Update: Jumat, 22 Mei 2026

SKRN

PT. Superkrane Mitra Utama Tbk.

Rp 434
+0.93%
Volume
1.956 lot
MA 5
444
MA 20
477
RSI
17.07
High
450
Low
430

Harga, MA, RSI
Indikator Teknis
Trend
Strong Downtrend
Volatility (Avg)
2.37%
Support (10d)
394
Resistance (10d)
498
Volume Trend (10d)
-32.1%
Score
55
Win Rate (30d)
33.33 %
P/L (30d)
-4.41 %
Sinyal Trading
Bearish MA Cross: Death Cross (MA5 < MA20)
Bearish Price Position: Price below MA5 (Short-term bearish)
Bullish RSI: Oversold (17.1) - Potential reversal
Bearish Volume: Low volume - Weak momentum
Bullish Foreign Flow: Foreign net buying (Last 5 days avg: 840 lot)

Berdasarkan hasil perhitungan indikator teknikal, saham SKRN saat ini menunjukkan kecenderungan strong downtrend pada periode perdagangan terakhir. Nilai RSI saat ini adalah 17.1, yang menandakan bahwa saham berada pada kondisi jenuh jual (oversold) sehingga berpotensi mengalami pembalikan arah ke atas.

Tingkat volatilitas rata-rata dalam beberapa hari terakhir tercatat sebesar 2.37%. Area support terdekat berada di sekitar Rp394, sementara area resistance terdekat berada di kisaran Rp498.

Skor teknikal keseluruhan saat ini adalah 55 poin, yang menggambarkan kecenderungan pasar yang relatif netral dan belum menunjukkan arah pasti.

Berdasarkan analisa tersebut, sistem memberikan rekomendasi untuk HOLD. Sinyal campuran muncul. Pasar menunjukkan ketidakpastian tanpa arah yang jelas saat ini.

Strategi yang disarankan: Tunggu breakout diatas 498 (resistance). Target harga berada di kisaran Target setelah terjadi breakout: 548, dengan batas stop loss di sekitar Dibawah 394 (support). Dibutuhkan kesabaran. Pantau lonjakan volume dan konfirmasi arah tren.

TradingView Chart
Memuat grafik...
Volume & Frekuensi
Foreign Net Buy (lot)
Pasar Nego & Pasar Tunai (Non Regular)
Artikel

Detak Jantung Likuiditas Perusahaan: Memahami Rasio Perubahan Modal Kerja dalam Analisis Saham

Ketika investor menganalisis laporan keuangan, perhatian sering tertuju pada laba bersih, pendapatan, atau rasio-rasio populer seperti PER dan ROE. Namun ada satu indikator yang sering diabaikan, padahal menjadi detak jantung kesehatan keuangan sebuah perusahaan: Modal Kerja dan perubahannya dari waktu ke waktu. Modal kerja (working capital) adalah selisih antara aset lancar dan liabilitas lancar. Ia menggambarkan berapa banyak "cairan" yang tersedia untuk menjalankan operasi sehari-hari. Sementara itu, perubahan modal kerja (changes in working capital) menunjukkan apakah perusahaan semakin likuid atau justru semakin tercekik dari tahun ke tahun. Artikel ini akan membahas secara mendalam rasio-rasio yang berkaitan dengan perubahan modal kerja, bagaimana menginterpretasikannya, serta mengapa hal ini sangat menentukan kualitas laba dan kelangsungan bisnis sebuah emiten. Apa Itu Modal Kerja dan Mengapa Perubahannya Penting? Modal kerja...

Artikel menarik lainnya:

  1. Analisis Minority Interest: Jangan Keliru Menilai Kepemilikan Laba dalam Laporan Keuangan
  2. Memahami Pola Bearish Engulfing: Sinyal Bahaya Saat Harga Akan Terjun
  3. AISC: Metrik Paling Jujur di Laporan Keuangan Tambang
  4. Upside Gap Two Crows: Pola Gagak yang Membawa Kabar Buruk bagi Harga Saham Anda
  5. Capital Light Model: Model Bisnis Idaman Investor Modern
  6. Anchoring Bias: Bahaya Terpaku pada Harga Beli atau Harga Tertinggi
  7. Mengukur Expectancy: Berapa Sebenarnya Sistem Trading Anda Menghasilkan?
  8. Pengertian Waktu T+2 Settlement Saham: Kapan Dana dan Saham Benar-benar Berpindah?
  9. Memahami Rasio LTV (Loan to Value) untuk Analisis Perusahaan Keuangan
  10. Rasio Enterprise Value terhadap Pendapatan (EV/Sales): Ukuran Terbaik untuk Saham yang Belum Untung

TradingView Chart - SKRN