentum (66.7)
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 1.193 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham SKRN saat ini menunjukkan kecenderungan strong uptrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 66.7, yang menandakan bahwa momentum pergerakan harga masih tergolong stabil di area netral.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 3.03%. Area support terdekat berada di sekitar Rp326, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp414.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 95 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang bullish kuat dan mendukung peluang kenaikan harga.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk BUY. Sinyal bullish kuat terdeteksi; beberapa indikator menunjukkan momentum positif dengan rasio risk/reward yang menarik.

Strategi yang disarankan: Harga saat ini: 376 atau saat terjadi pullback ke MA5. Target harga berada di kisaran 432 - 470 (15-25%), dengan batas stop loss di sekitar 357 (5% below entry). Gunakan manajemen risiko (money management) dan pantau arus dana asing.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Ichimoku Kinko Hyo: Awan yang Menunjukkan Support, Resistance, dan Momentum

Dalam analisis teknikal saham, ada satu indikator yang mungkin terlihat rumit pada pandangan pertama – banyak garis, warna-warni, dan area seperti awan. Indikator itu adalah Ichimoku Kinko Hyo, atau yang lebih dikenal sebagai Ichimoku Cloud. Ichimoku dikembangkan oleh Goichi Hosoda, seorang jurnalis Jepang, pada akhir tahun 1930-an. Nama "Ichimoku Kinko Hyo" secara harfiah berarti "grafik keseimbangan satu pandang" – artinya, dengan satu pandangan (sekali lihat), seorang trader seharusnya sudah bisa menilai apakah suatu saham layak dibeli, dijual, atau dihindari. Meskipun terlihat kompleks, Ichimoku sebenarnya adalah sistem indikator yang sangat terstruktur. Ia menggabungkan beberapa elemen analisis teknikal ke dalam satu tampilan: moving average, support/resistance, momentum, dan trailing stop. Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang Ichimoku Kinko Hyo, mulai dari komponen-komponennya, cara perhitungan, interpretasi awan...

Artikel menarik lainnya:

  1. Mengubah Pola Pikir "Saya Harus Benar" menjadi "Saya Harus Untung": Revolusi Mental dalam Trading
  2. Herding Behavior: Bahaya Ikut-ikutan Tanpa Analisis di Pasar Saham
  3. Psikologi Ketika Portofolio Naik 100%: Di Puncak Kemenangan, Bahaya Justru Mengintai
  4. High Node dan Low Node: Membaca Peta Kepadatan Volume untuk Menangkap Pergerakan Harga
  5. Rasio EBITDAR: Mengukur Kinerja Perusahaan di Sektor Sewa dan Restrukturisasi
  6. Volume Weighted Average Price (VWAP) – Acuan Harga Wajar Versi Institutional
  7. Ladder Top: Pola Bearish Lima Candlestick yang Jarang Tapi Mematikan
  8. Earnings Yield: Membalik PER untuk Melihat Imbal Hasil Saham Anda
  9. Laba dari Anak Perusahaan yang Tidak Terkonsolidasi: Aset Tersembunyi atau Jebakan Akuntansi?
  10. Gann Grid – Kotak Geometris yang Memetakan Waktu dan Harga

TradingView Chart - SKRN